Perbedaan Yang Tidak Perlu

Written by Fikri Rasyid on June 12, 2010 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Saat saya menulis ini, saya sedang tidur-tiduran di sofa rumah orang tua saya, menikmati waktu senggang malam minggu sembari menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2010 antara Argentina vs Nigeria sembari mengetik post ini melalui aplikasi WordPress for BlackBerry yang tengah saya jajal.

Saya melihat televisi: di Piala Dunia, orang dari berbagai suku bangsa berkumpul jadi satu.

Hitam, putih, afro, hispanik, latin, anglo saxon..

Lebih menarik lagi negara yang multi etnis, yang dalam satu timnya ada orang-orang “pribumi” dan “keturunan” seperti prancis dll.

Look at them.

Keren sekali ya?

Tidak melihat perbedaan fisik: selama kamu pemain terbaik di negara tersebut, kamu berharga.

Manusia, dilihat dari apa yang bisa dilakukannya: yang berarti apa hasil usaha dan jerih payahnya melatih diri. Bukan perbedaab yang tidak perlu.

Saya berandai-andai: andaikan dalam kehidupan sehari-hari kita melihat orang lain tidak berdasarkan perbedaan yang tidak perlu seperti faktor fisik, kemampuan finansial, status sosial dan lain-lain melainkan berdasarkan apa yang mereka mampu lakukan dan mereka telah lakukan,

Keren sekali ya?

Hari ini kondisi sosial kita mungkin belum seperti itu, tapi suatu saat nanti, siapa yang tahu?

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

18 Responses for This Thought

  1. pakzam

    12 June 2010

    keren sekali

  2. fajarfaqih

    12 June 2010

    Ya, mari kita mulai dari lingkungan terkecil untuk menghargai, dan menikmati perbedaan tersebut. Tidak mudah memang sebenarnya untuk dilakukan, perlu banyak faktor yang mendukung semua itu.

    • Fikri Rasyid

      14 June 2010

      yep. start small, start now, start from yourself *pake sorban dan menyanyi jagalah hati* :D

  3. Adhie // DesainQu

    13 June 2010

    Yep betul, semua orang sederajat dan bukan dibedakan dari warna kulitnya.
    Kita dihargai karena apa yang kita lakukan untuk orang banyak, bukan dinilai dari rasnya :)
    Btw tentang Piala Dunia 2010, coba kita liat sosok Nelson Mandela yang mampu menghapus perbudakan di Afrika Selatan. Bahkan sekarang negara ini mampu jadi tuan rumah Piala Dunia.

    • Fikri Rasyid

      14 June 2010

      yap. Rasis dan membeda2kan manusia berdasarkan variabel yang tidak bisa dirubah itu sangaaaaaat terbelakang :D

  4. Saiful

    13 June 2010

    Mas Fikri, ada yang aneh tuh di comments.php-nya.

    Pas saya nulis komentar ini, tertulis “3 komentar untuk post ini”, padahal yang muncul cuma 1.

    Anyway, saya juga setuju. Perbedaan-perbedaan itu Tuhan ciptakan agar kita bisa saling memahami satu sama lain.

    • Fikri Rasyid

      14 June 2010

      Oh, thanks untuk masukannya. Itu salah satu ke-anehan wp sebenarnya (atau saya memang belum tahu cara menyelesaikannya). Jadi memang ada tiga, tapi yang satu sudah di approve, yang dua masih di moderasi :)

      Yap memang perbedaan itu diadakan agar manusia saling memahami kan? :)

  5. Ardianzzz

    14 June 2010

    Saya menanggapi templet blog saja ya :) seperti yang diminta di pemberitahuan, tapi disini saja :p

    Ah ya, dalam beberapa hal sepertinya saya kurang mantap dengan desain ini, berikut poin-poinyaa.

    Apakah desain ini tergolong vintage? hmm, saya kurang sreg dengan tipografinya. Sentuhan klasik sudah masuk pada penanggalan, tetapi langsung digebrak dengan font sans-serif segede gaban ilang deh.. :p
    Kenapa tidak menggunakan font serif? saya rasa lebih matching dengan konsep. Selain itu sepertinya whitespace yang diguakan kurang proporsional.

    Beberapa cacat seperti dokumen tidak valid XHTML Transitional (53 errors),dan sepertinya penggunaan padding kurang konsisten yah :)
    itu saja dulu, kalau kebanyakan dimakan akismet nanti :p

    • Fikri Rasyid

      16 June 2010

      thanks buat masukannya. harusnya dikomentari lewat facebook page saja, biar bisa panjang lebar :)

      mengenai stylenya, sejujurnya ini saya buat diakhir 2009 (kalau tidak salah) dan ketika itu saya tidak terlalu memperhatikan variabel style, desain ini lebih ke eksperimen2 saya. Jadi kalau nabrak ya wajar saja, orang niatnya juga menabrak batasan itu kok.

      kalau masalah keluar batasan malah jadi ngga enak, itu lain kisah. yang penting buat dulu :p

      mengenai tipografi, wakti itu influence saya a-list-apart. terkesima dengan minimalistiknya yang menggunakan verdana berukuran kecil. Tapi sekarang kalau dilihat2 saya juga agak kurang sreg sih :)

      mengenai dokumen tidak valid, validitas dokumen memang tidak jadi prioritas saya. cek saja situs2 besar seperti google, facebook, youtube, apple, you name it. apakah mereka valid? nope. gunanya validitas dokumen (setahu saya, CMIIW) itu memudahkan konsistensi tampilan agar sama disemua browser. fokusnya adalah tampilan yang stabil di setiap browser yang terkadang, malah validitas itu yang menjadi hambatan.

      but anyway, tampilan blog saya ini hanya stabil di browser modern. no support for old school and silly browser like IE :p

  6. Agung Prasetyo

    14 June 2010

    Pendahulu Indonesia pun sudah mengingatkan “berbeda-beda tetap satu jua”.

    Tapi, sekarang makna tersebut seperti terlupakan atau mungkin sengaja untuk dilupakan. Jika kita mampu menghargai satu sama lainnya. Saya yakin Indonesia kembali ke Fitrahnya.

    World Cup? I like it. No more Different.

  7. Japestinho

    14 June 2010

    Yeah, i like this post brad :D *ga ada tombol likenya ya LOL

    Sebenarnya satu budaya yang masih belum hilang ini di Indonesia. Lihat saja perang antar suku, antar etnis yang terjadi di Indonesia masih sangat terasa sampe sekarang. Coba masalah ini bisa terselesaikan dengan adil dan bijaksana, tentu gw rasa persatuan Indonesia bisa tercapai sesuai sila ke-tiga di pancasila kita :D

    • Fikri Rasyid

      15 June 2010

      Haha, kaya bhineka tunggal ika punk rocknya SID brad.

      Wkwk, kurang social nih blog gue LOL

  8. Hangga Nuarta

    14 June 2010

    Wah keren Mas. Saya sendiri mas sering melabeli orang dari fisiknya. Dan sering tertipu. Saya kira anak yang wajah dan penampilannya acak-acakan dan tampak ngantuk itu orang yang pemalas dan bodoh, eh ternyata dia lumayan pintar.

    Jadi jangan keburu nilai hanya dari penampilan ya. Lihat dulu gimana kerjanya. Berbeda kan bukan berarti salah. :D

    • Fikri Rasyid

      15 June 2010

      Yap. Kalau tidak salah salah sau filosofi google juga membahas mengenai “kebebasabpenampilan” d tempat kerja deh :)

      Wahaha, saya juga penampilannya acak2an & tampak ngantuk loh LOL

  9. Caroline

    16 June 2010

    yep. start small, start now, start from yourself *pake sorban dan menyanyi jagalah hati* :D

    • Fikri Rasyid

      18 June 2010

      Jiahahaha, saya juga pernah buat status yang sama persis seperti ini LOL

  10. Ulasan WordPress for BlackBerry

    28 June 2010

    [...] untuk ide-ide pendek saat ini masih tersalurkan via twitter. Bagaimanapun, saya sempat mencoba menulis post dan mempublikasikannya melalui aplikasi ini dan hasilnya cukup oke (meskipun tidak bisa rich [...]

  11. jeungjane

    07 July 2010

    yups! perbedaan itu indah… Allah SWT ga menciptakan produk massal yg sama persis antara satu dengan yg lainnya… seharusnya manusia menyukuri perbedaan yang menjadikan manusia satu dengan yang lainnya unik… :)

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.