Beberapa waktu yang lalu, temen kerja gue ngasih tau link yang bikin ngakak banget: Trolling ala Photoshop user China. Kalo lu belum pernah liat, gue saranin liat dulu bentar deh:

Meet China’s Photoshop Trolls

Premis-nya begini: orang yang ngga bisa Photoshop nge-upload foto mereka dan minta tolong kepada para master Photoshop untuk nge-edit foto tersebut. Lucunya, sebenarnya permintaan orang-orang ini normal-normal aja cuman terkadang permintaan orang-orang ini suka ada celah yang ngga kepikiran. Celah ini kemudian.. goes totally wrong :))

Contoh ini gue ambil dari tulisannya Kotaku diatas yang merekapun ngambil dari Psyuan.net, situs yang mengoleksi kejadian photoshop-photoshop-an ini terjadi:

Request: Can you Photoshop it so that we are together?

ku-xlarge-request

Response:

ku-xlarge-response

:))

Yang terpikir oleh gue, kadang-kadang manusia kepengen sesuatu tapi ngga bisa lihat kalo ada sisi lain dari sesuatu tersebut yang bisa jadi ngawur abis.

Lucunya, dari kejadian ini gue jadi teringat do’a-do’a dan harapan-harapan gue. Kadang-kadang gue kepengen sesuatu dan lambat banget terjadinya. Dalam banyak kasus sih akhirnya tercapai juga namun pada beberapa kasus, do’a dan harapan ini malah “ngga terkabul“. Beruntungnya, biasanya hal-hal yang ngga terkabul itu diganti dengan hal yang lebih baik. Contoh: gue kepengen banget masuk DKV ITB tapi malah masuk Pendidikan Bahasa Inggris UPI tapi akhirnya gue bekerja di bidang yang sangat closely related dengan design. Kalau dipikir-pikir, lebih fast track malah. Gue mulai bekerja freelance di pertengahan masa kuliah dan begitu wisuda gue alhamdulillah langsung di-hire secara penuh waktu.

Mungkin saat manusia mengharapkan sesuatu, ada sisi lain dari harapan tersebut yang ngga terlihat. Sisi lain tersebut bisa jadi membahayakan atau mungkin ada opsi lain yang lebih baik. Jadi, ditundalah realisasi harapan tersebut atau diberikanlah opsi yang lain.

Intinya: kemampuan manusia melihat sesuatu itu terbatas padahal sesuatu tersebut punya banyak sekali sisi, ambiguitas, atau bahkan loophole. Mungkin cara berpikir ini yang perlu diingat-ingat, terlebih saat mengharapkan sesuatu.

Wallahualam.

***

Featured Image is courtesy of Sebastian Müller