Note: Post ini merupakan entri yang saya tulis untuk mengikuti Pesta Blogger Writing Contest 2009.

 Belfast-Differences from motorpsykhos

Belfast-Differences from motorpsykhos

Ada satu hal yang sangat mencolok dari Indonesia: Keberagaman. Bangsa ini dihuni oleh entah berapa ribu etnis suku bangsa, entah berapa belas ribu pulau, entah berapa ribu bahasa daerah, dan entah berapa milyar perbedaan.

Dari sudut pandang tertentu, orang berkata bahwa perbedaan ini sungguh menyulitkan: Ada banyak hal yang harus di pahami, ada begitu banyak perbedaan yang menuntut untuk dimengerti, ada begitu banyak tradisi yang memaksa untuk dipelajari, ada begitu banyak aturan yang harus disesuaikan, ada jutaan kepentingan yang harus diakomodir,  dan lain lain sebagainya.

Beberapa perbedaan memang memicu konflik

Tidak heran jika ada begitu banyak konflik di negeri ini. Mulai dari konflik sederhana antar RT, konflik penuh konspirasi ala KPK, konflik yang merusak wajah bangsa ala pelaku pemboman, hingga konflik antar suku bangsa. Sungguh meletihkan, jika dipandang dari sudut pandang yang meletihkan.

Tapi jika kita mengambil sudut pandang berbeda, keragaman (dan konflik) ini akan membuat kita mengaguminya. Saya teringat salah satu quotation di buku Hypnotic Writing karya Joe Vitale yang pernah saya baca:

“Apa yang membuat sebuah cerita menjadi menarik?”

“Konflik”
oleh Joe Vitale di buku Hypnotic Writing

Konflik membuat cerita menjadi menarik. Dan hidup kita adalah sebuah cerita dalam versi yang jauh lebih kompleks. Konflik karena keberagaman ini membuat hidup kita menarik.

Di sisi lain, konflik juga membuat kita tumbuh dewasa.

Dan penyebab konflik yang mendewasakan kita adalah perbedaan. Keberagaman.

Bagaimana perbedaan membuat dunia menjadi lebih indah

 Boat and Rakata from Quinten Yearsley

Boat and Rakata from Quinten Yearsley

Bisa anda bayangkan jika Indonesia hanya dihuni oleh satu etnis, satu budaya, dan satu kepentingan? Indonesia tidak akan menjadi indonesia. Indonesia akan menjadi oh-so-boring. Mungkin indonesia akan mulai meng-klaim kebudayaan negara lain? Haha. Ini seperti membayangkan satu jalanan yang sepanjang jalan hanya disesaki oleh ratusan mobil yang memiliki merek, jenis, seri, warna dan ukuran yang sama. Datar dan membosankan.

Maka dari itu, sekali lagi kita perlu mensyukuri keaneka ragaman yang telah dianugerahkan Tuhan untuk negeri ini. Terima kasih Tuhan.

Meski terkadang keanekaragaman yang terlalu beragam ini menunjukan ke-belum-mampuan kita dalam hal mengelolanya sehingga pihak lain yang lebih tanggap dalam pengelolaan tertarik untuk meng-klaimnya, sekali lagi saya katakan kepada kawan-kawan seperti yang sudah ulang berkali-kali dalam tulisan ini:

Sekali lagi, ini masalah sudut pandang.

Gunakan sudut pandang yang tepat untuk menyadari indahnya dunia. Keindahan negeri yang disebabkan oleh keberagaman bangsa ini.

Dunia itu indah, jika dilihat dari sudut pandang yang tepat.

Pertanyaannya: sudahkan sudut pandang yang tepat itu kita gunakan?