Jalanan di Ujung Genteng

Identitas lu ditentukan salah satunya dari siapa yang lu layani. Pikir baik-baik hal ini ketika lu ditanya “kerja dimana sekarang?” dan lu akan menjawab “kerja di xxx, tante“. Ganti xxx dengan institusi tempat lu bekerja, mereka lah orang-orang yang lu layani. Semakin tinggi prestise tempat kerja lu, semakin tinggi juga lu dinilai oleh orang lain.

Namun, melayani bukan sekedar mendapat timbal balik berupa prestise atau bayaran saja. Ada pride, ada tujuan yang lu pribadi yakini, ada nilai yang elu pegang, ada kebanggaan untuk melayani dan mencapai tujuan yang diyakini bersama, ada kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang akan sulit kalau lu kerjain sendiri tapi mungkin untuk dibuat jika lu melayani pihak yang lu layani sekarang, ada kepuasan diri, ada kesempatan untuk berkembang, ada kesetiaan & loyalitas, ada banyak variabel-nya.

Pilih siapa yang akan lu layani secara cermat. Disana lah elu akan menghabiskan waktu dan perhatian lu.

Entah mengapa ketika terpikirkan hal ini mendadak gue terpikir konsep penghambaan dalam kata “Hamba Allah“. God’s servant. Serving God’s will. How deep is that.

***

Bandung, 19 Oktober 2012.
Terpikir dalam travel DayTrans di perjalanan Bandung – Jakarta sehari sebelumnya. Entah perjalanan Bandung – Jakarta ke berapa yang gue lakukan tahun ini.