Posts tagged with Kebijaksanaan :

Tentang Perbedaan & Keberagaman: Satu Hal Yang Mengindahkan Dunia

Written by Fikri Rasyid on August 24, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , , , , , , , ,

Note: Post ini merupakan entri yang saya tulis untuk mengikuti Pesta Blogger Writing Contest 2009.

 Belfast-Differences from motorpsykhos

Belfast-Differences from motorpsykhos

Ada satu hal yang sangat mencolok dari Indonesia: Keberagaman. Bangsa ini dihuni oleh entah berapa ribu etnis suku bangsa, entah berapa belas ribu pulau, entah berapa ribu bahasa daerah, dan entah berapa milyar perbedaan.

Dari sudut pandang tertentu, orang berkata bahwa perbedaan ini sungguh menyulitkan: Ada banyak hal yang harus di pahami, ada begitu banyak perbedaan yang menuntut untuk dimengerti, ada begitu banyak tradisi yang memaksa untuk dipelajari, ada begitu banyak aturan yang harus disesuaikan, ada jutaan kepentingan yang harus diakomodir,  dan lain lain sebagainya.

Read More

Tentang Perubahan: Nothing Last Forever

Written by Fikri Rasyid on August 15, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , , ,

nothing-lasts-forever-final from long_phung_phi_tuong

nothing-lasts-forever-final from long_phung_phi_tuong

It’s been a while since i wrote the last post. Ada banyak hal yang terjadi: recording salah satu lagu yang saya tulis, trip ke Malaysia, dll. FYI, untuk tahu lagu yang saya tulis kemarin, anda bisa download disini: Cliche (Promosi mode:on) :P

Pagi ini saya mulai dengan satu pikiran sederhana yang terus berpendar sedari kemarin: tentang keterbatasan dan perubahan. Tentang bagaimana segala sesuatu yang ada di dunia terus berubah, dan memiliki keterbatasan waktu.

Read More

Kita Baru Memahami Besar Kecilnya Sesuatu Kalau Ada Pembandingnya

Written by Fikri Rasyid on July 27, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , , ,

comparation of my tiny dolls by Lindy Meow

comparation of my tiny dolls by Lindy Meow

Entah mengapa akhir-akhir ini ada saja teman saya yang bermasalah dalam relationship. Beberapa dapat menanganinya dengan apik, namun ada juga yang kondisinya sampai mengkhawatirkan.

Saya juga dalam kehidupan saya sempat lah mengalami kejadian seperti itu. Dan mengalami memang memberikan perspektif berbeda dibandingkan mengamati dari jauh. Bermasalah dengan hubungan itu berat. Hanya saja, setiap orang memiliki definisi yang berbeda mengenai “berat”.

Kemarin saya mendapatkan cerita pendek yang cukup menginspirasi terkait dengan hal ini. Semoga menginspirasi:

*********

Alkisah, terdapatlah satu desa dimana disana di larang keras menjual buah-buahan. Cukup aneh memang. Lebih anehnya lagi adalah konsekuensi dari siapapun yang melangggarnya. Setiap orang yang melanggar aturan ini, yakni berjualan buah, akan mendapatkan konsekuesi yang sangat menyakitkan:

Read More

Kita Perlu Belajar Untuk Tidak Munafik dan Lebih Jujur Kepada Diri Sendiri

Written by Fikri Rasyid on May 21, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Quote and tagged with , , , , , ,

“Bener ngga masalah kalo saya pergi?”

“Ngga apa-apa kok, i’m okay here” – padahal hati kecilnya berteriak: please jangan pergi! I’m alone here! :(

Be Honest by hersley

Be Honest by hersley

Beberapa hari yang lalu saya membaca satu reading passage menarik yang mengatakan perbedaan customs (adat) antara orang UK (United Kingdom – Inggris) dan US (United States – Amerika). Penduduk US cenderung lebih blak-blakan, menyampaikan sesuatu secara terbuka dan apa adanya: jelek ya dibilang jelek, sedangkan sesuatu yang bagus ya dibilang bagus dan diapresiasi. Sedangkan penduduk UK cenderung lebih berusaha untuk polite: Cenderung berusaha tidak menyakiti persaaan lawan bicara dengan mengungkapkan ketidak sukaannya dalam isyarat atau kiasan dari pada pernyataan secara langsung.

Ini topik pembicaraan saya dengan beberapa rekan saya selama beberapa hari belakangan:

Kita perlu belajar untuk tidak munafik.

Read More

Cerita Nyata: Bukti Langsung Keajaiban Memberi

Written by Fikri Rasyid on May 14, 2009 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , , , , ,

Give Freely, without expectations
Give anonymously, if it all possible
Give joyously, with a smile

You are making difference in the world when you give
You are making difference in your own life when you give
You are making difference right now when you give

Give!

The message is that as you give, you will receive ten-fold in return

Joe Vitale
-from the greatest money-making secret in history-

Pearl Gives Me Five by Laurie York

Pearl Gives Me Five by Laurie York

Hari ini saya belajar sesuatu yang berharga dari kehidupan: Tentang keajaiban memberi.

Prinsip dasarnya adalah: Jika kita memberi dengan sikap yang benar, kita akan mendapatkan yang lebih baik dari yang kita beri.

When you start to give, you’ll start to receive

Read More

Tentang “To Live Is To Give”

Written by Fikri Rasyid on May 12, 2009 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , , ,

Give us this day... by Mr. Kris

Give us this day... by Mr. Kris

Hari Selasa: Hari ini, saya kembali belajar banyak tentang kehidupan.

To live is to give. To love is to give. To be rich is to give. To care is to give. To forgive is to give. i learn something new again, Let’s live to give.

Lima kalimat diatas adalah kalimat yang mengisi ruang facebook status saya dini hari tadi. To live is to give. Semua yang indah dimulai dari memberi, bukan meminta.

Sejak beberapa hari yang lalu (hingga hari ini), hubungan baik saya dengan seseorang sedang diuji. Cukup merubah banyak hal. Dari kedekatan dan keakraban yang menyenangkan, kini muncul sekat tidak terlihat yang membuat berbagai macam hal menjadi tidak nyaman.

Saya tidak bisa mengendalikan berbagai faktor yang terjadi diluar diri saya. Namun berbicara belajar bertanggung jawab atas kehidupan, saya membiasakan diri fokus pada apa yang berada dalam kendali saya. Dan hal yang berada dalam kendali saya adalah sikap saya. Sikap saya yang diawali dengan to give, karena masih kurangnya pengendalian diri berubah menjadi to ask.

Saya memulai hubungan baik dengan sikap to give, dengan niat memberikan apa yang saya bisa untuk membuatnya lebih bahagia, malah berkembang menjadi sikap to ask, memintanya untuk memenuhi standar ego saya.

Dan akibatnya cukup fatal.

Dia menjauh, saya merasa dihindari. Jika anda pernah merasakan keakraban dengan seseorang dan lalu keakraban tersebut mendadak hilang karena kesalahan yang anda buat, pasti anda tahu maksud saya.

Sekarang, segalanya telah terjadi. Yang sudah terjadi, terjadilah. Saya tengah diajari untuk ikhlas dan merelakan sesuatu. Everything that has a start, also has an end. But hopefully, there will be a better start in the future :) Pertanyaan emasnya adalah: Sekarang apa yang harus saya lakukan untuk membuat kondisinya menjadi lebih baik?

Entah apakah ada jawaban yang lebih baik, tapi saya rasa solusi saya kembali ke apa yang saya sebutkan di awal:

To live is to give. To love is to give. To be rich is to give. To care is to give. To forgive is to give. i learn something new again, Let’s live to give.

Saatnya mengaplikasikan kembali “To Give”. Tidak perlu mengkhawatirkan perubahan sikapnya, hal tersebut beradi di luar kendali saya. Yang perlu saya lakukan hanya berfokus kepada apa yang dapat saya lakukan untuk membuat semuanya menjadi lebih baik.

Saatnya mengaplikasikan to give dengan tulus ikhlas. to give what? apapun. Mungkin perhatian, mungkin dukungan, mungkin sesuatu yang belum perlu dia ketahui, mungkin apapun. Mungkin saat ini dia belum menghendaki keberadaan saya, namun biarkan saya selalu memberikan do’a saya untuk kebaikannya.

Saya berharap suatu saat semuanya akan menjadi lebih baik dari sekarang, dengan izin Dia Yang Maha Me-mutar-balik-kan perasaan.

When You Start To Give , You Start To Receive.

Please, never ask again. Just give it, without judgemental expectations, anonimously if at all possible, jouyously – with a smile.

Joe Vitale

Sometimes, the sweetest things they burn before they shine. Semoga ini merupakan awal dari sesuatu yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Hari ini, saya belajar banyak dari kehidupan.

Apakah anda belajar juga?

P.S.

Di kemudian hari, saya akan mengabarkan kepada anda apa yang terjadi dari aplikasi “To Give” ini :)

Tentang Masalah: Satu Hal Yang Membuat Kita Tumbuh Dewasa

Written by Fikri Rasyid on May 10, 2009 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , , ,

 .Trouble by SmallRaffaela

.Trouble by SmallRaffaela

Hari ini saya belajar banyak tentang kehidupan.

Saya belajar tentang bagaimana menjadi terbuka kepada orang lain memberikan kedamaian. Tentang keterbukaan yang baik melegakan hati. Tentang kenyataan bahwa hal apapun yang terjadi pada diri kita, kita memiliki hak sepenuhnya untuk memberikan makna kepadanya. Tentang bagaimana do’a benar-benar bekerja. Tentang keajaiban sedekah. Tentang betapa kita harus berhati-hati dalam berkata-kata dan mencetuskan keinginan. Tentang merasakan apa yang orang-orang terdahulu katakan: “Apabila pasir digenggam terlalu keras, dia akan melepaskan dari melalui rongga-rongga jemari mu. Genggamlah ia dengan genggaman yang cukup dan baik.”.

Tentang satu hal sederhana: MASALAH, terkadang memang menjatuhkan kita. Namun sering kali, masalah malah meninggikan posisi kita, jika disikapi dengan tepat. Masalah membuat kita dewasa, membuat kita menjadi lebih baik lagi. Terkadang malah masalah yang menyadarkan kita untuk bersegera menjadi lebih baik.
Read More

Individu Yang Menguntungkan Orang Lain

Written by Fikri Rasyid on April 29, 2009 filed under Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , , , ,

http://www.flickr.com/photos/laughingsquid/2669186954/

http://www.flickr.com/photos/laughingsquid/2669186954/

Jika kita sadari, kaidah yang kita gunakan dari semua tindakan kita lakukan dalam hidup adalah kaidah manfaat.

Manusia -Saya, anda dan semua orang lain yang hidup di dunia- hanya melakukan dan memutuskan sesuatu yang bermanfaat baginya.

Perbedaannya, hanyalah definisi ‘manfaat’ yang berbeda bagi setiap orang.

Seorang atasan memutuskan mempekerjakan seseorang karena dia pikir orang tersebut bermanfaat baginya. Manfaat yang didapatnya: Pekerjaan yang terselesaikan tanpa dia harus menggunakan waktunya, yang mana pekerjaan yang terselesaikan tersebut akan mendatangkan lebih banyak uang dari pada uang yang dia keluarkan untuk membayar karyawan yang dia pekerjakan.

Seorang calon karyawan melamar kerja di satu perusahaan karena dia berfikir hal tersebut akan memberi manfaat baginya. Manfaat yang didapatnya: Mendapatkan penghasilan.

Analisa semua kegiatan anda. Anda akan menemukan bahwa alasan kita melakukan sesuatu karena kita yakin kita merasa mendapatkan manfaat dari hal tersebut:

Read More

Belajar Dari Kesalahan: Pentingnya Perhatian

Written by Fikri Rasyid on April 27, 2009 filed under Pengembangan Diri and tagged with , ,

Let me care for you by waynemethod

Let me care for you by waynemethod

Sesuai dengan topik kontes berfikir kritis NavinoT 2009, topik kali ini adalah melihat lebih seksama ke sekitar kita, mengenai apa yang bisa kita buat lebih baik lagi. Dan pada entri kali ini, saya ingin membahasnya dari perspektif personal dalam lingkup hubungan antar manusia, berdasarkan apa yang saya alami: Pentingnya perhatian.

Mengenai Perhatian.

Saya baru saja membaca buku People Skills For Life: Easy Peasey karangan Allan & Barbara Pease. Disana dicantumkan dengan jelas salah satu sifat dasar manusia yang bahkan lebih penting dari makan, minum dan cinta:

Pentingnya merasa diri dipentingkan.

Satu kebutuhan untuk di “recognize” atau “dianggap ada“. Satu kebutuhan yang dipenuhi oleh hal bernama perhatian.

Perhatian adalah satu hal yang sering kali tanpa kita sadari menentukan jalan hidup kita: Seorang remaja hidupnya hancur karena obat-obatan yang akar permasalahannya sederhana: Kurangnya perhatian orang tua kepada sang anak. Sementara seseorang menjadi gemilang di satu bidang karena dia mendapatkan perhatian orang lain disitu: satu hal yang tidak didapatkannya di bidang yang lain.

Seorang pelajar bersemangat untuk belajar karena gurunya memberinya perhatian yang menyemangatkannya, sementara murid lain bersikap masa bodoh karena gurunya tidak memperhatikan apa yang dilakukannya.

Bukankah kita tidak perduli tentang betapa hebatnya seseorang, hingga kita mengetahui betapa perdulinya dia kepada kita?

Jangan meremehkan perhatian.

Berapa banyak anak yang menjadi tidak hormat kepada orang tuanya karena yang memberinya perhatian dimasa tumbuhnya adalah pembantu?

Berapa banyak hubungan yang hancur karena merasa tidak diperhatikan oleh partnernya?

Berapa banyak konsumen yang memutuskan deal dengan anda karena mereka merasa terperhatikan?

Berikan mereka perhatian.

Jika seseorang berlaku tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki, mungkin kita kurang memberikan perhatian kita padanya? ;)

Jika orang-orang terdekat kita belum berkelakuan seperti yang kita inginkan, mungkin kebutuhan akan perhatian ini yang belum kita penuhi.

Coba lihat orang-orang terdekat kita. Sudahkah kita memberikan perhatian terbaik kita untuk mereka? Jika kita dibandingkan dengan apa yang kita inginkan dari/untuk mereka, pantaskah mereka mendapatkan kualitas perhatian yang sekarang kita berikan?

Well, tidak ada kata terlambat untuk perubahan, ‘kan? ;)

P.S.

  • Perhatian tidak hanya kepada manusia saja. Project, Target, Cita-cita juga butuh perhatian kan? ;)
  • IMHO, perhatian saja tidak cukup. Membuat mereka mengetahui bahwa kita memberinya perhatian dan perduli pada mereka juga sama pentingnya :)
  • Saya pernah menulis satu tulisan lain mengenai perhatian yang menurut beberapa rekan sangat menarik. Jika anda concern mengenai topik ini (perhatian -red), saya rekomendasikan anda membacanya juga: Mantra Psikologis Bernama Perhatian

Memberikan Pendapat: Pastikan Anda Memberitahukan Manfaat Dari Mengikuti Pendapat Anda

Written by Fikri Rasyid on April 22, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , , , ,

opinion by Guacamole Goalie

opinion by Guacamole Goalie

Berpendapat adalah menyampaikan sudut pandang kita mengenai sesuatu.

Semua dari kita selalu berpendapat. Berpendapat bahwa pemilu curang lah, Pemerintahan kurang memperdulikan rakyat lah, rekan kita seharusnya lebih care terhadap kita lah, project di kantor sebaiknya begitu lah, letak rak buku di rumah sebaiknya di miringkan saja lah, dan lain lain sebagainya.

Dan hey, bukankah ngeblog juga proses berpendapat? ;)

Kita semua berpendapat. Dan pada dasarnya, kita berpendapat mengenai dua hal:

  1. Berpendapat mengenai satu hal yang diluar jangkauan kontrol kita. Artinya, pendapat kita tidak akan mengubah bagaimana terjadinya sesuatu.Contohnya: “Mengapa hujan turunnya jam 12? Mengapa tidak turun jam 12.45 saja?”
  2. Berpendapat mengenai satu hal yang berada di dalam jangkauan kontrol kita. Artinya, pendapat kita bisa jadi mengubah bagaimana jadinya sesuatu.Contohnya: Anda berbicara dengan teman anda dan berkata “bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Kelihatannya akan jauh lebih bagus deh.”

Sekarang, lupakan dulu jenis pendapat no. 1 karena jenis pendapat no. 2 lebih bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Kita seringkali mengemukakan pendapat mengenai sesuatu yang berada di dalam jangkauan kontrol kita. Kadang pendapat kita itu diterima dan merubah terjadinya sesuatu, namun pernah juga pendapat kita di tolak mentah-mentah.

Ada hal yang menarik disini: Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut? Apa yang menyebabkan pendapat kita di terima, dan apa yang menyebabkan pendapat kita ditolak?

Pengemasan pendapat sudah pasti turut menentukan. Intonasi suara, gaya bahasa, daya tarik dan tutur kata jelas menentukan diterima atau ditolaknya pendapat kita. Namun jika ditilik dari sisi “konten” pendapat, jika kita telaah ternyata alasan mengapa pendapat kita diterima dan ditolak sederhana:

Manfaat yang didapat orang jika mengikuti pendapat kita.

Coba pikirkan contoh tadi: Kita memberikan pendapat kepada teman kita yang rambutnya bak rockstar kesiangan itu untuk “memendekkan rambutnya”. Bisa jadi redaksi pendapat kita seperti ini:

“bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Kelihatannya akan jauh lebih bagus deh.”

Dan reaksinya? Bisa jadi ditolak. Karena bisa jadi dia berfikir kalau rambut panjangnya juga terlihat keren. Tapi coba kita tambahkan sedikit tambahan:

“Eh, bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Denger-denger wanita pujaanmu itu sangat menyukai pria yang rambutnya pendek.”

See? Bukankah kemungkinan diterimanya pendapat kita naik? Setidaknya, menjadi lebih dipikirkan lah. Alasannya? Karena kita memberikan manfaat yang jelas dan dibutuhkan oleh teman kita.

Jadi?

Berpendapat sudah menjadi bagian krusial dari kehidupan kita.  Berpendapat dengan teman, rekan, atasan, senior, pasangan, orang tua, atau bahkan berpendapat di blog dan comment. Bagaimana jika kita menaikkan kemungkinan penerimaan mereka akan pendapat kita dengan menambahkan dengan jelas manfaat yang mereka butuhkan dengan mengikuti pendapat kita?

Hasilnya bisa jadi menarik kan? ;)

Atau, ada pendapat lain yang ingin anda utarakan? Silahkan sampaikan melalui kolom komentar dengan menyertakan manfaatnya y :P

P.S.

Tulisan ini termasuk ke dalam tulisan yang saya tulis untuk Kontes Berpikir Kritis Navinot 2009 untuk tema hari pertama: mengungkapkan pendapat secara efisien. Anda juga punya blog? Mungkin anda bisa pertimbangkan untuk mengikuti kontes ini. Hadiah utamanya netbook HP mini note loh! Ada hadiah harian kaos keren NavinoTnya juga!

Note: Di P.S. diatas saya menyampaikan pendapat dan manfaatnya kan? LOL Please do correct me if i’m wrong :)