Android’s Version Distribution Problem

Note: Setelah saya utak-atik, khirnya judul tulisan ini saya jadikan bahasa Inggris karena jika dibuat menggunakan bahasa Indonesia berpotensi rancu -__-”

***

Salah satu alasan saya tidak terlalu menyukai sistem operasi Android besutan Google: manufaktur ponsel pintar yang tidak / belum move on – move on.

Versi terbaru android adalah versi 4.0.3 atau yang sering disebut Ice Cream Sandwich (ICS). Pertanyaannya: coba tebak versi Android mana yang paling populer? Versi 2.3.3 atau yang sering disebut Gingerbread. Untuk lebih tepatnya, berikut ini data yang saya ambil dari website Android Developer pada tanggal 29 April 2012:

Distribusi Versi Android

Continue Reading →

On Smartphone

Smartphone before and after iPhone

Smartphone before and after iPhone. Gambar dengan binalnya diambil dari Redmondpie.com: http://www.redmondpie.com/evolution-of-the-smartphone-design-changes-before-and-after-the-iphone-image/

Platform smartphone apa yang harus saya pilih? iOS (iPhone / iPad), Android, Windows atau BlackBerry? Berikut ini opini saya terhadap platform-platform tersebut (mengantisipasi pertanyaan berulang-ulang mengenai hal ini, jadi nanti tinggal saya berikan link post ini saja):

Continue Reading →

iPad 2 and Samsung Galaxy Mini

Handphone & Internet Device

iPad 2 and Samsung Galaxy Mini

Semenjak maret lalu, saya hijrah dari BlackBerry ke Android Phone dengan berbagai alasan yang salah satunya adalah konektivitas yang lebih bebas, yakni bisa men-tether koneksi handphone ke laptop. Akhir bulan lalu, saat saya mulai menggunakan iPad 2, beberapa teman bertanya “untuk apa?”. Here’s the answer:

  1. Alasan utamanya adalah ketahanan baterai. Entah dengan pengguna lain, tapi dengan pemakaian yang saya lakukan, baterai Samsung Galaxy Mini dengan kondisi ‘always connected to the net‘ hanya tahan 6 – 10 jam. Smartphone secanggih apapun, (untuk saat ini – 2011) jika digunakan untuk mengakses internet terus menerus baterainya tidak akan tahan lama. Jika ada kebutuhan penting sementara kehabisan baterai kan kacau juga :|
  2. Membaca dan browsing di layar kecil itu kurang menyenangkan. Tidak menyenangkan malah, scroll kesana sini melulu.
  3. Pada titik tertentu, always connected to the net itu distraktif juga.

Jadi ini kesimpulan dan teori sesuka hati sederhana saya:

pisahkan handphone dan internet device

Jadi sekarang, galaxy mini ini berfungsi sebagaimana handphone pada umumnya saja: telpon, sms, pemutar musik, dan kamera. Sesekali device ini juga saya gunakan untuk bermain game atau terhubung ke internet via Wi-Fi untuk sinkronisasi kontak. Untuk internet-related-task, baru gunakan iPad. Kondisi always-connected setidaknya sudah berkurang. Karena tidak semua kondisi memungkinkan untuk membuka iPad, saya bisa lebih perhatian ke hal-hal yang ‘sedang berlangsung’ di sekeliling saya.

Teori ngawur sederhana saya ini bisa saja benar dan bisa saja salah. Tapi kalau tidak dicoba, ya mana pernah tahu.

Gemini and galaxy mini

Aplikasi Android Yang Saya Gunakan

Jadi kelebihan Android terletak pada App Market-nya dimana kamu bisa menginstall banyak sekali aplikasi baik yang gratis maupun yang berbayar. Berikut ini adalah beberapa aplikasi android yang saya install di Galaxy Mini saya (tidak termasuk aplikasi yang by default sudah terinstall seperti Gmail, YouTube app, gallery, dll.). siapa tahu informasi ini berguna untuk kamu.

Twitter for Android (FREE)

Official app dari Twitter untuk Android. Saya menginstall ini karena terkadang cukup banyak komunikasi saya yang terjadi via twitter. Terlebih lagi, terkadang ide-ide pendek muncul saat saya tidak sedang membuka PC.

Facebook for Android (FREE)

Facebook official app untuk Android. Mensupport berbagai fitur utama facebook: News Feed, places, chat, photos, groups, events, etc. Untuk komunikasi dengan teman-teman kuliah, saya lebih banyak menggunakan facebook.

Yahoo! Messanger (FREE)

Saya tidak terlalu suka chatting karena sifatnya yang distraktif. Hanya saja terkadang ada klien yang butuh chatting dan saya tidak selalu berada di depan komputer. Mengantisipasi kebutuhan ini saya rasa penting juga.

Reader (FREE)

Aplikasi dari Google yang memungkinkan saya mengakses feed-feed yang saya subscribe via Google Reader. Works like a charm. Sekarang saya tidak perlu waktu khusus untuk mengakses feed-feed langganan saya karena bisa dilakukan sembari brunch dengan teman-teman atau ketika mengantri untuk membayar sesuatu di kopma UPI. :D

Angry Birds (FREE)

Angry Birds

Mobile game super populer dari Rovio. Cocok untuk membunuh waktu luang karena gameplay-nya yang sangat simple dan suara-suara unyu yang membuat gemas. Come on, bahkan ibu saya saja senang sekali memainkan game ini LOL

Dropbox

Mobile app dropbox untuk Android. Baca tulisan ini mengenai fungsi Dropbox. Sekarang saya bisa mengakses file-file penting saat saya tidak sedang membuka komputer.

Barcode Scanner (FREE)

Photo barcode / QR code, lalu android akan menerjemahkannya sebagai URL yang bisa kamu buka. Come on, this is 2011. ;)

Dictionary (FREE)

Kadang-kadang saya bertemu kosakata dalam bahasa Inggris yang belum saya ketahui. Dictionary dari dictionary.com ini sangat membantu sekali.

Tumblr (FREE)

Ternyata tumblr ada Android app-nya juga. Tricky fact: saya tidak menemukannya di Android market, melainkan di tumblr.com. Coba akses tumblr.com dengan browser android, akan ada link untuk men-download tumblr app ini. Anyway, saya tidak terlalu puas dengan performa-nya, posting photo gagal melulu. Saya lebih banyak menggunakan Tumblr ap untuk mengakses timeline tumblr saya sih. Untuk posting menggunakan email saja.

Evernote (FREE)

Evernote

Evernote adalah note-taking application yang tersinkronisasi. Saya sudah memiliki akun di evernote.com dan sudah menggunakan Evernote for Mac. Setiap kali saya menulis note di evernote, secara otomatis note tersebut akan ter-sinkronisasi dengan akun evernote.com saya. Setelah saya install Evernote for android, semua yang ada di akun evernote.com secara otomatis terdownload dan sinkronisasi di Evernote for android saya, dan demikian juga setiap kali saya menulis sesuatu di Evernote for android saya.

GTasks (FREE)

G-Tasks adalah aplikasi to-do list yang tersinkronisasi dengan Gmail Tasks. Sama seperti evernote, semua yang saya tulis di GTasks akan secara otomatis diupload ke Gmail Tasks.

WordPress for Android (FREE)

Akses dashboard WordPress-powered site dengan Android. Membalas komentar atau menulis post kini dapat dilakukan dimana saja.

Picplz (FREE)

Aplikasi untuk memberikan efek-efek retro kepada photo. Kurang lebih sama seperti instagram yang sangat populer di platform iOS itu lah.

****

Itu saja sih yang secara umum saya sering gunakan. Ada tambahan / rekomendasi? :D

Gemini and galaxy mini

Android 101

Setelah saya “hijrah” menjadi pengguna Android-based phone, Samsung Galaxy Mini, cukup banyak teman saya (terutama non-geek) yang bertanya: “Android itu apaan sih?“. Jika banyak teman saya yang bertanya hal seperti itu, besar kemungkinannya banyak orang lain yang memiliki pertanyaan yang sama.

Android itu apa?

Sederhananya, Android adalah operating system untuk mobile devices (handphone, tablet PC, dll). Operating system adalah software yang bekerja langsung memberdayakan hardware. Familiar dengan Windows? Windows adalah operating system untuk PC konvensional. Pikirkan ini: Anda membeli hardware (Monitor, CPU, keyboard, dll) lalu anda install Operating System (Windows / Linux), baru anda install software / aplikasi / program diatas operating system. Android bisa kamu asumsikan seperti Windows, hanya saja untuk mobile devices.

Mobile device OSs

Jika kita berbicara PC, ada tiga operating system yang sangat populer di dunia:

  1. Windows: Berbayar, bisa diinstall di PC manapun
  2. Mac OS X: Secara legal, hanya bisa digunakan / diinstal di komputer bermerk Apple
  3. Linux Based OS (Ubuntu, Fedora, etc): Free & open source. Bisa diinstall di PC manapun.

Jika kita berbicara Mobile Devices, ada beberapa operating system / platform yang banyak digunakan:

  1. iOS: OS untuk iPad / iPhone
  2. BlackBerry: OS untuk smartphone BlackBerry
  3. Symbian: OS yang digunakan Nokia (sepengetahuan saya nokia kini sudah beralih ke Windows mobile platform)
  4. Android: OS gratis dan berkode terbuka yang dapat digunakan oleh vendor manapun. Awalnya dikembangkan oleh Android, inc namun kemudian dibeli oleh Google

Kelebihan Android-based phone

Kelebihan android yang paling jelas adalah keterbukaannya dan integrasinya dengan produk-produk Google, mengingat Android bersifat open source dan kini dikembangkan oleh Google.

Kekurangan Android-based phone

Masalah utama Android adalah keterbukaannya itu sendiri: Karena bersifat terbuka dan dapat digunakan oleh siapapun, terdapat terlalu banyak variasi dari Android phone. Berbeda dengan platform iOS yang hanya digunakan oleh iPhone, pengembang aplikasi untuk Android berhadapan dengan terlalu banyak variasi hardware. Efeknya, pengalaman menggunakan Android phone dan aplikasi-aplikasinya pun bisa jadi inkonsisten untuk user berbeda dengan variasi hardware berbeda.

Gemini and galaxy mini

Memindahkan Address Book BlackBerry ke Android Menggunakan Google Contact

Konsep dan keuntungan cloud computing semakin masuk akal untuk saya sekarang. Lupakan masalah yang sering muncul ketika kamu diharuskan untuk memindahkan isi phonebook ketika kamu berganti handphone. Ketika saya “hijrah” dari BlackBerry ke Android kemarin, solusi cloud address book yang disediakan oleh Google melalui Google Contact sangat membantu saya: Memindahkan 280 data kontak dari BlackBerry ke Android dapat dilakukan dengan sangat mudah. Here’s the how:

PERHATIAN: SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA LANGKAH-LANGKAH DI BAWAH MENYEBABKAN KAMU KEHILANGAN DATA KAMU. LAKUKAN SEMUA LANGKAH INI DENGAN RESIKO DAN TANGGUNG JAWAB MASING-MASING. SAYA HANYA BERCERITA / BERBAGI APA YANG SAYA ALAMI & LAKUKAN.

  1. Pastikan kamu sudah memiliki Google Account dan baik BlackBerry serta Android-phone kamu terhubung ke Internet.
  2. Download dan Install Google Sync for BlackBerry.
  3. Login ke Google via Google Sync for BlackBerry. Sinkronisasi phonebook kamu: BlackBerry akan meng-upload isi phonebook ke Google Contact
  4. Nyalakan android device kamu. Ketika pertama kali menyalakan Samsung Galaxy Mini saya sudah diminta login ke Google Account saya sehingga pada dasarnya menggunakan Android phone sama dengan memanfaatkan layanan-layanan Google semaksimal mungkin
  5. Masuk ke address book. Buka option, dan pilih Sync SNS data: Android akan men-download semua konten phonebook dari Google Contact.
  6. Setelah semua-nya synchronized, LOGOUT dari Googly Sync di BlackBerry, dan data-data di BlackBerry bisa dihapus sekarang. PERHATIAN: jika kamu menghapus data-data di BlackBerry dengan kondisi logged-in ke Google Account, data-data kamu di server Google dapat terhapus.
  7. That’s it! Mudah kan?

Cloud computing memang memiliki beberapa isu seputar privasi, namun kemudahan yang disediakannya sangat membantu sekali. Sebagai catatan, selain mensinkronisasi address book di Google Contact ke android, Google Contact juga dapat dihubungkan ke Address Book-nya MacBook Pro saya. Waw, dalam “satu langkah sinkronisasi” saya bisa memastikan saya memiliki data-data kontak di semua device yang saya gunakan. Kewl.

Gemini and galaxy mini

Selamat Tinggal BlackBerry Gemini, Selamat datang Samsung Galaxy Mini (Android)

BlackBerry Gemini

Beberapa bulan yang lalu saya mulai menggunakan BlackBerry (Gemini). Ada masa dimana saya cukup puas dengan fitur & kemampuannya sehingga saya merekomendasikannya kepada teman-teman saya. Bagaimanapun, pengalaman kurang mengenakkan, keterbatasan dan kebutuhan yang lebih membuat saya melakukan satu hal yang sering saya bahas di blog ini: migrasi. Seperti dari Windows 7 ke Ubuntu dan Ubuntu ke Macintosh, Kali ini saya “hijrah” dari BlackBerry ke Android. Lebih tepatnya, migrasi dari BlackBerry Gemini ke Samsung Galaxy Mini yang secara harga dan segmen pasar saya rasa cukup sama.

Ulasan singkat dari sisi harga

Harga dari BlackBerry gemini white yang saya gunakan dari pertengahan tahun 2010 ini adalah 2,6jt. Hari ini, harganya -jika tidak salah- berkisar di angka Rp 2,2jt. Samsung Galaxy Mini yang saya beli sabtu kemarin memiliki bandrol Rp 1,575 juta.

Mengapa hijrah ke Android

Setelah beberapa bulan menggunakan BlackBerry gemini white, saya menyadari beberapa hal:

  1. Ya, BlackBerry Messanger (BBM) merupakan suatu keunggulan. Masalahnya, saya tidak terlalu suka instant messenger. Lebih banyak distraktif-nya daripada produktifnya.
  2. Menghubungkan BlackBerry dengan device lain is a pain in the ass. Contoh: Mentransfer data menggunakan bluetooth, menghubungkan device ke jaringan wi-fi, you name it.
  3. Saya merasa “terperangkap” dengan skema data plan BIS. Sharing akses internet ke notebook dikenakan biaya tambahan di luar data plan BIS? meh.
  4. Native browser-nya kurang oke.
  5. Kualitas kamera dan aplikasi-aplikasi-nya yang kurang memuaskan
  6. UI dan UX yang .. ah sudahlah

Kekurangan diatas bukan berarti BlackBerry gemini tidak memiliki kelebihan apapun. BlackBerry gemini memiliki berbagai kelebihan. Namun, dari penggunaan device ini saya belajar bahwa apapun keunggulan suatu produk, jika faktor yang membuat kecewanya lebih banyak, keunggulan itu akan terkubur dengan sendirinya. Bagaimanapun manusia adalah makhluk yang emosional. Lesson learned, noted.

Sementara itu, Samsung Galaxy Mini mungkin bukan android phone terbaik dan dikategorikan sebagai entry-level android phone. Pengalaman ber-android akan lebih “terasa” dengan Motorola Droid, Google Nexus S atau Samsung Galaxy Ace. Tapi android-ing dengan biaya Rp 1,5jt? Saya menyebutnya persinggahan sementara dari kompleks BlackBerry di Android land sebelum berakrobat ria di iPhone heaven.

Omong-omong, ini yang saya bisa katakan dari menggunakan Samsung Galaxy Mini sejauh ini:

  1. Secara garis besar, kualitas material Samsung Galaxy Mini tidak bisa dikatakan wah. Yep, entry level phone lah, maklum.
  2. Kualitas kamera jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan BlackBerry Gemini.
  3. Menghubungkan android ke jaringan wi-fi ini luar biasa mudah. Semalam, dengan kondisi simcard tidak dimasukkan, saya bisa mengakses internet rumah via internet sharing-nya Mac.
  4. UI dan UX-nya lebih mudah dimengerti.
  5. Aplikasi-aplikasinya keren.
  6. Native browser berbasis webkit yang bisa dikatakan standar mobile browser untuk smartphone dewasa ini.
  7. Google centric. Sinkronisasi dengan produk-produk Google yang berjalan dengan sangat baik.
  8. Saya bisa bermain Angry Birds dimanapun sekarang. NGAHAHAHAHAHA \m/
  9. Kemudahan dalam menginstall dan pemakaian aplikasi: yang kamu butuhkan hanya konfigurasi Google Account di awal, dan sisanya berjalan secara otomatis. Jauh sekali jika dibandingkan dengan pengalaman menggunakan AppWorld-nya BlackBerry.

Saya belum bisa berbicara banyak mengenai performa Samsung Galaxy Mini karena secara teknis saya baru membelinya kemarin dan belum banyak menggunakannya secara dalam situasi real. However, i feel so excited about this device. Saya akan mengabari lagi hal-hal menarik seputar penggunaan smartphone ini di post-post selanjutnya :D