Masalah: Musibah Atau Anugerah

Written by Fikri Rasyid on May 21, 2010 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Fire Disaster

Image is courtesy of millzero: Fire: Disaster in the city

Sudah pernah nonton film Kungfu Panda? Ada beberapa kalimat yang sangat saya suka dari film animasi yang dirilis beberapa tahun yang lalu itu. Salah satu yang paling saya suka adalah kalimat yang diucapkan Master Oogway ketika Master Shifu tergopoh-gopoh datang ke bukit dan mengabarkan kabar burukatu bahwa Tai Lung (murid terkuatnya yang berubah menjadi jahat) berhasil kabur dari penjara:

Shifu, There is no good or bad news. There is only news.

Shifu, tidak ada kabar baik atau kabar buruk. Yang ada hanya kabar.

Seseorang pernah berkata, yang disebut realitas sebenarnya adalah persepsi yang muncul dikepala kita terhadap suatu hal, bukannya hal tersebut sendiri.

Anda terlambat datang ke kampus. Musibah atau anugerah?

Umumnya mungkin berkata musibah, karena anda datang terlambat. Tapi jika ternyata dengan keterlambatan anda tersebut anda bertemu dengan orang yang akhirnya menjadi pasangan hidup anda, apakah hal tersebut tetap menjadi musibah?

Atau anugerah?

India dijajah Inggris beratus-ratus tahun. Tapi karena hal tersebut, tokoh sekarismatik Mahatma Gandhi muncul.

Jepang tidak memiliki sumber daya alam. Tapi karena hal tersebut, jepang belajar keras untuk menjadi negara industri yang mengimpor barang mentah dan mengekspor produk jadi yang sudah melambung tinggi nilai ekonomisnya. Sekarang Jepang makmur.

Software open source b2log dihentikan pengembangannya. Bagi Matt Mullenweg hal tersebut ternyata menjadi anugerah karena dari titik tersebut dia mengembangkan WordPress yang akhirnya menjadi platform blogging paling populer 5 tahun kemudian.

Komputer yang ada ditahun 1970an mahal, besar, dan tidak bisa diakses oleh kebanyakan orang. Bagi Steve Wozniak dan Steve Jobs menjadi anugerah karena dari era tersebut, revolusi personal computer yang mereka mulai terjadi.

Satu masalah yang sama, dimata beberapa orang dapat dilihat sebagai hambatan untuk mencapai tujuan, tapi dimata orang lain terlihat sebagai “tantangan untuk dipecahkan” yang dapat membawa mereka untuk “naik kelas”.

Sekarang lihat Indonesia. Lihat di keadaan bangsa ini di surat kabar. Lihat kabar bangsa terkini di televisi. Cari tahu keadaan terkini bangsa ini di internet.

Musibah atau anugerah?

Sekarang lihat kehidupan anda. Begitu banyak masalah, begitu banyak rintangan, begitu banyak hal yang membuat anda kesulitan mencapai tujuan anda.

Musibah atau anugerah?

Selamat merenung.

Anyway, selamat hari Jum’at, kawan-kawan :)

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu.

8 Responses for This Thought

  1. Agung Prasetyo

    22 May 2010

    Wah, saya tidak memperhatikan perkataan dari master Oogway itu. Tapi, itu ternyata anugerah. Saya bisa mendapatkan penjelasan lebih dalam dari perkataan itu.

    Insya Allah apapun dalam hidup yang kita hadapi merupakan anugerah.

    • Fikri Rasyid

      27 May 2010

      we hope so. Tidak ada kabar baik atau buruk, yang ada hanya kabar – dan bagaimana kita bereaksi terhadapnya :)

  2. Anas

    23 May 2010

    Nice..

    Jadi inget waktu awal” masuk SMP ampir semua temen saya punya les, bahkan ada yang lebih dari 2.. tapi sekarang saya sangat bersyukur. Dengan nggak les, saya bisa mengakses banyak informasi yang banyak temen saya nggak sempat ketahui. Apalagi sekarang ada internet. Wikipedia, yotube, google.. itu jadi guru saya yang paling setia untuk belajar, belajar apapun yang saya mau.

    • Fikri Rasyid

      27 May 2010

      Yep. follow your passion. Kadang2 orang pergi les tanpa punya tujuan. It’s useless, actually. Akan lebih canggih orang yang otodidak tapi tahu apa yang dia benar2 inginkan. :)

  3. Riri

    27 May 2010

    hidup itu pilihan, termasuk dalam hal menanggapi masalah. sejak manusia lahir, ia akan selalu berhadapan dengan masalah. tinggal bagaimana memilih, menjadikannya sebagai musibah? sehingga hidup akan selalu terasa sempit. atau menjadikannya sebagai anugerah? karena paling tidak akan ada sesuatu yang baru yang kita dapatkan ketika menjadikan masalah sebagai peluang untuk belajar.
    oya, tetapi bagaimana menanggapi masalah “penyimpangan” bagi si pelaku itu sendiri? ditanggapi sebagai musibah atau anugerah?

    • Fikri Rasyid

      28 May 2010

      Kalau Nabi Ibrahim tidak salah menyangka bintang, bulan dan matahari sebagai Tuhan, belum tentu dia menemukan Tuhan yang satu.

      silence is not golden anymore. what’s important now is keep on moving :)

  4. iden

    31 May 2010

    gmna cara.a supaya hidup ini terasa berguna dan ga sia2

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.