Ada satu hal yang jelas-jelas saya sadari saat mengendarai mobil:

I can’t see everything with my own eyes.

At first, it scares the crap out of me.

Saya tidak bisa melihat secara persis jarak dari bemper depan ke mobil depan saat jalanan padat. Saya tidak bisa melihat secara persis jarak dari bemper belakang ke objek asing di belakang mobil. Saya tidak bisa melihat sisi kiri dan kanan mobil pada saat bersamaan.

Bagaimana kalau menyerempet? Bagaimana kalau nyenggol mobil orang? Bagaimana kalau bagaimana kalau bagaimana kalau dan entah ada bagaimana kalau lain.

Solusinya: lihat yang kamu bisa lihat, sisanya rasakan saja.

Feel it.

Saya pikir itu juga yang terjadi dalam hidup. Kamu seringkali tidak bisa sekaligus melihat dengan mata kepala kamu sendiri ‘gambar’ keseluruhannya.

Kamu tidak bisa.

Yang kamu bisa hanya lihat yang bisa kamu lihat, rasakan, buat keputusan berdasarkan apa yang kamu mampu pikirkan, pertimbangkan dan rasakan. Sisanya ambil tindakan sesegera dan sebaik mungkin. Kalau kamu melamun dan grogi yang ada malah mencelakakan diri kamu dan orang-orang sekeliling kamu.

Hold the freakin’ wheel, hit the gas and drive.

GO KIDDO, GO. DRIVE IT.

Would you choose water over wine

Hold the wheel and drive

– Incubus