Well, agak lama belum menulis review mengenai buku. Bukan apa – apa, tapi akhir – akhir ini berbagai target yang harus segera di selesaikan membuat saya belum sempat membaca buku. Namun syukurlah, kemarin hari saya memiliki kesempatan untuk mengisi kembali neuron di otak saya dengan satu bukumenarik :

The Apple Way, 12 Pelajaran Manajemen Dari Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

The Apple Way. bahkan cover bukunya pun fancy. LOL

The Apple Way. bahkan cover bukunya pun fancy. LOL

Apple = Steve Jobs.

Salah? bisa jadi. Namun setidaknya kesan itulah  yang selama ini saya miliki mengenai Apple inc. Apalagi setelah menemui pidato Steve Jobs untuk upacara wisuda salah satu universitas bergengsi berjudul “Stay Hungry, Stay Foolish” yang bercerita mengenai lika – liku kehidupannya : Bagaimana dia membangun Apple, bagaimana dia ditendang keluar dari Apple, dan Bagaimana dia kembali Ke Apple. Sangat mengesankan. 😀

Dan setelah membaca buku ini, kesan yang saya miliki itu semakin kuat.

The Apple Way di tulis oleh Jeffrey L. Cruikshank, berisikan analisa atas Apple dari sisi manajemen. Jadi, ini bukan geek’s stuff. 😛 buku ini bercerita mengenai Apple sebagai perusahaan, gejolak manajerial yang terjadi di dalamnya, dan strategi – strategi yang digunakan oleh perusahaan yang berhasil menciptakan suatu budaya bernama iPod.

Disampaikan dengan penyampaian yang “Sangat Terjemahan Sekali” ( Tipikal buku asing yang di terjemahkan, dan “gaya penyampaian” asingnya terasa sekali ), menjadikan buku ini buku yang perlu dibaca dengan energi ekstra. Well, meskipun begitu, konten dari buku ini tetap menarik: Mulai analisa strategi margin apple, Bagaimana Apple menemukan masa depan, Bagaimana Steve Jobs merubah paradigma “bentuk mengikuti fungsi” dalam industri komputer, permasalahan seputar hubungan dengan pengembang yang dimiliki Apple, Tips membangun penggemar fanatik produk anda, Strategi marketing Apple, dan masih banyaaaaaaakk lagi hal mengenai Apple dari sisi manajerial.

Tambahan : jika anda heran mengenai kenyataan bahwa Steve Jobs dipecat dari perusahaan yang dibangunnya sendiri, temukan drama bagaimana Steve dipecat karena partner yang dipilihnya sendiri, diikuti dengan semakin memburuknya kinerja Apple, hingga akhirnya, melalui serangkaian kejadian yang ajaib, Steve Jobs, “Si Ksatria berkuda putih”-nya Apple ini menyelamatkan Apple dari ancaman kebangkrutan dan menciptakan badai keuntungan luar biasa untuk Apple melalui kombinasi ide jeniusnya : iMac, iPod & iTunes Music store.

Waw, menarik. 😀

Satu hal lagi yang saya suka dari The Apple way. buku ini memberikan satu kesimpulan dari setiap bahasan bab nya. Satu hal berguna yang tidak diberikan oleh semua buku manajemen. 😀

dan beberapa ( bukan beberapa sih. BANYAK 😛 ) kesimpulan yang sangat saya sukai dari buku ini :

  • Berada 3 tahun lebih dulu dari pasar dan mengeluarkan biaya 2 kali lipat dari pesaing merupakan metoda yang buruk
  • Percaya masa depan? Jangan biarkan divisi penelitian dan pengembangan anda kelaparan
  • Buat produk tampak ramah
  • Jika anda benar – benar tahu apa yang ingin anda lakukan, abaikan orang – orang skeptis
  • Berinovasilan, tapi jangan memaksakannya
  • “Sederhana” bisa jadi merupakan kerumitan yang luar biasa
  • Ciptakan produk dengan perubahan, namun melindungi kesinambungan
  • SEIMBANGKAN “VISI” dan “KENYATAAN”
  • Jangan membayarkan tiket pesawat dewan penasihat anda
  • Semua ahli ( termasuk ahli pemasaran ) pernah salah
  • Jika semua cara penjualan gagal, juallah sendiri
  • Jangan terlalu mengakar pada sesuatu
  • Menyindir penjahat = menciptakan fanatisme = kombinasikan humor & teror!
  • Jangan melakukan sesuatu yang fatal. Musuh dari musuh anda adalah teman anda
  • Pemimpin yang hebat menerapkan nilai yang hebat
  • Keunggulan kompetitif memudar seiring dengan waktu
  • Pahami dan gunakan kekuatan anda

Wow. tadinya saya ingin menuliskan beberapa saja. Tapi banyaknya pelajaran yang terdapat pada The Apple Way ini membuat saya tidak bisa tahan untuk menuliskannya 😀

Wohoo. menarik sekali. Jika anda kagum dengan perusahaan yang tidak hanya menciptakan teknologi tapi juga budaya pop ini, saya sarankan anda untuk membacanya. Highly reccomended.

Enjoy! 😀