Logika ngga terlalu efisien kalau wawasan atau referensinya ngga terlalu luas. Gajah bisa dikira ular jika wawasannya terbatas di belalai. Ini yang sering gue lihat di media sosial karena semua orang punya akses untuk mengutarakan pemikirannya.

Hati – hati berlogika. Coba pikir lagi, apa lu benar-benar tahu, atau dasar pemikirannya hanya asumsi saja menurut lu – menurut lu begitu?

Terutama mengenai agama.