oleh Fikri Rasyid
Don’t judge a book by its cover
Satu pepatah klise diatas menasihatkan kita untuk tidak menilai sesuatu berdasarkan seseorang berdasarkan penampilannya. Dinilai berdasarkan penampilan itu memang menyebalkan. Sangat. Namun jika kita memposisikan diri sebagai penilai, bukan sebagai yang dinilai, kita akan menemukan bahwa bagaimanapun memang ada saat dimana kita harus menilai seseorang demi kebaikan keputusan yang kita ambil. Jika saat tersebut datang pada kita, bagaimanakah cara menilai seseorang dengan objektif?
Masih oleh-oleh dari diskusi liqo. Saat liqo kemarin pembimbing saya memberikan tips cara menilai seseorang. Seingatnya, beliau mendapat cara ini dari hadist Rasul namun terlupa hadis yang mana. Jika ada rekan-rekan yang tahu dari mana asal muasal tips ini, tolong sampaikan melalui kolom komentar y
3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik(Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini):
- Menginap di rumahnya
- Melakukan Perjalanan dengannya
- Bermuamalah (Melakukan transaksi keuangan) dengannya
Mengapa tiga hal tersebut menjadi patokan? Karena ketika melakukan tiga hal tersebut, sifat asli seseorang muncul. Karakter asli seseorang akan terlihat ketika melakukan tiga aktifitas diatas. Ketika karakter asli, bukan karakter yang ditutup tutupi muncul, kita bisa memberikan penilaian secara objektif.
Pendapat anda?
P.S.
sekedar tambahan, penilaian yang kita berikan 5 tahun lalu dengan kondisi seseorang sekarang bisa saja berbeda. Segala hal, termasuk seseorang, berubah. Hanya perubahanlah yang tetap tidak berubah.



Ihwan
Kalau orang tersebut wanita? *wah masa musti nginep juga
*
Fikri Rasyid
@ihwan
Hmm… pertanyaan yang sangat tajam. hihi
whaddyathink? kalau memungkinkan, why not?
oma
paling baik untuk mengenal orang itu saat kita menghadapi konflik dengan dia
kita akan jadi lebih tau dia seperti apa
ga harus berantem sama dia c, intinya saat kita mengalami situasi konflik bersama dengan dia, susah bareng juga bisa lah
kemaren gw sempet kenal orang yang menurut orang-orang disekitarnya sangat loveable tapi saat gw berkonflik dengan dia, semua topeng kebuka
gw jadi lebih kenal karakter dia kaya apa
dan gw jadi lebih meyakini kalo dunia adalah panggung sandiwara
Fikri Rasyid
@oma
yup. saat terjadi konflik, karakter aslinya keluar. Tapi kalau dipikir-pikir, bukankah 3 tips diatas juga hal yang sangat sarat dengan interaksi penuh konflik?
miwa
setuju! tinggal pelaksanaan nya….
ch4ny
boleh minta alamat e-mailnya g????
coale ada yang pengen aku tanyain???????
hye sun
ya ya ya ya!!!!! anda benar jg