pemberitahuan

Home

artikel terbaru

3 Hal Yang Membuat The Lost Symbol Menarik

oleh Fikri Rasyid

The Lost Symbol

Setelah dua buku non fiksi Outliers dan Crowd – Marketing Becomes Horizontal, kali ini saya berkesempatan untuk membaca buku fiksi (yang katanya) paling fenomenal di awal tahun 2010: The Lost Symbol. Sebuah novel thriller berbasis fakta karangan Dan Brown, merangkap sekuel The Da Vinci Code yang dinanti-nanti. Awalnya saya agak skeptis dengan novel ini mengingat alur cerita yang cenderung sama antara The Da Vinci Code, Deception Point, Angels & Demons, Digital Fortress yaitu karakter antagonis yang diungkapkan diakhir cerita merupakan karakter protagonis yang sepanjang jalan cerita “terlihat baik”.

selanjutnya

Crowd: Marketing di Era Horizontal

oleh Fikri Rasyid

crowd - marketing becomes horizontal

Di paruh kedua bulan Desember ini saya berkesempatan membaca buku berjudul Crowd: Marketing Becomes Horizontal karangan Yuswohady yang merupakan konsultan pemasaran di MarkPlus & Co-nya Hermawan Kartajaya. Berikut ini adalah poin-poin dan ide-ide di kepala saya yang tiba-tiba “meletup” saat membaca buku ini. Meskipun Crowd membahas mengenai marketing, saya rasa poin pentingnya dapat diterapkan kedalam berbagai aspek kehidupan:

selanjutnya

Tentang Kesuksan: 7 Hal Yang Saya Pelajari Tentang Kesuksesan dari Buku Outliers karya Malcolm Gladwell

oleh Fikri Rasyid

outliers

Hari pertama di tahun 2010 kemarin saya isi dengan membaca habis sebuah buku international bestseller berjudul Outliers karangan Malcolm Gladwell (pengarang dari blink dan the tipping point – keduanya merupakan International Bestseller juga). Outliers menawarkan perspektif yang lebih menyeluruh mengenai kesuksesan, dan sangat inspiratif. Pada tulisan ini saya ingin berbagi apa saja poin penting yang saya pelajari dari buku ini.

1. Kerja keras saja tidak cukup

Sampul belakang Outliers bertuliskan “Sukses ternyata bisa dipengaruhi oleh tanggal lahir”. Masyarakat hari ini menjejali kita dengan ide bahwa untuk menjadi sukses kita perlu bekerja keras. Malcolm Gladwell menyanggahnya: kerja keras dan kerja cerdas saja tidak cukup. Untuk mencapai kesuksesan yang luar biasa, kita perlu lebih dari itu: kita membutuhkan kesempatan yang tepat.

selanjutnya

Tentang Resolusi: Mengapa Harus Takut Beresolusi?

oleh Fikri Rasyid

resolution

Tidak terasa sekali, tahun 2009 telah usai dan kini telah datang tahun 2010. Saya pribadi bukan tipikal orang yang memuja-muja pergantian tahun dengan merayakannya secara berlebihan, tapi bagaimanapun pergantian tahun merupakan momen yang tepat untuk mengevaluasi tahun yang telah usai dan membuat resolusi untuk tahun yang akan kita jalani.

Mengapa lebih baik tidak menetapkan tujuan daripada kecewa?
Pagi tadi tanpa sengaja saya mendengar komentar seorang selebritis mengenai targetnya di tahun 2010 melalui televisi: “ah, saya tidak mau menargetkan apa-apa. Lebih baik tidak menargetkan apa-apa daripada kecewa nantinya..”. Well, saya pribadi merasa bahwa ini adalah komentar yang aneh sekali. Pikirkan situasi ini: Anda menaiki taksi. Ketika anda ditanya oleh sang supir anda hendak kemana, anda berujar “kemana saja deh”. Kira-kira, apa yang akan terjadi? Kemana anda akan diantar oleh supir taksi tersebut?
Hal yang sama berlaku pada kehidupan. Jika anda tidak memiliki tujuan, kira-kira anda akan sampai kemana?
Segala sesuatu diciptakan berpasangan
Segala sesuatu diciptakan berpasangan. Panas ada karena ada dingin. Kita mengetahui kebahagiaan karena mengetahui kesedihan. Kita lebih baik dalam menilai sesuatu jika ada pembandingnya. Jika apa yang kita resolusikan memiliki kemungkinan gagal, berarti apa yang kita resolusikan juga memiliki kemungkinan berhasil bukan?
Alih-alih memfokuskan diri kepada kekecewaan yang akan terjadi jika apa yang kita resolusikan tidak tercapai, mengapa kita tidak mengalihkan perhatian kita kepada kejayaan yang dapat kita raih jika apa yang kita resolusikan berhasil?
Saya percaya bahwa hal tersebut hanya masalah pilihan.
Tidak perlu pusing dulu mengenai bagaimana caranya
Banyak sekali yang saya ingin capai di tahun 2010 ini. FYI, saya termasuk orang yang berprinsip “tidak perlu pusing dulu bagaimana caranya, yang penting tahu dulu apa yang hendak kamu tuju.”. Seringkali kejadian dream comes true terjadi dalam kehidupan saya. Saya sering mengalami hal ini: memikirkan sesuatu yang terdengar tidak mungkin mengingat keterbatasan sumber daya saat saya memikirkannya, dan lalu bertahun-tahun kemudian hal tersebut terjadi. Pop! Benar-benar seperti mimpi yang menjadi nyata.
Izinkan saya menampilkan contoh kecil yang terjadi pada saya:
Ini adalah screenshot dari profile page Friendster saya yang saya buat sekitar 2 tahunan yang lalu. Kala itu, saya baru mengenali wordpress dan sangat ingin menghadiri wordcamp (gathering pegguna wordpress yang disupport oleh Automattic, perusahaan pengembang wordpress). Sialnya, hingga detik itu belum pernah ada Wordcamp di Indonesia.
Sekarang lihat screenshot ini:
Ini adalah screenshot email pemberitahuan bahwa saya telah terdaftar sebagai peserta WordCamp 2010. Dua setengah tahun dari saya menuliskan hal tersebut di profile page saya, dan akhir januari ini Insya Allah jika semuanya berjalan lancar saya akan menghadiri Wordcamp 2010 di Jakarta. Pretty strange, isn’t it? ;)
Apa resolusi anda?
Sekarang, apa resolusi anda? Apa yang ingin anda capai di tahun 2010 ini?
Lupakan dulu tentang bagaimana cara mencapainya. Pikirkan dulu menganai apa yang benar-benar anda inginkan untuk anda capai di tahun 2010 ini.
Pastikan dengan jelas apa yang ingin kita tuju, lakukan yang terbaik dari apa yang bisa anda lakukan dan apa yang harus anda lakukan dan apa yang harus anda pelajari jika anda belum bisa melakukannya, lalu –mengutip frase Mario Teguh yang sangat populer itu- perhatikan apa yang terjadi.
Bagaimana jika resolusi anda tidak tercapai?
Well, memangnya anda rugi apa jika resolusi anda tidak tercapai? Pikirkan apa yang akan anda raih jika resolusi tersebut tercapai ;)
Enough said then. Selamat hari senin dan selamat ber-resolusi! ;)
Pasted from <file:///E:\Fikri’s\0.%20fikrirasyid.com%20n%20social%20media%20stuffs\Konten%20fikrirasyid.com\Januari%202010%20-%20Konten%20fikrirasyidcom.docx>

selanjutnya

Tentang Pendidikan dan Web: Pengoptimalan Web Untuk Memajukan Pendidikan

oleh Fikri Rasyid

onelaptopperchild-actual

Ada dua hal yang memiliki tempat khusus di alam pemikiran saya: pendidikan dan web.

Apa pentingnya pendidikan?

Mengapa saya senang memikirkan pendidikan secara khusus? Karena sejak usia sepuluh tahun saya semenjak saya memasuki sekolah menengah, saya sudah dijejali dengan ide betapa pentingnya pendidikan oleh sekolah menengah saya yang berslogankan “pusat pendidikan dan pengembangan budaya perdamaian“. Terlebih lagi, kedua orang tua saya merupakan dosen di institusi yang menghasilkan pendidik se-indonesia dan saya pun mengambil jurusan pendidikan (tepatnya, pendidikan Bahasa Inggris). Well, lengkaplah sudah.
selanjutnya

Tentang Waktu: Mata Uang Yang Sebenarnya

oleh Fikri Rasyid

time-actual

Waktu adalah mata uang yang sebenarnya. Untuk membayar sebuah produk/jasa kita harus mengeluarkan dana dalam nilai tertentu. Untuk mendapatkan dana tersebut, kita perlu bekerja sesuai dengan keahlian kita dalam tenggat waktu tertentu. Untuk mendapatkan keahlian yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan sejumlah dana, kita perlu melatih keahlian tersebut. Untuk melatih keahlian tersebut, kita membutuhkan waktu.

Waktu.

selanjutnya

Tentang Batas: Yang Menjadikan Sesuatu Tak Terbatas

oleh Fikri Rasyid

limit-actual

Sering sekali kita menginginkan sesuatu yang tak terbatas: Sumber daya yang tidak terbatas, uang yang banyak dan tak terbatas, waktu pengerjaan project yang tak terbatas, dll. Kita ingin bebas, tanpa batas. Kita ingin tidak ada sesuatupun yang membatasi kita: Kita tidak ingin ada aturan yang membatasi gerak kita ataupun sumber daya yang terbatas jumlahnya.

Pertanyaannya: apakah ketidak terbatasan tersebut memecahkan masalah?

selanjutnya

Tentang Membaca: Hal Yang Membedakan Kapasitas Intelektual Seseorang

oleh Fikri Rasyid

reading-actual

Jika tengah berada di lingkungan akademis, saya sering bertanya-tanya: apa yang membuat si A mampu menjawab pertanyaan dengan mudah sementara si B terdiam tanpa suara? Apa yang membuat si Y memiliki IPK 4 sementara si X nasib satu koma?

Memang ada banyak faktor. Namun jika kita pikirkan baik-baik, sebenarnya jawabannya sederhana saja.

selanjutnya

Tentang Kecerdasan: Bagaimana Kita Disebut Pintar

oleh Fikri Rasyid

smarter-than-you - actual

Bagaimana seseorang bisa dilabeli “lebih pintar” dari yang lain? Jawabannya sederhana: melebihi rata-rata.

Terkadang kita sukar memberi nilai pada sesuatu. Sesuatu menjadi lebih jelas saat dikontraskan, saat ada pembanding. Ketika seorang guru bertanya kepada seisi kelas tentang sesuatu yang akan dibahas di kelas hari itu dan ternyata ada seorang murid saja yang mampu menjawabnya, secara tidak sadar murid tersebut dilabeli “lebih pintar” oleh seisi kelas karena mengetahui yang seisi kelas tidak ketahui.

selanjutnya

Tentang 16 Oktober 2009: It’s a Great 19 Years of Life

oleh Fikri Rasyid

.

happy-birthday -actual

happier, wiser, smarter, greater, healthier, wealthier, older, and still better than ever. amen.

i’m officially 19.

Yap, masa aktif saya di dunia berkurang lagi satu tahun. Resmi sudah 19 tahun saya menjejakkan kaki di dunia. Membaca apa yang saya tulis di hari ketika saya beranjak ke usia 18 tahun membuat saya terus berfikir: apa lagi selanjutnya?

selanjutnya