Salah Satu Penyebab Gagalnya Pernikahan (dan berbagai relationship lain): Niatnya Ingin Bahagia

Written by Fikri Rasyid on June 23, 2009 filed under Islam, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Resepsi Pernikahan Desy & Tomy by d!to

Resepsi Pernikahan Desy & Tomy by d!to

Semalam tadi, saya dan mengikuti pengajian liqo. Dan seperti liqo – liqo sebelumnya, terkadang pembahasan kami melebar kesana kemari sesuai dengan topik bahasan yang tengah di bahas. Dan entah bagaimana, permbimbing kami menyinggung mengenai topik pernikahan dan perceraian para selebritis.

“Kalau kita lihat di televisi banyak artis yang bercerai, dalam pandangan saya penyebabnya sederhana” Ujar pembimbing kami.

Saya dan teman-teman terdiam khusyu. Well, entah mengapa semua orang jadi khusyu kalau seseorang bercerita mengenai rumah tangga y? haha :P

“Niatnya salah sih..” Ujar Pembimbing kami.

“Mereka umumnya menikah karena niatnya ingin bahagia. Menikah untuk mencapai kebahagiaan. Ketika kita melakukan sesuatu dengan niat mencapai kebahagiaan, kita menciptakan standar..”

“saya akan bahagia kalau …”

“saya akan bahagia jika pasangan saya …”

“dan banyak standar lainnya. Ketika kita menemukan bahwa pasangan kita tidak seideal yang kita kira dan tidak memenuhi standar kebahagiaan kita, kita kecewa. Dan dari situlah keretakan terjadi..”

“Maka dari itu, niatkan menikah untuk beribadah. Sehingga jika pasangan kita tidak seperti yang kita harapkan, setiap sabar yang kita keluarkan untuk hal itu dinilai ibadah… Jika pasangan kita seperti apa yang kita harapkan, setiap rasa syukur yang terucap juga dinilai ibadah…”

“..Bukan lakukan agar saya bahagia, tapi lakukan dengan bahagia…”

Dan diskusi pun terus berlanjut.

P.S.

Bagaimana pendapat anda? ;)

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

9 Responses for This Thought

  1. bani

    24 June 2009

    benar juga ya…

  2. F@tM@

    24 June 2009

    Ia menikah niatnya ibadah bukan utk bahagia.
    coz klo niat ibadah insya Allah bakal bahagia :)
    kapan nih nyusul???

    • Fikri Rasyid

      24 June 2009

      @ teh Fatma
      wah, nasihat dari yang sudah melakukan! :D
      hehe, do’akan saja. masih agak lama. Jika di approve Allah, di jadwalkan 5 tahun lagi lah :)

      @bani
      yap ;)

  3. oma

    28 June 2009

    iya, kita menyerah terhadap suatu hubungan karena merasa tidak bahagia lagi
    tapi bahagia adalah tentang persepsi
    sedih pun bahagia tapi kadarnya yang berbeda

  4. miyosi

    29 June 2009

    assalamu’alaikum

    kunjungan balik nih :)

    mm setuju menikah untuk ibadah kepada Allah :)

    BTW, saya minta izin nge-link ya, blog dua2nya, insya Allah banyak ilmu yang saya peroleh di sini,

    makasih

    wassalamu’laikum

    • Fikri Rasyid

      30 June 2009

      @miyosi
      Wah, silahkan di link balik. Terima kasih sekali sudah me link ke blog saya :)

      @oma
      segala sesuatu itu relatif kan? ;)

  5. Prazz

    22 July 2009

    wah bok, referensi bagus bwt gw, heuheuheue
    so doain gw langgeng yak hihihihihihihi :D

    btw gw dah ngelink blog luw bok, keren, n jangan lupa ajarin ke gw yak hehehe, coz baru nih. :D

    • Fikri Rasyid

      23 July 2009

      @Prazz
      yap, senang bisa membantu. Kalau tentang blogging, ke http://bloggingly.com aja langsung :)

  6. majidu luqman

    01 June 2010

    yang penting kalau mau menikah ,menikahlah untuk mencari ridho allah,bukan cuma mencari kebahagiaan ,karena kebahagiaan bisa di dapat tanpa menikah

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.