Salah Satu Penyebab Gagalnya Pernikahan (dan berbagai relationship lain): Niatnya Ingin Bahagia
Semalam tadi, saya dan mengikuti pengajian liqo. Dan seperti liqo – liqo sebelumnya, terkadang pembahasan kami melebar kesana kemari sesuai dengan topik bahasan yang tengah di bahas. Dan entah bagaimana, permbimbing kami menyinggung mengenai topik pernikahan dan perceraian para selebritis.
“Kalau kita lihat di televisi banyak artis yang bercerai, dalam pandangan saya penyebabnya sederhana” Ujar pembimbing kami.
Saya dan teman-teman terdiam khusyu. Well, entah mengapa semua orang jadi khusyu kalau seseorang bercerita mengenai rumah tangga y? haha :P
“Niatnya salah sih..” Ujar Pembimbing kami.
“Mereka umumnya menikah karena niatnya ingin bahagia. Menikah untuk mencapai kebahagiaan. Ketika kita melakukan sesuatu dengan niat mencapai kebahagiaan, kita menciptakan standar..”
“saya akan bahagia kalau …”
“saya akan bahagia jika pasangan saya …”
“dan banyak standar lainnya. Ketika kita menemukan bahwa pasangan kita tidak seideal yang kita kira dan tidak memenuhi standar kebahagiaan kita, kita kecewa. Dan dari situlah keretakan terjadi..”
“Maka dari itu, niatkan menikah untuk beribadah. Sehingga jika pasangan kita tidak seperti yang kita harapkan, setiap sabar yang kita keluarkan untuk hal itu dinilai ibadah… Jika pasangan kita seperti apa yang kita harapkan, setiap rasa syukur yang terucap juga dinilai ibadah…”
“..Bukan lakukan agar saya bahagia, tapi lakukan dengan bahagia…”
Dan diskusi pun terus berlanjut.
P.S.
Bagaimana pendapat anda? ;)

bani
24 June 2009
benar juga ya…
F@tM@
24 June 2009
Ia menikah niatnya ibadah bukan utk bahagia.
coz klo niat ibadah insya Allah bakal bahagia :)
kapan nih nyusul???
Fikri Rasyid
24 June 2009
@ teh Fatma
wah, nasihat dari yang sudah melakukan! :D
hehe, do’akan saja. masih agak lama. Jika di approve Allah, di jadwalkan 5 tahun lagi lah :)
@bani
yap ;)
oma
28 June 2009
iya, kita menyerah terhadap suatu hubungan karena merasa tidak bahagia lagi
tapi bahagia adalah tentang persepsi
sedih pun bahagia tapi kadarnya yang berbeda
miyosi
29 June 2009
assalamu’alaikum
kunjungan balik nih :)
mm setuju menikah untuk ibadah kepada Allah :)
BTW, saya minta izin nge-link ya, blog dua2nya, insya Allah banyak ilmu yang saya peroleh di sini,
makasih
wassalamu’laikum
Fikri Rasyid
30 June 2009
@miyosi
Wah, silahkan di link balik. Terima kasih sekali sudah me link ke blog saya :)
@oma
segala sesuatu itu relatif kan? ;)
Prazz
22 July 2009
wah bok, referensi bagus bwt gw, heuheuheue
so doain gw langgeng yak hihihihihihihi :D
btw gw dah ngelink blog luw bok, keren, n jangan lupa ajarin ke gw yak hehehe, coz baru nih. :D
Fikri Rasyid
23 July 2009
@Prazz
yap, senang bisa membantu. Kalau tentang blogging, ke http://bloggingly.com aja langsung :)
majidu luqman
01 June 2010
yang penting kalau mau menikah ,menikahlah untuk mencari ridho allah,bukan cuma mencari kebahagiaan ,karena kebahagiaan bisa di dapat tanpa menikah