selamat datang di pantai kuta

Hari terakhir di Bali. Saya bangun pagi-pagi. Setelah shalat subuh dan duduk-duduk di depan kamar hotel, saya memutuskan untuk jalan-jalan pagi di Pantai Kuta. Saya ambil handphone dan earphone saya, dan saya jalan-jalan pagi di Kuta.

Sama seperti sebelumnya, tidak ada yang baru di Kuta kecuali pengelolaannya yang sangat baik, eksotisme Bali yang sangat terasa, beberapa anjing berkeliaran seperti pantai-pantai lainnya, bule-bule lari pagi, surfer yang mulai berkeliaran, beachboys yang berjalan-jalan dengan wisatawan asing, dan saya yang duduk-duduk sambil berfikir mengenai banyak hal.

Pukul 8. Saya berjalan kembali ke kamar hotel setelah sebelumnya mampir ke ATM untuk menarik uang biaya perjalanan pulang.

Sesampainya saya masuk di kamar hotel, beres-beres, mandi, dan lain-lain. Saya menghubungi teman saya. Yang di Surabaya tidak bisa dihubungi, jadi saya langsung berencana ke Jogjakarta menggunakan Bus. Saya menghubungi pihak Bus Pahala Kencana untuk booking tiket. Ada bus dari Denpasar – Jogjakarta. lima belas jam perjalanannya, IDR 200 ribu biayanya. Berangkat pukul 15,00 dari terminal Ubung di Denpasar.

di joger kuta bali

Sebelum ke terminal, saya checkout (waktu checkout hotel di Bali rata-rata pukul 12.00), menitipkan tas di pemilik hotel yang ramah dan jalan-jalan ke Joger yang berada di Jalan Raya Kuta. Beres ke Joger, ternyata teman ibu saya menawarkan saya untuk diantar ke Terminal. Waw, baik sekali ๐Ÿ˜€

Yang harus kamu ketahui tentang bus Pahala Kencana

Saya melakukan kesalahan: membeli tiket yang sudah di Booking di loket, padahal seharusnya beli di Bus nya langsung. Jadilah pegawai Pahala Kencana menjualnya juga karena saya dikira tidak ada. Jadi dari Situbondo ke daerah entah apa namanya di Jawa Timur itu saya harus duduk di tempat kenek. Untungnya keneknya negotiable. Saya minta tukar saja dengan tempatnya tidur di belakang. Haha, lumayan jadi lebih lega dan lebih enak tidur ๐Ÿ˜€

Anyway, dengan tiket 200 ribu itu Pahala Kencana sudah menyiapkan makan malam di satu rumah makan tempat pemberhentian mereka. Jadi tidak perlu keluar uang untuk makan malam lagi.

Overall, begini rute busnya:

  1. Berangkat dari Denpasar pukul 15.00
  2. Tiba di pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 17.30
  3. Naik Ferry menyebrang ke Jawa Timur sekitar 45 menit hingga 1 jam. Ohya! Sebelum kapal Ferry tiba, kamu harus bergegas masuk ke Bus karena pihak bus akan mengunci pintu agar pengamen tidak masuk. Ini kesalahan yang kemarin saya lakukan -_-“
  4. Dari pelabuhan hingga pemberhentian makan malam sekitar 2 jam.
  5. Tiba di Jogjakarta sekitar pukul 06.30

Yap, 15 jam. what a trip! Besok-besok kalau pulang / pergi dari atau ke Bali saya jadi tahu lebih baik naik pesawat saja deh, capek di jalan dan ribet di terminal -_-”

Sesampainya di Jogja, saya dijemput teman saya dan kita ngobrol seharian sambil jalan-jalan. Dan berangkat kembali ke Bandung menggunakan kereta Turangga Jogjakarta – Bandung yang berangkat pukul 11.10. Harga tiket eksekutifnya IDR 184 ribu. Pagi-pagi pukul 06.45 saya tiba di Stasiun Hall kota Bandung. Home sweet home! ๐Ÿ˜€