Jakarta's Google Chrome Release Party

Jadi ceritanya, rabu tangal 16 kemarin saya mendapatkan e-mail ber subject “Undangan Peluncuran Produk Google” untuk selasa 22 Juni 2010. Holly smokes, is this for real? Awalnya saya agak ragu karena setahu saya tidak ada buzz mengenai “produk baru” Google. Anda tahulah, setiap kali Google merilis suatu produk, biasanya gaungnya akan menyebar ke sentaero web. Setelah Googling pun saya tidak mendapatkan informasi terkait apapun mengenai acara ini. Namun setelah saya melihat situs penyelenggara event dan melihat reputasinya (serta terpesona oleh logo Google, tentunya. Webworker mana yang tidak merasakan oh-my-goodness effect saat berhadapan dengan Google?), akhirnya saya melihat jadwal saya dan me-reply email untuk konfirmasi kehadiran saya.

It’s a release party

Jakarta's Google Chrome Release Party

Saat berada di dalam travel baraya (FYI, baraya travel murah amat ya? IDR 48,000 saja) yang membawa saya menuju lokasi Jakarta, satu tweet dari Rama Mamuaya akhirnya menyadari bahwa acara ini merupakan Google Chrome release party. Sempat kaget juga, release party? Bukannya Google Chrome sudah dirilis dari kapan tau?

Sesampainya saya di Melawai, menyambar ojek (mempertimbangkan kepadatan lalu lintas sore jakarta) dan bayar IDR 10.000, akhirnya saya tiba juga di lokasi acara. Cengkeh Cafe di jalan barito tepat di pertigaan depan RS Pertamina. Dan begitu saya tiba, ambience Googlenya sudah terasa sekali.

Masuk ke tempat acara, “suasana Google”nya semakin terasa: colorful, playful, dan super keren. Saya sempat berbincang-bincang dengan Bu Lia yang mengundang saya via email, berfoto di dalam bingkai YouTube player dan melihat-lihat gallery theme chrome. Oh, ternyata acara ini merupakan “official release” dari Google Chrome di Indonesia sekaligus perilisan theme dan extension lokal karya desainer dan web company ternama di Indonesia.

What it’s all about?

Jakarta's Google Chrome Release Party

Untuk kamu yang berkecimpung di dalam dunia web, Google Chrome sebenarnya bukan barang baru lagi. Google Chrome adalah browser. Tidak tahu apa itu browser? Calm down, you’re not alone. Berdasarkan video riset Google yang dilakukan di kota NY yang ditampilkan di acara kemarin, hanya 8% dari responden yang tahu apa itu browser. Banyak yang menjawab “Oh, saya menggunakan Google, dan terkadang Yahoo” atas pertanyaan “browser apa yang anda gunakan?”. LOL

Sederhananya, browser adalah software yang kamu gunakan untuk mengakses internet. Microsoft word = software untuk mengolah dokumen (menulis, mengedit, whatsoever). Browser = software untuk mengakses internet (membuka facebook, google, kaskus, you name it).

Sebelum Google merilis Google Chrome (secara gratis, tentunya. Kamu bisa dapatkan disini), sudah ada browser lain seperti Firefox, Safari, Opera, dan si ketinggalan zaman Internet Explorer yang kesemuanya bisa didapat secara gratis. Lalu mengapa Google merilis Google Chrome?

Alasannya sederhana: Google tidak berniat membuat Chrome mendominasi “market” pengguna browser (pertanyaan yang sempat saya tanyakan pada Andrew McGlinchey, Head of Product Management Google Southeast Asia, dan di jawab “there’s no market for browser. it’s free, anyway.”). Yang Google inginkan adalah akselerasi perkembangan browser.

Wajah web telah berubah: dahulu, kita mengakses web untuk ‘sekedar’ berkunjung ke suatu halaman web. Untuk mempercantik tampilannya dibuatlah CSS. Untuk membuatnya lebih interaktif, dibuatlah JavaScript. That’s it. Hari ini, web lebih dari sekedar tempat “akses – mengakses informasi”. Dengan penggunaan yang masif atas JavaScript untuk interaktifitas dan CSS untuk tampilan, web hari ini merupakan platform yang diatasnya dibangun berbagai aplikasi seperti Zoho & Google Docs (seperti Microsoft Word namun diakses melalui browser), Gmail (email web client) dll. Untuk membuatnya dapat diakses dengan baik, dibutuhkan browser modern yang dapat mengeksekusi JavaScript dengan cepat. Dan itulah tujuan Google. Mereka membuat browser yang mampu mengeksekusi halaman web (terutama JavaScript) dengan lebih cepat, agar pengembang browser lain tergerak untuk membuat browser yang lebih baik sehingga orang-orang dapat berselancar di web dengan lebih baik.

Well, selama kita mengakses internet, disanalah Google mendapatkan pundi-pundinya mengingat Google search sebagai acuan pertama pencarian kita.

Any other thing?

Jakarta's Google Chrome Release Party

Yap, disana saya bertemu dengan banyak sekali netizen yang cukup terkenal. Diki Andeas (author chickenstrip – webcomic geek lokal paling yahud), @jonru, @enda, @ReneCC (Career coach, author Your Job is not Your Career yang sangat-sangat ramah dan menyenangkan – sempat bincang-bincang sebentar), @aulia, @neofreko (blogger of NavinoT), @rampok (blogger & founder of DailySocial), @enda (sempat berbincang-bincang mengenai startupnya), dan banyak lagi. Sempat mencoba ngobrol-ngobrol “penjaga stand (apapun itu istilahnya)” yang ternyata tidak begitu tahu mengenai Google Chrome -_-‘ (IMHO, lebih tahu saya secara berkecimpung langsung di dunia web. Anyway, untuk acara-acara seperti ini, panitia sepertinya lebih baik meng-hire geek & web enthusiast deh untuk bagian jelas-menjelaskan seperti itu.)

Lalu mengenai Google Chromenya sendiri, tidak ada hal baru sih kecuali extension (seperti add-ons di FireFox. Sederhananya, aplikasi tambahan yang bisa diinstall di browser untuk fungsi tambahan) dan theme (untuk merubah tampilan. Bisa diibaratkan seperti skin friendster lah – WTF, ketahuan deh sempat eksis di friendster) lokal. Pendapat dan rekomendasi pribadi saya, jika anda pengguna Internet Explorer, segeralah download & install chrome lalu uninstall Internet Explorer anda. Internet Explorer sucks (sampai versi IE8 saja belum support @font-face, CSS3, dll). Saya pribadi menilai browser dengan urutan seperti ini:

  1. FireFox* / Chrome*
  2. Safari*
  3. Opera*
  4. Internet Explorer 8
  5. Internet Explorer 7
  6. Internet Explorer 6 – semoga browser ini segera musnah dari peradaban manusia. Amin.

*) dengan ekspektasi versi terbaru

Jika anda bertanya mengapa urutanya seperti ini, akan saya bahas di tulisan lain.

Last but not least, saya berterima kasih sekali kepada Bu Lia dari Bening Communication yang sudah mengundang saya. Undang-undang lagi kalau ada acaranya Google ya *ngarep*. πŸ™‚