My main four messanging apps: Line, Message, Whatsapp and (Facebook) Messanger

My main four messanging apps: Line, Message, Whatsapp and (Facebook) Messanger

Ada begitu banyak messanging Apps yang tersedia di App Store. Dari sekian banyak, ada empat apps yang gue install dan gunakan secara rutin: Line, Messages (SMS & iMessage bawaan iOS), WhatsApp dan (Facebook) Messanger. Buat gue, urutan frekuensi penggunaannya kurang lebih seperti ini:

  1. Line
  2. Messages (SMS / iMessages)
  3. WhatsApp
  4. (Facebook) Messanger

Kenapa gue sangat aktif menggunakan Line:

  1. Orang-orang yang gue ingin hubungi menggunakan Line juga Karakter Line yang selalu aktif (kurang lebih seperti BBM)
  2. Tersedia di semua platform (orang2 yang gue hubungi dengan frekuensi tinggi, tidak menggunakan iOS saja)
  3. Memungkinkan gue untuk mengirimkan berbagai macam media: audio, video, location, photo, and off-course the freakin hilarious sticker
  4. Tersedia untuk Mac. Ini deal breaker sekali karena gue menghabiskan banyak waktu di depan Mac dan switching dari Mac ke smartphone, kalau frekuensinya tinggi, jadi sangat annoying
  5. Memungkinkan gue untuk group chat.
  6. Karena gue udah langganan paket data flat per bulan (Axis, IDR 79k / bulan) Line ini bisa dibilang free lah.

Kenapa gue (masih) menggunakan Messages (SMS / Messages):

  1. Karena mayoritas kontak gue bisa dihubungi dengan sms. It’s no brainer. Andaikan semua orang pake Line, Whatsapp atau (Facebook) messanger gue mungkin ngga akan pake Messages lagi.
  2. Relatively speaking, biaya sms di Axis relatif murah. Sms beberapa kali, sisanya gratis seharian. Kebanyakan kontak deket gue (keluarga, pacar) pake Axis sih.

Kenapa gue menggunakan Whatsapp:

  1. Alasannya sama dengan Line, minus ketersediaan sticker dan Mac apps.
  2. Rasanya whatsapp relatif lebih populer daripada Line. A sad thing, actually

Kenapa menggunakan (Facebook) Messanger?

  1. Skripsi gue melibatkan Facebook jadi takutnya ada kabar2 penting lewat Facebook Messanger yang masuk

***

And that’s that. Sebenernya, dalam hal potensi gue pribadi ngeliat kalo Facebook sebenernya punya potensi untuk menjadi messanging apps yang lebih oke karena:

  • Hampir semua kontak gue terutama yang non formal ada di Facebook
  • Facebook punya web interface (neat pula), sesuatu yang ngga dimiliki oleh Line atau Whatsapp.

IMO, dalam hal kontekstualitas Facebook punya potensi untuk jadi lebih kontekstual daripada Line. Yang diperlukan:

  • Ketersediaan aplikasi Facebook Messanger pada semua platform setidaknya iOS, Android, Blackberry dan OSX. Seriously tho, ngga semua kontak gue pake iOS.
  • Kemampuan mengakomodir berbagai jenis media. Seenggaknya photo, video, audio dan lokasi. Kalo bisa mengakomodir hal2 hilarious seperti sticker dan aplikasi-aplikasi spesifiknya Line (seperti Line Sticker, Line Cards, dll) itu lebih awesome lagi.

Andaikan Facebook melakukan dua hal diatas aja terhadap produk messanger-nya, (Facebook) Messanger akan menjadi produk yang lebih kontekstual lagi, setidaknya buat gue dan user dengan demografi sama seperti gue.

Anyway, satu hal yang gue bikin penasaran, kenapa Yahoo Messanger, ebuddy dan Mig33 rasanya ngga kontekstual ya dalam hal messanging apps hari ini? Padahal dari sisi penetrasi ke pasar, Y!M udah ada dari dulu, dan jaman feature phone itu setahu gue untuk chatting di handphone, opsinya kebanyakan ada tiga:

  1. Y!M
  2. ebuddy
  3. Mig33

Sekarang, diantara kontak-kontak gue kayanya jarang ada yang pake ketiga layanan itu lagi atau setidaknya menanyakan apakah gue punya akun di tiga layanan diatas untuk kemudian menghubungi gue.

Well, roda sepertinya selalu berputar. Don’t you think?