Typing the future

Typing the future

16 Oktober lalu gue tepat berusia 22 tahun. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, meskipun terlambat banget beberapa hari tapi gue berusaha menulis apa yang sedang ada di pikiran gue mengenai usia ini agar bertahun-tahun kedepan, kalau gue masih di kasih umur gue bisa ngeliat kebelakang dan ketawa dalam hati “dih gue dulu gitu ya” :))

Anyway, pikiran untuk melihat kebelakang ini membuat gue membuka kembali tulisan ulang tahun gue beberapa tahun kebelakang semenjak gue menulis di blog ini:

Yang menarik itu tulisan di tahun 2010. Gue menyempatkan melihat ke belakang dan menulis harapan-harapan ke depan. Menarik anyway, mengingat kembali apa yang gue pribadi harapkan beberapa tahun sebelumnya. Beberapa hal tercapai dan beberapa hal tidak / belum tercapai. Well that’s life πŸ™‚

Ada banyak sekali hal yang memorable selama setahun belakangan. Dimulai dari keadaan finansial yang alhamdulillah semakin stabil, remote working BINUS DMD yang semakin menemukan bentuknya (ditambah perjalanan bulak balik Bandung – Jakarta yang sudah hampir akan setahun saya lakukan, dengan total 3,6jt habis untuk membayar travel saja LOL – hint: gue menggunakan toshl untuk mencatat setiap pengeluaran), kuliah yang sudah habis kehidupan kelasnya, hubungan dengan pasangan yang semakin naik ke level berikutnya, mamah yang sempat sakit agak lama, berbagai peluang yang muncul dan menarik untuk diulik, knowledge baru yang gue temukan seiring dengan berjalannya waktu & project, dan banyak lagi.

Intinya sih, tau-tau udah berusia 22 tahun lagi saja. Yang lebih epic itu saat ngobrol dengan mamah dan bilang “Dih, anak mamah udah 22 tahun lagi aja mam. Kerasa ngga?“. :))

Ah, thank God for everything. Alhamdulillah :’)

Mengenai target ke depan, gue selalu menekankan betapa pentingnya punya target yang jelas karena kalau targetnya jelas biasanya relatif lebih memungkinkan untuk terjadi. Setelah dipikir-pikir, untuk saat ini yang perlu gue capai secara garis besar itu:

  1. Lebih dewasa lagi di tahun ini. Lebih tenang dan stabil emosinya. Lebih dekat ke Pencipta. Lebih produktif tapi tidak terikat terhadap hal-hal yang bersifat materialistik. Lebih mampu mengendalikan diri. Lebih fokus ke hal-hal yang esensial. Lebih efisien. Lebih adil. Lebih work-life balance. Lebih spiritual.
  2. Manguasai / mastering satu skill secara spesifik.
  3. Beresin skripsi. Harus beres akhir tahun ini. Paling lambat Januari 2013. Gue harus wisuda di gelombang pertama tahun depan. Ada banyak banget kesempatan yang muncul dan gue ngga bisa membiarkan status gue sebagai mahasiswa yang lagi beresin skripsi ngehalangin gue untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu. No more sidejobs until the end of the year. Hilang penghasilan beberapa bulan tapi kalau ini sudah selesai gue bisa tancap gas secepatnya.
  4. Income di angka IDR 25jt / USD 2,500 perbulan. Ini target yang terasa wah sekali dan sedikit menakutkan apakah gue mampu meraihnya atau ngga. Tapi kalau gue ngga memberanikan diri untuk menargetkan ini, selamanya angka ini akan jadi mustahil buat gue. Kalo ditanya caranya gimana… ntah gue juga belum tau cara pastinya bagaimana untuk meraih angka ini (kalo udah tau caranya ya pasti udah tercapai kali LOL). Tapi kalo gue buat target dan mulai berusaha, biasanya jalannya muncul sendiri. Ya beraniin aja dulu punya target πŸ˜€
  5. Building my own thing. Beberapa bulan terakhir gue kerja dengan frekuensi yang lumayan padat dan gue menyadari satu konsep yang dulu banget gue pelajari di buku Cashflow Quadrant (terlepas dari kritik akan Kiyosaki): lu bisa kerja dan memiliki penghasilan yang lumayan, tapi lu ngga bisa kerja selamanya dan waktu yang lu miliki terbatas. This is really true. I need to find another sustainable method in generating income.

Untuk satu tahun kedepan sepertinya temanya akan berada di seputar lima poin yang gue sebutin. Sebenarnya ada banyak target pribadi lain seperti relationship, travelling, ownership, dll, tapi lima faktor yang udah gue sebutkan ini bakal jadi jangkar yang mempengaruhi target-target lain yang gue miliki. Fokus ke lima hal ini, dan tarik target-target yang lain.

Bagaimanapun, manusia berencana dan berusaha sekuat tenaga untuk memantaskan diri, Allah yang menentukan.

Bismillah, mari berusaha dulu. Sampai jumpa di 16 Oktober tahun depan. Semoga masih diberi umur ya πŸ™‚