Posts published on 2008 November

Rencana Selanjutnya : Reconcept FikriRasyid.com Part 1

Written by Fikri Rasyid on November 26, 2008 filed under internet and tagged with ,

Yep. Beberapa hari terakhir blog ini sempat “tidak tersentuh”. Alasannya? Klasik. Saya rasa anda sudah tahu alasan klasik macam apa yang saya maksud. :D

Banyak hal menarik yang terjadi selama seminggu ini. Mulai dari kehadiran saya ke pestablogger 2008, hal – hal menarik dari kehidupan pribadi saya, nilai – nilai baru yang saya pelajari, berbagai e-book menarik yang saya dapat ( salah satunya, The Art & Science of CSS sedang saya print ketika menulis post ini :D ), hingga yang tadi pagi baru selesai saya kerjakan : Meredesign Bloggingly.com

Setiap bulan, saya selalu “mengaudit” bloggingly. Dan bulan ini pun saya lakukan. Elemen yang kurang fungsional di remove, elemen yang memberikan nilai tambah untuk pengunjung saya tambah. Dan entah mengapa, ketika mendesain ulang bloggingly, saya teringat akan blog ini, dan menyadari sesuatu :

fikrirasyid.com merupakan representasi saya di blogosphere n internet.

Masalahnya?

Saya merasa blog ini belum optimal dalam merepresentasikan saya. Secara tampilan dan pengorganisasian konten. Bahasa popnya : Belum Gue Banget Lah. Hal yang belum saya lakukan di Bloggingly, dan belum disini.

Padahal blog pribadi merupakan salah satu representasi utama seseorang di ranah online ( jadi teringat post di NavinoT mengenai markas besar di dunia online :D ). Saya sering membahas hal seperti ini di bloggingly. Dan alangkah tidak indahnya jika saya belum mengaplikasikan apa yang saya kemukakan. :D

Jadi?

Dalam waktu dekat ini, saya akan melakukan perubahan menyeluruh untuk blog ini. Lebih dari desain ulang saya rasa. Pengkonsepan ulang mungkin lebih tepat. Reconcept. Sempat terpikir beberapa konsep baru untuk saya aplikasikan pada blog ini. Banyak hal dan ide yang akan saya libatkan lebih jauh dalam blog ini. Yeah, it would be fun. :)

Terkadang, perubahan strategis perlu dilakukan dalam hidup. Termasuk dalam blog ini.

Bagaimana menurut anda?

8 Langkah Membuat Theme WordPress

Written by Fikri Rasyid on November 16, 2008 filed under internet and tagged with , ,

Well, beberapa dari anda mungkin sudah mengetahui bahwa selain blog ini, saya juga mempublikasikan sebuah blog berniche blogging berdomain http://bloggingly.com. Dan dalam sepekan terakhir, saya di bloggingly berkutat dengan tema pekan ini : Tutorial Cara Membuat Theme WordPress.

Pelajaran yang saya pelajari pekan ini : Membuat tutorial yang baik itu tidak mudah.

:P

Oke deh, untuk anda – anda yang dari dulu dan baru – baru ini penasaran bagaimana cara membuat theme wordpress sendiri, ini link menuju Tutorial yang saya buat di Bloggingly.com

Panduan Membuat Theme WordPress, dalam 8 post saja :

Yup, Have fun with it, dan berikan komentarnya y. :D

The Apple Way – 12 Pelajaran Manajemen Dari Perusahaan Paling Inovatif di Dunia ( Review Buku )

Written by Fikri Rasyid on November 15, 2008 filed under Review and tagged with , ,

Well, agak lama belum menulis review mengenai buku. Bukan apa – apa, tapi akhir – akhir ini berbagai target yang harus segera di selesaikan membuat saya belum sempat membaca buku. Namun syukurlah, kemarin hari saya memiliki kesempatan untuk mengisi kembali neuron di otak saya dengan satu bukumenarik :

The Apple Way, 12 Pelajaran Manajemen Dari Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

The Apple Way. bahkan cover bukunya pun fancy. LOL

The Apple Way. bahkan cover bukunya pun fancy. LOL

Apple = Steve Jobs.

Salah? bisa jadi. Namun setidaknya kesan itulah  yang selama ini saya miliki mengenai Apple inc. Apalagi setelah menemui pidato Steve Jobs untuk upacara wisuda salah satu universitas bergengsi berjudul “Stay Hungry, Stay Foolish” yang bercerita mengenai lika – liku kehidupannya : Bagaimana dia membangun Apple, bagaimana dia ditendang keluar dari Apple, dan Bagaimana dia kembali Ke Apple. Sangat mengesankan. :D

Dan setelah membaca buku ini, kesan yang saya miliki itu semakin kuat.

The Apple Way di tulis oleh Jeffrey L. Cruikshank, berisikan analisa atas Apple dari sisi manajemen. Jadi, ini bukan geek’s stuff. :P buku ini bercerita mengenai Apple sebagai perusahaan, gejolak manajerial yang terjadi di dalamnya, dan strategi – strategi yang digunakan oleh perusahaan yang berhasil menciptakan suatu budaya bernama iPod.

Disampaikan dengan penyampaian yang “Sangat Terjemahan Sekali” ( Tipikal buku asing yang di terjemahkan, dan “gaya penyampaian” asingnya terasa sekali ), menjadikan buku ini buku yang perlu dibaca dengan energi ekstra. Well, meskipun begitu, konten dari buku ini tetap menarik: Mulai analisa strategi margin apple, Bagaimana Apple menemukan masa depan, Bagaimana Steve Jobs merubah paradigma “bentuk mengikuti fungsi” dalam industri komputer, permasalahan seputar hubungan dengan pengembang yang dimiliki Apple, Tips membangun penggemar fanatik produk anda, Strategi marketing Apple, dan masih banyaaaaaaakk lagi hal mengenai Apple dari sisi manajerial.

Tambahan : jika anda heran mengenai kenyataan bahwa Steve Jobs dipecat dari perusahaan yang dibangunnya sendiri, temukan drama bagaimana Steve dipecat karena partner yang dipilihnya sendiri, diikuti dengan semakin memburuknya kinerja Apple, hingga akhirnya, melalui serangkaian kejadian yang ajaib, Steve Jobs, “Si Ksatria berkuda putih”-nya Apple ini menyelamatkan Apple dari ancaman kebangkrutan dan menciptakan badai keuntungan luar biasa untuk Apple melalui kombinasi ide jeniusnya : iMac, iPod & iTunes Music store.

Waw, menarik. :D

Satu hal lagi yang saya suka dari The Apple way. buku ini memberikan satu kesimpulan dari setiap bahasan bab nya. Satu hal berguna yang tidak diberikan oleh semua buku manajemen. :D

dan beberapa ( bukan beberapa sih. BANYAK :P ) kesimpulan yang sangat saya sukai dari buku ini :

  • Berada 3 tahun lebih dulu dari pasar dan mengeluarkan biaya 2 kali lipat dari pesaing merupakan metoda yang buruk
  • Percaya masa depan? Jangan biarkan divisi penelitian dan pengembangan anda kelaparan
  • Buat produk tampak ramah
  • Jika anda benar – benar tahu apa yang ingin anda lakukan, abaikan orang – orang skeptis
  • Berinovasilan, tapi jangan memaksakannya
  • “Sederhana” bisa jadi merupakan kerumitan yang luar biasa
  • Ciptakan produk dengan perubahan, namun melindungi kesinambungan
  • SEIMBANGKAN “VISI” dan “KENYATAAN”
  • Jangan membayarkan tiket pesawat dewan penasihat anda
  • Semua ahli ( termasuk ahli pemasaran ) pernah salah
  • Jika semua cara penjualan gagal, juallah sendiri
  • Jangan terlalu mengakar pada sesuatu
  • Menyindir penjahat = menciptakan fanatisme = kombinasikan humor & teror!
  • Jangan melakukan sesuatu yang fatal. Musuh dari musuh anda adalah teman anda
  • Pemimpin yang hebat menerapkan nilai yang hebat
  • Keunggulan kompetitif memudar seiring dengan waktu
  • Pahami dan gunakan kekuatan anda

Wow. tadinya saya ingin menuliskan beberapa saja. Tapi banyaknya pelajaran yang terdapat pada The Apple Way ini membuat saya tidak bisa tahan untuk menuliskannya :D

Wohoo. menarik sekali. Jika anda kagum dengan perusahaan yang tidak hanya menciptakan teknologi tapi juga budaya pop ini, saya sarankan anda untuk membacanya. Highly reccomended.

Enjoy! :D

“Dig” dalam Narasi Impresionistis dan keheningan malam

Written by Fikri Rasyid on November 11, 2008 filed under Pendidikan, Personal, Review and tagged with ,

Ketika itu malam. keheningan mulai larut, dan pancaran layar beresolusi 1024 X 768 piksel mulai melelahkan mata saya. Ingin rasanya menekan ikon start di sudut kiri bawah desktop, menekan ikon turn off your computer dan segera merapat dalam dekapan selimut yang hangat. Tapi itu bukan pilihan yang tepat. Masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan malam ini.

Saya butuh penyegaran, batin saya. Harus ada sesuatu yang turut meramaikan keheningan malam ini.

Segera saya buka aplikasi windows explorer, dan sebuah direktori dengan ukuran file sebesar 5.53 Gigabyte berisi file dengan ekstensi .mp3 menjadi destinasi saya. Saya pilih sebuah sub direktori bernama “incubus“, dan sebuah file bernama 03 Dig.mp3 segera saya putar dengan aplikasi GomPlayer, software media player favorit saya.

Satu lagu dari Incubus berjudul Dig dari album terbarunya, Light Grenade mulai mengalun dari speaker PC saya. Memecah keheningan malam.

Sederhana, dalam, dan mengesankan. Ini lagu halus dengan tempo yang pelan. Untuk band alternative seperti incubus, dimana mereka tidak terkekang oleh aturan notasi genre apa yang akan mereka mainkan namun lebih sering mengkombinasikan musik dengan distorsi dalam komposisinya, lagu ini sangat berbedabeda.

Benar – benar berbeda.

Cukup berbeda untuk membuat saya mengalihkan perhatian sejenak dari apa yang semestinya saya kerjakan, dan membuat suasana malam yang hening menjadi lebih impresif.

Lagu ini memiliki semua elemen yang harus dimiliki oleh lagu berkategori “keren” menurut saya : Dibawakan oleh musisi yang tepat, Emosi lagu yang tepat, komposisi yang mengalir, dan satu hal yang sangat penting : Lirik yang ambigu dan dalam. Bagian lirik yang sangat mengena menurut saya :

We all have a weakness
But some of ours are easier to identify.
Look me in the eye

Satu bait tentang “Kita semua orang memiliki kelemahan, dan kamu tahu itu”

We all have a sickness
That cleverly attaches and multiplies
No matter how hard we try.

Bait yang lain mengenai “Kita semua memiliki kelemahan, dan selalu bertambah, entah bagaimana caranya”

If I turn into another
Dig me up from under what is covering
The better part of me
Sing this song
Remind me that we’ll always have each other
When everything else is gone.

Satu reffrain yang indah mengenai “Tolong ingatkan saya bahwa kita saling memiliki ketika yang lain tidak perduli lagi, dan pahami pahamkan saya bahwa saya memiliki satu bagian yang lebih baik ketika saya berubah “

Waw. Satu syair yang indah.

Dan cukup indah untuk menemani saya dan komputer pribadi saya malam itu.

Sejenak saya terdiam memperhatikan alunan lagu ini, lalu ikut melantunkannya pada beberapa bagian yang sangat berkesan. Ketika GomPlayer saya selesai memutar lagu ini dan mulai memainkannya kembali, saya kembali pada posisi duduk yang nyaman untuk mengetik. Tangan saya kembali menjamah tombol – tombol keyboard. Otak saya mengrimkan sinyal kepada otot jari saya untuk bergerak. Memberikan perintah ke proscessor komputer untuk menampilkan karakter huruf yang dimasukkan melalui keyboard.

Saya kembali melanjutkan pekerjaan saya.

A Chibi Illustration of Fikri

Written by Fikri Rasyid on November 9, 2008 filed under Fikri's Craft and tagged with

Kemarin, saya membuat image chibi dari karakter saya. Well, semenjak momen ketidak lulusan desain komunikasi visual, mengikuti program course web development hingga sekarang ada di program sarjana pendidikan bahasa inggris, saya belum mengembangkan lagi bakat menggambar yang saya tempa melalui ribuan gambar pada halaman belakang buku tulis dari tingkat SD hingga SMA ini sih :

Chibi illustration of Fikri

Chibi illustration of Fikri

Tapi saya kira, untuk satu keahlian yang sudah lama belum dilatih kembali, quite good lah. Bagaimana menurut anda? :D

Jangan Mau Orang Tertarik pada Anda Hanya Karena Penampilan Anda Menarik

Written by Fikri Rasyid on November 6, 2008 filed under Analisa, Personal and tagged with , ,

Ini hal yang sangat menarik menurut saya. Tadi saya melihat komentar Mr.X di post tentang Perbedaan Pria dan Wanita dalam Hal ketertarikan terhadap lawan jenis, dan beliau berpendapat bahwa ganteng ( penampilan ) merupakan hal paling utama di mata wanita.

Well, saya menghargai pendapat Mr.X.

Saya selalu mencoba perbedaan pendapat karena bagaimanapun, keanekaragaman membuat dunia ini menjadi lebih indah.

Dan itu berarti saya juga boleh menyampaikan pendapat dan berkomentar dong? Boleh kita saling berbeda pendapat, asalkan disampaikan dengan cara yang santun dan beretika. :)

Oke, ini pendapat saya :

Ketertarikan karena penampilan merupakan salah satu ketertarikan yang paling patut dihindari. Meskipun ya, tanpa kita sadari seringkali kita memilih sesuatu berdasarkan penampilan.

Namun menurut saya, lebih baik jangan tertarik karena penampilan. Dalam konteks ini, jangan tertarik kepada wanita hanya karena penampilannya menarik ( cantik ) dan Jangan mau orang tertarik kepada anda hanya karena anda menarik ( ganteng ).

Mengapa?


Karena penampilan adalah salah satu parameter yang paling semu. paling mudah berubah.

Katakanlah seseorang tertarik pada anda pada suatu pertemuan. Ketika itu anda berpenampilan sangat rapi. Di lain waktu orang yang tertarik pada anda tersebut kembali bertemu pada anda, dan anda sedang “menjadi diri anda apa adanya”. Tanpa dandan, tanpa make up, tanpa outfit bermerek yang membuat anda pede. Bayangkan apa yang terjadi.

Contoh yang lebih ekstrim : Anda menikah, dengan seseorang yang mencintai anda karena penampilan anda menarik. Suatu saat, terjadi insiden yang membuat penampilan anda tidak menarik lagi. Misalkan seseorang menikahi anda karena badan anda atletis. Setelah 10 tahun, badan anda tidak atletis lagi. Lalu?

penampilan merupakan parameter yang paling semu.

Saya pribadi, lebih memilih orang tertarik karana karakter. Karakter, kepribadian. Sesuatu yang lebih tahan lama. Sesuatu yang tidak mengenal seperti apa potongan rambut anda, atau outfit apa yang anda kenakan, atau bagaimana kondisi keuangan anda, atau apakah anda berada dalam kondisi yang prima atau tidak.

Sesuatu yang datang dari hati, sesuatu yang semua orang dapat miliki jika memang berkeinginan.

bagi saya pribadi, karakter merupakan sesuatu yang lebih hakiki dan tahan lama.

Sesuatu seperti ketulusan, keikhlasan, keceriaan, keinginan untuk memberi lebih kepada orang lain, keinginan untuk membahagiakan orang lain, usaha yang sungguh – sungguh untuk mencapai sesuatu, kemauan untuk berkorban, turut bahagia ketika orang lain bahagia, dan lain – lain. bagi saya pribadi hal seperti itu jauh lebih indah dari penampilan.

Terdengar seperti “ah-saya-kan-tidak-seperti-itu”?

bukan tidak, belum. belum memutuskan untuk seperti itu. Saya pribadi masih jauh dari kualifikasi seperti itu. Tapi setidaknya berusahalah. Menetapkan tujuanlah. Berdo’a lah. Saya yakin Tuhan tidak tidur dan Tuhan memiliki lebih dari cukup untuk mengabulkan permohonan saya yang hanya memohon agar karakter saya di buat lebih baik lagi.

Ya, memang kenyataannya adalah menarik dan tertarik menggunakan cara seperti ini terbukti sih : Tercapai dalam jangka waktu yang biasanya relatif lebih lama. Tapi hasilnya bertahan lebih lama bukan? ;)

bagaimana menurut anda?

Mengapresiasi Karya Seni Bernama Pembacaan Puisi

Written by Fikri Rasyid on November 4, 2008 filed under Pendidikan, Personal and tagged with ,

Hari itu siang. kombinasi terik – berawan menghiasi langit sebagaimana hari – hari pancaroba pada umumnya. Sengatan matahari, hembusan angin siang, tetes keringat yang mengucur sebagai upaya sekresi sistem pengeluaran manusia adalah tiga hal yang dapat kuingat kala itu.

Kulkangkahkan kakiku menuju university centre kampus yang baru saja selesai di bangun. Khusus hari ini, mata kuliah Bahasa Indonesia yang kuikuti tidak diadakan di kelas seperti biasa. Entah apa yang ada dalam benak dosen ku kala itu. Penyegaran? Pergantian suasana? Lari dari ruang 8 X 10 M yang setiap hari ditemuinya? entahlah. Apapun alasannya, yang ada di kepalaku hanya instruksi kaku seperti yang dikatakan seorang kapten pada anak buahnya di tengah latihan militer : Segera tuju university centre! Tidak perlu menghabiskan protein untuk membuat neuron otak bekerja mencari alasan mengapa aku melangkahkan kakiku. Segera tuju university centre! titik.

Sesampainya di university centre, duduk sekitar 10 menit di lobby bangunan yang baru berdiri dan belum rampung selesai itu, lalu aku dan rekan – rekan se-mata kuliah bahasa indonesia digiring ( penghalusan? dari diarahkan. atau sebaliknya? ) menuju areal parkir Gedung University Centre. Hmm, ternyata alasan mengapa kelas kami tidak dilakukan dalam ruang 8 X 10 M seperti biasa adalah Dosen kami, mengundang seorang rekannya yang seorang sastrawan yang tengah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif untuk menunjukan secara langsung, secara live, secara tatap mata, dan secara – secara lain yang tepat untuk mendeskripsikan ” melihat langsung dengan mata kepala sendiri” proses penyajian suatu karya seni bernama Pembacaan Puisi.

Lima menit setelah dosenku memberikan pengarahan mengenai apa-mengapa-dimana dan pertanyaan kasual bergaya 5W + 1 H jurnalistik mengenai “mengapa hari itu kami tidak kuliah dalam ruang kelas, mengapa kami berkumpul disini, siapa yang saya undang untuk kalian hari ini dan apa yang akan orang yang saya undah lakukan”, Sastrawan rekan dosenku tersebut, pria dengan panggilan Kang Ayi, lelaki tinggi dengan rambut menjulur panjang dengan celana jeans, mengingatkanku dengan vokalis slank pada era awal band tersebut memulai karirnya, ( minus tato di dada dan high saat manggung tentunya ) mulai berdiri, memperkenalkan dirinya, dan memberikan sebuah introduksi mengenai pembacaan puisi. Suatu jenis kegiatan seni yang mungkin kalah populer di kalangan anak muda generasi sekarang jika di bandingkan dengan hmmm… ambil satu contoh : ngeband.

Selesai introduksi, akhirnya pertunjukan utamanya dimulai : Pembacaan Puisi. Bukan pembacaan puisi kelas pemula dimana sang pembaca puisi berdiri gemetaran meremas secarik kertas dengan ekspresi tanggung dan membacakan puisi sekeras – kerasnya. Bukan. Yang satu ini pembacaan puisi yang telah dihafal di luar kepala oleh Kang Ayi, disertai aksi teatrikal dimana Kang Ayi menggunakan seluruh elemen tubuhnya yang bisa digunakan, untuk menjelaskan secara visual keadaan dari puisi tersebut. Satu teknik yang “di adaptasi dari teater”, akunya.

OK, sejenak aku terkesima. Untuk seseorang yang pengetahuan seninya berputar – putar diantara musik alternative, komposisi tidak umum incubus, Manga karangan beberapa mangaka, buku – buku pengembangan diri dan pokok bahasan yang jarang dibaca oleh rekan – rekan segenerasi dan postingan di blog, karya seni bernama pembacaan puisi ini ok juga. Ok jika dilakukan dengan melibatkan emosi, seperti yang dilakukan kang Ayi.

Seperti Brandon Boyd yang tengah menyanyikan Pantomime di Red Rocks venue : Impresif

Pesan moral dari post ini : Pembacaan Puisi merupakan sesuatu yang keren, jika dilakukan dengan tepat : Melibatkan perasaan.

Bagaimana menurut anda?

( Assigment untuk mata kuliah Bahasa Indonesia. Minimal 500 kata, maka keluar sisi lain saya : hiperbolis dan mengasosiasikan sesuatu kemana – mana. Well, bagaimana Pak Andika? )

Sering Kali, sesuatu yang sebenarnya adalah kebalikan dari apa yang kita rasakan

Written by Fikri Rasyid on November 2, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal and tagged with , ,

Beberapa kejadian akhir – akhir ini membuat saya menarik beberapa kesimpulan baru mengenai kehidupan :

Sering kali, sesuatu yang sebenarnya adalah kebalikan dari apa yang kita rasakan…

Sering kali, seseorang yang paling bingung adalah orang yang paling paham…
Sering kali, seseorang yang nampak tegar malah merupakan orang yang paling rapuh jiwanya…
Sering kali, sesuatu yang baik untuk kita merupakan sesuatu yang sangat tidak kita sukai….
Sering kali, sesuatu yang membuat anda membenci kehidupan merupakan pelajaran yang akan menyelamatkan hidup anda…

dan banyak lagi sesuatu yang hakikatnya berlawanan dengan apa yang kita inderai dengan panca indra dan perasaan.

Bagaimana menurut anda?