limit-actual

Sering sekali kita menginginkan sesuatu yang tak terbatas: Sumber daya yang tidak terbatas, uang yang banyak dan tak terbatas, waktu pengerjaan project yang tak terbatas, dll. Kita ingin bebas, tanpa batas. Kita ingin tidak ada sesuatupun yang membatasi kita: Kita tidak ingin ada aturan yang membatasi gerak kita ataupun sumber daya yang terbatas jumlahnya.

Pertanyaannya: apakah ketidak terbatasan tersebut memecahkan masalah?

Tidak.

Saya pribadi berpendapat bahwa batas adalah hal yang menjadikan sesuatu tumbuh tak terbatas. Mengapa? Karena ketika tidak ada batas, kita tidak tentu arah.

Persis seperti ilustrasi yang diberikan Mario Teguh di acara Golden Ways-nya: Orang baik memiliki batas-batas jalan di tepi kiri dan kanan yang membuat dia tetap berjalan kearah tujuan. Orang yang tidak baik tidak memiliki batas berjalan ke arah yang tidak jelas sehingga tidak sampai-sampai.

Pikirkan hal ini, saya yakin anda pernah mengalaminya: Ketika anda memiliki project dan anda tidak memiliki batas akhir pengerjaan, apa yang terjadi?

Project tersebut tidak akan selesai-selesai.

Ketika seorang mahasiswa disarankan oleh dosen untuk membaca satu literatur tanpa ada batasan waktu atau batas berupa “akan-masuk-kedalam-mid-test-berikutnya”, apa yang akan terjadi?

Kebanyakan mahasiswa (rata-rata, bukan mahasiswa ‘spesial’) tidak akan membaca literatur tersebut.

Ketika seorang memiliki sumber daya keuangan yang tidak terbatas, apa yang akan terjadi?

Rata-rata orang akan terjerumus kepada penggunaan uang yang tidak jelas.

Ketika seseorang pemeluk agama tidak mengetahui bahwa kematian adalah batas hidupnya dimana setelahnya semua amal perbuatan menjadi tidak berguna, apa yang akan tejadi?

Hidupnya akan tidak tentu arah.

Ketika warga negara hidup dengan batasan hukum yang tidak jelas, apa yang akan terjadi?

Kriminalitas. Seperti cicak dan buaya di media massa saat ini, saya percaya bahwa hal tersebut terjadi oleh orang yang merasa bahwa dirinya “tidak memiliki batas” dan “dengan uang, semua batas bisa dirubah”.

Intinya? Bersyukurlah karena keterbatasan kita hari ini. Keterbatasan tersebut memacu kita untuk memutar otak memeras kreatifitas untuk mencari jalan keluar. Itulah yang membuat kita terus tumbuh tanpa batas. Setiap kali kita menyentuh keterbatasan, kita memutar otak untuk melewatinya. Kita tumbuh dengan batas kemampuan baru yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Pernah dengar kata-kata ini sebelumnya?

Kreatifitas muncul dalam keterbatasan.

Selamat hari sabtu, selamat berakhir pekan, dan selamat menikmati batasan-batasan yang ada saat ini dan selamat berkreasi menembus batas. Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata “batas”? Silahkan berkomentar πŸ™‚