Gue selalu berharap, berdo’a, dan berusaha supaya gue bisa jadi orang yang kemampuan finansialnya sangat kuat dengan cara yang halal, namun bisa menekan gaya hidup secukup-cukupnya dan tidak berlebihan. Jadi orang yang kaya namun terlihat sederhana. Jadi orang yang kaya namun terlihat biasa-biasa saja. Punya kebebasan untuk memilih dan menggunakan yang terbaik untuk hal-hal yang penting namun memiliki kesadaran penuh untuk tidak berlebihan dan bermewah-mewahan untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Punya kebebasan dan sumber daya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, dan punya kebebasan waktu untuk terus belajar dan melakukan hal-hal yang penting untuk dilakukan.

Ada yang pernah bilang kalau jadi muslim itu pilihannya dua dan kedua-duanya sama baiknya: 1) diamanahi rezeki dan bersyukur, atau 2) dicoba dengan kekurangan dan bersabar. Gue pribadi memilih dan berusaha agar jadi yang pertama. Gue pikir dengan diamanahi rezeki, gue relatif tidak akan memberatkan pihak lain dalam satu aspek. Lebih dari itu, gue percaya kalau rezeki di tangan orang yang baik bisa jadi kemaslahatan untuk banyak orang. Saat ini sih gue masih jauh dari kriteria “orang yang baik”, namun semoga dengan seizin Allah seiring dengan berjalannya waktu gue bisa menjadi “orang yang baik” itu.

Punya keinginan kan gratis. Berkeinginan saja setinggi-tingginya. Dekatkan pikiran, hati, dan tindakan kepada hal-hal yang memungkinkan hal-hal diatas terjadi.

Siapa tahu suatu saat gue dianggap sudah pantas (dan diamanati hal-hal diatas akan membawa gue ke kebaikan alih-alih ke keburukan) oleh Yang Maha Kaya, lalu Kun Fayakun.

Jadilah, maka jadilah.

Aamiin.