3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik (Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini)

Don’t judge a book by its cover

Lady justice by FrogMiller
Lady justice by FrogMiller

Satu pepatah klise diatas menasihatkan kita untuk tidak menilai sesuatu berdasarkan seseorang berdasarkan penampilannya. Dinilai berdasarkan penampilan itu memang menyebalkan. Sangat. Namun jika kita memposisikan diri sebagai penilai, bukan sebagai yang dinilai, kita akan menemukan bahwa bagaimanapun memang ada saat dimana kita harus menilai seseorang demi kebaikan keputusan yang kita ambil. Jika saat tersebut datang pada kita, bagaimanakah cara menilai seseorang dengan objektif?

Masih oleh-oleh dari diskusi liqo. Saat liqo kemarin pembimbing saya memberikan tips cara menilai seseorang. Seingatnya, beliau mendapat cara ini dari hadist Rasul namun terlupa hadis yang mana. Jika ada rekan-rekan yang tahu dari mana asal muasal tips ini, tolong sampaikan melalui kolom komentar y :)

3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik(Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini):

  1. Menginap di rumahnya
  2. Melakukan Perjalanan dengannya
  3. Bermuamalah (Melakukan transaksi keuangan) dengannya

Mengapa tiga hal tersebut menjadi patokan? Karena ketika melakukan tiga hal tersebut, sifat asli seseorang muncul. Karakter asli seseorang akan terlihat ketika melakukan tiga aktifitas diatas. Ketika karakter asli, bukan karakter yang ditutup tutupi muncul, kita bisa memberikan penilaian secara objektif.

Pendapat anda? ;)

P.S.

sekedar tambahan, penilaian yang kita berikan 5 tahun lalu dengan kondisi seseorang sekarang bisa saja berbeda. Segala hal, termasuk seseorang, berubah. Hanya perubahanlah yang tetap tidak berubah. ;)

25 thoughts on “3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik (Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini)

  1. paling baik untuk mengenal orang itu saat kita menghadapi konflik dengan dia
    kita akan jadi lebih tau dia seperti apa
    ga harus berantem sama dia c, intinya saat kita mengalami situasi konflik bersama dengan dia, susah bareng juga bisa lah
    kemaren gw sempet kenal orang yang menurut orang-orang disekitarnya sangat loveable tapi saat gw berkonflik dengan dia, semua topeng kebuka
    gw jadi lebih kenal karakter dia kaya apa
    dan gw jadi lebih meyakini kalo dunia adalah panggung sandiwara

    1. @oma
      yup. saat terjadi konflik, karakter aslinya keluar. Tapi kalau dipikir-pikir, bukankah 3 tips diatas juga hal yang sangat sarat dengan interaksi penuh konflik? ;)

  2. ada bener nya jg semua……..

    menurut w ..seandai nya seseorang tu memiliki niat yg baik tau yg buruk tu yg susah untuk di liat…emang 3 trik tersebut berguna akan tetapi tu untuk sebagian orng yg sifat2 pada umumnya……eandai nya yg memiliki niat tu yg susah karan dia bisa berbuat apa aja tuk tujuan nya….bisa 3 trik tersebut tidak berfunsi….nah gm cara yg terbaik n efesien……trim`s..

  3. intinya menurut aku sih interaks dgn org tsb
    semakin sering terjadi interaksi maka akan lbh mengenalnya
    karena sikap atau tingkah laku seseorang tsb bs berubah…

  4. menurut saya menilai adalah hal yang pling rumit ..
    orang bisa saja menutupi diri,a mski qta hrus mlakukan 3 langkah yang disebutkan tdi ..
    karna dirinya ndli kan lebih tau ..

  5. im agree..
    krna dari situlah,qt bs mnilai sifat dr seorg pribadi,,klo pribadi’a baik,akn trlhat lngsung dmta qt,,gmn cra dia bcra,basa basi,maupun cra dia mnrima tamu drmh’a dia sndri..
    tp qu tambah kn sedikit..
    see is not believing..
    jgn pernah mngenali org dr luar..
    tp knali lah dari hati’a..
    bak qt mkn buah,,
    di dlm’a klhatan manis,,tp..
    blum tntu di dlm’a..
    bagaikan harimau memakan mangsa..

Share Your Thought