Seinget gue, awal 2000-an dulu tiap kali ada yang bilang seseorang kena penyakit degeneratif (stroke, jantung, kanker, dll) biasanya orang tersebut usianya diatas 60an. Sekarang, makin banyak orang di-usia 40an keatas yang kena penyakit degeneratif. Heck, beberapa anak berusia muda malahan udah kena penyakit degeneratif hari gini mah.

Nyokap gue, ahli nutrisi + dosen biokimia + pembicara produk salah satu perusahaan nutrisi, bilang salah satu alasannya sederhana: makanan.

Sekarang makin banyak makanan instan yang mana membuat masyarakat makin terbiasa kita dengan makanan berpenyedap dan berbahan makanan tambahan artifisial lain yang notabene pemicu kanker. Sounds meh? Yea right. Tapi kalo gue lihat kebiasaan gue, ini jadi kontekstual dan menyeramkan sekali: bangun tidur udah minum kopi instan. Jalan-jalan makan fastfood. Di perjalanan ngga pernah lupa beli cemilan dari mini market. Di luar hujan, males keluar terus masak indomie. Masak sendiri, biar rada enak pake kecap atau bahan penyedap lain yang ngga mungkin bisa tahan selama itu kalau ngga pake pengawet.

Our food is exposed to additive food, which is a damn carcinogen.

Mendadak gue khawatir dengan diri gue yang terbiasa makan fastfood, beli cemilan di minimarket, dan ngga suka makan sayur (oh fuck that is soo me). Lebih khawatir lagi karena dengan kemajuan ekonomi dan naiknya tingkat kemakmuran, anak-anak generasi setelah gue (kelahiran 1995 keatas, dan lebih parah dialami oleh anak-anak kelahiran 2000an keatas) terbiasa dengan hal-hal diatas sejak mereka kecil.

Oh my.

Sampai usia berapa badan kita akan bertahan? I’m afraid it’d be worsen sooner than the previous generation.

I hope i’m wrong.