Selamat tinggal, Toshl. Dari empat tahun lalu gue pake kok perasaan begitu-begitu aja. Terlebih lagi semakin banyak input data + tag, kok semakin jadi tidak menyenangkan UX-nya1. Yang paling aduh, pembaharuan antarmuka yang akhir tahun diperkenalkan kemarin benar-benar ngga banget.

Untung segera ketemu penggantinya, pas di akhir / awal tahun jadi berasa fresh start gitu *apalah*: Spendee.

Spendee

Saat ini, Spendee baru tersedia di iOS dan android device aja, tapi yang gue suka dan kepake banget dari Spendee:

  1. UI-nya bagus. Bersih. Clean.
  2. Kategori-nya pre-defined. Dari pengalaman gue menggunakan Toshl, pre-defined category ini penting untuk menghindari taksonomi data yang membludak. Kerennya lagi, kalo emang ngga ada predefined-category yang cocok, lu tetep bisa buat custom category.
  3. Bisa attach lokasi
  4. Bisa attach foto. Yay! Cocok buat nge-attach bon / bukti pembelian.
  5. Ada widget + quick entry button untuk notification center-nya iOS. Ini memudahkan banget untuk  masukin log pembelian secara cepat.
  6. Sistem wallet-nya cocok banget buat bapak-bapak macem gue. Gue bisa bikin beberapa wallet di Spendee: satu wallet untuk cashflow uang utama di keluarga, satu wallet untuk cashflow rekening tabungan, dll. Note: multiple-wallet-nya tersedia hanya untuk pro account. Untuk versi free, user hanya bisa memiliki satu wallet saja.
  7. Wallet-nya bisa di-share ke user lain. Jadi wallet cashflow gue bisa diisi/edit/hapus bersamaan dengan istri gue. Yay! Note: hanya tersedia di pro account

Gue menggunakan versi free-nya Spendee selama beberapa hari. Setelah itu langsung update ke versi pro-nya. It’s worth the money.


  1. Basically tag-nya jadi ngga terkontrol berujung ke males make app dan banyak missing logs