Let me care for you by waynemethod

Let me care for you by waynemethod

Sesuai dengan topik kontes berfikir kritis NavinoT 2009, topik kali ini adalah melihat lebih seksama ke sekitar kita, mengenai apa yang bisa kita buat lebih baik lagi. Dan pada entri kali ini, saya ingin membahasnya dari perspektif personal dalam lingkup hubungan antar manusia, berdasarkan apa yang saya alami: Pentingnya perhatian.

Mengenai Perhatian.

Saya baru saja membaca buku People Skills For Life: Easy Peasey karangan Allan & Barbara Pease. Disana dicantumkan dengan jelas salah satu sifat dasar manusia yang bahkan lebih penting dari makan, minum dan cinta:

Pentingnya merasa diri dipentingkan.

Satu kebutuhan untuk di “recognize” atau “dianggap ada“. Satu kebutuhan yang dipenuhi oleh hal bernama perhatian.

Perhatian adalah satu hal yang sering kali tanpa kita sadari menentukan jalan hidup kita: Seorang remaja hidupnya hancur karena obat-obatan yang akar permasalahannya sederhana: Kurangnya perhatian orang tua kepada sang anak. Sementara seseorang menjadi gemilang di satu bidang karena dia mendapatkan perhatian orang lain disitu: satu hal yang tidak didapatkannya di bidang yang lain.

Seorang pelajar bersemangat untuk belajar karena gurunya memberinya perhatian yang menyemangatkannya, sementara murid lain bersikap masa bodoh karena gurunya tidak memperhatikan apa yang dilakukannya.

Bukankah kita tidak perduli tentang betapa hebatnya seseorang, hingga kita mengetahui betapa perdulinya dia kepada kita?

Jangan meremehkan perhatian.

Berapa banyak anak yang menjadi tidak hormat kepada orang tuanya karena yang memberinya perhatian dimasa tumbuhnya adalah pembantu?

Berapa banyak hubungan yang hancur karena merasa tidak diperhatikan oleh partnernya?

Berapa banyak konsumen yang memutuskan deal dengan anda karena mereka merasa terperhatikan?

Berikan mereka perhatian.

Jika seseorang berlaku tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki, mungkin kita kurang memberikan perhatian kita padanya? πŸ˜‰

Jika orang-orang terdekat kita belum berkelakuan seperti yang kita inginkan, mungkin kebutuhan akan perhatian ini yang belum kita penuhi.

Coba lihat orang-orang terdekat kita. Sudahkah kita memberikan perhatian terbaik kita untuk mereka? Jika kita dibandingkan dengan apa yang kita inginkan dari/untuk mereka, pantaskah mereka mendapatkan kualitas perhatian yang sekarang kita berikan?

Well, tidak ada kata terlambat untuk perubahan, ‘kan? πŸ˜‰

P.S.

  • Perhatian tidak hanya kepada manusia saja. Project, Target, Cita-cita juga butuh perhatian kan? πŸ˜‰
  • IMHO, perhatian saja tidak cukup. Membuat mereka mengetahui bahwa kita memberinya perhatian dan perduli pada mereka juga sama pentingnya πŸ™‚
  • Saya pernah menulis satu tulisan lain mengenai perhatian yang menurut beberapa rekan sangat menarik. Jika anda concern mengenai topik ini (perhatian -red), saya rekomendasikan anda membacanya juga: Mantra Psikologis Bernama Perhatian