Mana Portofolio Kamu?

Written by Fikri Rasyid on May 8, 2011 filed under Entrepreneurship, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Saya memaknai portofolio sebagai karya yang sudah dibuat oleh seseorang, entah apapun itu bentuknya.

Ada yang pernah bertanya begini: “Eh fik, lu dapet proyek gimana caranya?“. Saya jawab “kliennya datang sendiri“. Tiba-tiba saja mengirim email dan menanyakan apakah saya bisa melakukan ini itu, dst.

Loh, kok bisa begitu? Caranya bagaimana?” FYI, bidang yang saya kerjakan sekarang adalah WordPress theme development atau sederhananya merubah desain (umumnya dalam format .PSD) menjadi WordPress theme yang siap pakai. Yang saya lakukan hingga tiba-tiba ada yang mengirimkan email menawarkan project (tanpa bertujuan apapun, waktu itu, totally just for fun at that time):

  • Memuat free themes yang bebas di-download
  • Membuat sendiri themes untuk blog saya. Di footernya saya buat notifikasi semacam “designed & developed by Fikri Rasyid” ditambah link ke halaman about me
  • Menulis tutorial-tutorial seputar WordPress theming

Itu portofolio saya.

Dari situ satu klien datang dan saya kerjakan project-nya. Klien tersebut puas. Ketika temannya yang lain memiliki kebutuhan yang sama bertanya kepada klien saya ini bagaimana dia membuat theme-nya itu, klien saya ini merekomendasikan saya kepada temannya. Project lain datang lagi. Puaskan klien yang ini. Dan begitu seterusnya. Pekerjaan-pekerjaan yang berhasil diselesaikan ini menjadi portofolio yang bisa digunakan juga. Ketika calon klien lain menanyakan ini-itu, saya bisa bilang “cek situs ini, ini dan itu *sembari memberikan tautan*. Itu semua saya yang buat theme-nya“.

Sederhana.

Jika kamu sedang (atau akan) mencari project / kerjaan, jawaban dari pertanyaan ini akan sangat membantu:

Mana project / pekerjaan lain yang sebelumnya sudah kamu kerjakan karena calon klien / employer ingin mengetahui sejauh mana kemampuan yang kamu miliki?

Atau bahasa sederhananya, “Mana portofolio kamu?“.

Kalau belum ada, segeralah buat :)

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

6 Responses for This Thought

  1. choirul

    10 May 2011

    itu artinya saya akan mengikuti jejaknya mas…..

  2. Mas Adi

    11 May 2011

    Portofolio ane yang bisa di share disini cuma blog personal ane aja mas… portofolio yang laen bisa di tanyain via email… hehe…

  3. DJ Putri

    13 May 2011

    Memuat free themes yang bebas di-download
    Membuat sendiri themes untuk blog saya. Di footernya saya buat notifikasi semacam “designed & developed by Fikri Rasyid” ditambah link ke halaman about me
    Menulis tutorial-tutorial seputar WordPress theming

    good point Fikri

    Well, portfolio merupakan sebuah identitas pencapaian karya seseorang, yang menunjukkan, karakter dari sang pemilik portfolio tersebut. Menampilkan karya-karya terbaik merupakan kunci penting dalam pembuatan portfolio.

    Mungkin yang belum memiliki portofolio, cara dari om ipit (mengenai blogazine) bisa ditiru. Selain itu networking juga diperlukan.

    • Fikri Rasyid

      14 May 2011

      FYI, untuk dipertimbangkan juga, saya awalnya tidak membuat “hal2″ itu sebagai portofolio. I just love doing it :)

  4. jaka @psdesain.net

    25 May 2011

    Portofolio itu penting ya???
    Keren, tapi gimana cara membuat page portofolio itu???
    hanya sekedar link ke “about” kita saja??

    • Fikri Rasyid

      26 May 2011

      Portofolio itu penting dong, kalau tidak penting mah buat apa saya buat tulisan ini :)

      Tidak ada aturan yang baku mengenai membuat page portofolio. Yang penting pesan bahwa kamu bisa melakukan a, b, c, d itu tersampaikan dengan baik dan yang membaca percaya akan skill kamu :)

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.