iPad 2 and Samsung Galaxy Mini

Semenjak maret lalu, saya hijrah dari BlackBerry ke Android Phone dengan berbagai alasan yang salah satunya adalah konektivitas yang lebih bebas, yakni bisa men-tether koneksi handphone ke laptop. Akhir bulan lalu, saat saya mulai menggunakan iPad 2, beberapa teman bertanya “untuk apa?”. Here’s the answer:

  1. Alasan utamanya adalah ketahanan baterai. Entah dengan pengguna lain, tapi dengan pemakaian yang saya lakukan, baterai Samsung Galaxy Mini dengan kondisi ‘always connected to the net‘ hanya tahan 6 – 10 jam. Smartphone secanggih apapun, (untuk saat ini – 2011) jika digunakan untuk mengakses internet terus menerus baterainya tidak akan tahan lama. Jika ada kebutuhan penting sementara kehabisan baterai kan kacau juga 😐
  2. Membaca dan browsing di layar kecil itu kurang menyenangkan. Tidak menyenangkan malah, scroll kesana sini melulu.
  3. Pada titik tertentu, always connected to the net itu distraktif juga.

Jadi ini kesimpulan dan teori sesuka hati sederhana saya:

pisahkan handphone dan internet device

Jadi sekarang, galaxy mini ini berfungsi sebagaimana handphone pada umumnya saja: telpon, sms, pemutar musik, dan kamera. Sesekali device ini juga saya gunakan untuk bermain game atau terhubung ke internet via Wi-Fi untuk sinkronisasi kontak. Untuk internet-related-task, baru gunakan iPad. Kondisi always-connected setidaknya sudah berkurang. Karena tidak semua kondisi memungkinkan untuk membuka iPad, saya bisa lebih perhatian ke hal-hal yang ‘sedang berlangsung’ di sekeliling saya.

Teori ngawur sederhana saya ini bisa saja benar dan bisa saja salah. Tapi kalau tidak dicoba, ya mana pernah tahu.