Era Keterbukaan

Written by Fikri Rasyid on April 4, 2010 filed under Analisa, internet and tagged with , , , ,

Opennes and Collaboration

Image is courtesy of psd

The world is still round, but the market is already flat.
Hermawan Kartajaya

Sooner or later, everything is going to be flat. Saya kira dalam hitungan tahun, kita akan hidup di era yang benar-benar “flat” dan “open”.

The age of Openness

Internet menghubungkan mata rantai yang selama ini terpisah secara geografis. Mencari informasi kini semudah googling dengan kata kunci yang tepat. Menyuarakan pemikiran kini semudah menulis 140 karakter dan menekan tombol “tweet”. Berkolaborasi pada satu dokumen dapat dikerjakan oleh dua orang yang berbeda lokasi tanpa perlu bertatap muka (seperti yang saya lakukan: saya belum pernah bertatap muka secara langsung dengan klien-klien saya).

Budaya keterbukaan

Britannica vs Wikipedia
Windows vs Linux
FireFox vs Internet Explorer
MovableType vs WordPress
dll

Manusia di era ini mengingkan keterbukaan. Lihat emerging products yang berkembang dan sangat hype baru-baru ini: iPhone, facebook dan twitter. Mereka meledak karena keterbukaannya (meskipun pada kasus iPhone keterbukaan tersebut sangat dibatasi) yang memungkinkan pengembang pihak ketiga membuat aplikasi yang dapat ditanamkan kepada ketiga platform tersebut.

Linux muncul karena adanya keinginan untuk membuat sistem operasi komputer yang terbuka. WordPress menjadi platform blogging paling populer saat ini karena keterbukaannya. Penolakan RPM konten, gerakan koin untuk prita, fenomena pembajakan, dll, coba hubungkan fenomena-fenomena yang terjadi akhir-akhir ini dengan keinginan manusia akan keterbukaan.

Wajah masa depan

Jika era keterbukaan benar-benar terjadi, satu hal yang terbayangkan oleh saya adalah banjir informasi. Informasi tentang apapun ada dimana-mana. Kita hanya “sejauh satu klik” dari apapun. Kabar baiknya: berbeda dengan era media massa tradisional, di era keterbukaan kita memiliki kemampuan untuk menentukan informasi apa yang akan kita konsumsi.

Ketika semua orang memiliki akses yang sama terhadap informasi dan pengetahuan, individu berkualitas dan yang tidak berkualitas akan sangat jelas terlihat. Yang membedakan mereka tinggal bagaimana mereka memanfaatkan sumberdaya informasi yang melimpah ini.

Yang membedakan mereka tinggal passion.

Mereka yang memiliki passion akan melejit di era keterbukaan. Mereka dapat dengan mudah mengakses informasi seputar passion mereka, dan memanfaatkan informasi tersebut untuk membantu mereka melakukan hal-hal menakjubkan.

Mereka yang tidak memiliki passion, tetap tidak akan kemana-mana.

Bagaimana dengan anda?

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

13 Responses for This Thought

  1. endiyan

    04 April 2010

    setuju! emang bener, di era banjir informasi ini, informasi udah ga perlu lagi dicari, tapi perlu difilter!.. makanya kadang suka sedih kalo liat orang berjam2 duduk di depan internet cuma maenan game di facebook.. padahal stream informasi ada di depan mata lagi kenceng2nya, eh dicueikin aja… padahal informasi adalah cikal bakal ilmu n wawasan..

    • Fikri Rasyid

      04 April 2010

      yap. Itulah mengapa saya percaya bahwa “bagaimana mengoptimalkan penggunaan internet” perlu dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan kita :)

      • Nafi Alkautsar Putrawan

        04 April 2010

        Itu betul sekali kak Fik. Dan, yuk usahakan supaya generasi kita yang memulai, dan semua tidak perlu dimulai dari kebijakan pemerintah kan? kita generasi yang penuh solusi -ceilah :p

        • Fikri Rasyid

          04 April 2010

          here’s the key question: caranya? ;)

        • Nafi Alkautsar Putrawan

          04 April 2010

          Membangun dari lingkungan kita sendiri. Seperti contohnya mengadakan extra kurikuler utk anak SD-SMA dengan tingkat level berbeda, atau dengan diluar sekolah.

          Tetapi kayaknya susah ya kak, dan perlu dukungan dari masyarakat luas juga untuk menjalankannya.

          Intinya Ya harus mempunyai dukungan banyak, dan ada organisasi, kita namakan “Pendidikan Internet Indonesia” :D

        • Fikri Rasyid

          04 April 2010

          wow, nice thoughts. Kalau saya sih lebih pilih menyebarluaskan ide2 seperti ini melalui tulisan dan blog. membuat startup web yang fokus di bidang pendidikan mungkin? saya kurang suka dengan hal-hal yang birokratis sih. mending buat sendiri sekalian :D

        • Nafi Alkautsar Putrawan

          04 April 2010

          wahahaha. Intinya, semua cara berbeda, tetapi menuju arah yang sama :D

  2. Nafi Alkautsar Putrawan

    04 April 2010

    Future, Mempunyai arah informasi yang unlimited terhadap para pengkonsumsinya, seperti yang dijelaskan di artikel ini.

    Dan artinya, setiap orang mempunyai pengalamannya masing-masing, dan pengalamannya bisa diasah kembali oleh informasi yang sangat terbuka ini. Di era ini dan mungkin kedepan. Hanya tinggal kemana mereka membaca ilmu dan mendapatkan informasi tersebut.

    Era keterbukaan ini membuat banyak tingkah laku yang baru bagi dunia ini. Yaitu hanya men-share dan tidak membaca atau melakukannya. Padahal artikel tersebut sangat penting untuk mengasah kembali ilmu dia.

    Anyway, mungkin itu saja kak komentar saya. Maaaf jika ada kata yang salah dan ‘agak acak-acakan’, karena ngantuk nih belum tidur siang. hhe.

    • Fikri Rasyid

      04 April 2010

      nice point. kebiasaan “asal share” itu perlu diangkat juga sih. Seperti asal mengacu tanpa memperhatikan sumber beritanya. i found similar case about this :D

  3. Hangga Nuarta

    04 April 2010

    Berita baik Mas Fikri… :D

    • Fikri Rasyid

      04 April 2010

      kenapa menjadi baik? explain me more ;)

  4. Anas

    06 April 2010

    Dan di era keterbukaan ini memberi arti juga bahwa berbohong adalah tindakan bodoh. Secerdas apapun menyembunyikan kebohongan itu, cepat atau lambat pasti akan terungkap..

    Jadi, bersikaplah jujur. Don’t be evil. :p

    • Fikri Rasyid

      06 April 2010

      it will be the era of generosity too :)

  5. Mengapa Pendidikan Penting | fikrirasyid.com

    12 April 2010

    [...] Era Keterbukaan [...]

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.