Well, sudah tiga hari saya berada di jambi untuk alasan pengembangan jaringan. Dan hal yang sangat saya suka dari sebuah perjalanan adalah melihat belahan bumi yang lain. mengunjungi ciptaan Allah di tempat lain selalu memberikan sensasi tersendiri. Mem berikan kesempatan untuk saya belajar. mengenai perbedaan, mengenai keberagaman, mengenai keindahan alam dan takdir.

Dan ini adalah tiga hari yang patut diambil hikmahnya.

Hari pertama, saya belajar bahwa bandara internasional Soekarno hatta sepertinya perlu peningkatan pelayanan. Pengguna bandara yang diluar area boarding domestik pasti setuju dengan saya. Kurang rapih dan bersih. Semoga kedepannya Pihak angkasa pura bisa meningkatkan pelayanannya. begitu mendarat di bandara Jambi, saya juga belajar. Sepertinya bandara jambi akan lebih oke lagi jika ditingkatkan fasilitas dan performanya.

di bandara sultan Taha, Jambi

Hmm.. Kalau dari pesawat langsung terhubung ke bandara asik nih.

Hari kedua, saya belajar hal yang lebih penting lagi. Jika di bandung pemadaman listrik akibat dari krisis energi dan beban daya PLN yang tidak termanage tidak terlalu terasa, di jambi hal tersebut sangat terasa. Bahkan seringkali terjadi kejadian seperti ini : 6 jam listrik mati, setelah itu 3 jam listrik padam. 6 jam kemudian nyala lagi, 3 jam kemudian padam lagi. Phew. What a life

P0in tidak bagusnya disini adalah, tentu saja produktivitas masyarakat jambi sangat terganggu. Apalagi industri yang sangat berkaitan dengan sumberdaya listrik ini. Warnet, wartel, tentu saja omset dan penghasilan mereka menurun.

Namun perlu diingat juga, ditiap kemalangan terdapat hikmah berupa pelajaran berharga. Poin bagus dari fenomena ini adalah, masyarakat jadi lebih care terhadap waktu. Misalnya sudah diperhitungkan kalau pukul 9 hingga pukul 12 akan terjadi pemadaman, maka sebelum pukul 9 kegiatan terkait dengan sumberdaya listrik harus di fokuskan, seperti mencuci dan menyetrika misalnya. kegiatan yang tidak terlalu terkait dengan sumberdaya lisrik bisa dialokasikan pada waktu terjadi pemadaman. Hmmm.. belajar time management lah.

Di hari ketiga, saya berjalan – jalan di pasar tradisional dan rekreasi melintasi sungai batanghari. jika pengelolaan sungai lebih baik, mungkin sungai ini bisa menggerakkan roda perekonomian sekitar. belajar banyak hal lagi. Dan, sedikit mengabadikan momen di sebrang, daerah kota jambi yang lumayan tradisional :

di sebrang, rumah adat jambi

wohoo.. i’m on jambi!

Well, hingga selasa depan saya masih akan berada di jambi untuk mengembangkan dan membina jaringan.
masih ada 3 hari untuk belajar!

🙂

what a nice life!

🙂