<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Yang Janggal Tentang Demokrasi Menurut Saya</title>
	<atom:link href="http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/</link>
	<description>The Unspoken, Written Thoughts</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 22:28:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1929</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 03:54:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1929</guid>
		<description>@Sinta

Thanks. :)

Itulah mengapa jargon &quot;new media&quot; yang diakomodir oleh berbagai social media (seperti blog, microblog, dll) menjadi sangat menarik dimata saya, meskipun tetap masih menyisakan berbagai &quot;celah&quot; untuk di &quot;susupi&quot; sih :)

Dan old media seperti media mainstream sekarang masih memegang peran yang masih sangat kuat di tataran masyarakat kita ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sinta</p>
<p>Thanks. :)</p>
<p>Itulah mengapa jargon &#8220;new media&#8221; yang diakomodir oleh berbagai social media (seperti blog, microblog, dll) menjadi sangat menarik dimata saya, meskipun tetap masih menyisakan berbagai &#8220;celah&#8221; untuk di &#8220;susupi&#8221; sih :)</p>
<p>Dan old media seperti media mainstream sekarang masih memegang peran yang masih sangat kuat di tataran masyarakat kita ;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sinta</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1927</link>
		<dc:creator>Sinta</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 23:18:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1927</guid>
		<description>Huaa.. *terjungkal mode on*

Fikri pinter banget ih..
Hehe..

Iya... memang banyak pihak yang punya kepentingan terhadap media. Dan tentu sangat tidak mudah untuk mengakomodasi semuanya. Ga mungkin lah media netral 100%. Setiap media punya ideologi yang mewarnainya..


Btw, pernah loh, ada pembaca Kompas yang ngasih kritik, menurutnya Kompas keseringan masang iklan SBY. Kan &#039;dosa&#039; klo media berpihak ke salah satu capres. Padahal itu kan &#039;iklan biasa&#039; ya..
hehehe
Pengiklan jadi salah satu pihak yang besar tekanannya..

Makanya, Fikri sebagai blogger harusnya bisa bikin blog ini sebagai media independen dimana &quot;tidak ada pihak-pihak yang menekan&quot; :-)

klo soal citra.. aku baru baca nih, tulisan dosen ku di PR, 

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=84134

Ga ada bantahan deh, untuk pendapat Fikri soal kerjaan PR handal itu.. 
Bener banget..
:-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Huaa.. *terjungkal mode on*</p>
<p>Fikri pinter banget ih..<br />
Hehe..</p>
<p>Iya&#8230; memang banyak pihak yang punya kepentingan terhadap media. Dan tentu sangat tidak mudah untuk mengakomodasi semuanya. Ga mungkin lah media netral 100%. Setiap media punya ideologi yang mewarnainya..</p>
<p>Btw, pernah loh, ada pembaca Kompas yang ngasih kritik, menurutnya Kompas keseringan masang iklan SBY. Kan &#8216;dosa&#8217; klo media berpihak ke salah satu capres. Padahal itu kan &#8216;iklan biasa&#8217; ya..<br />
hehehe<br />
Pengiklan jadi salah satu pihak yang besar tekanannya..</p>
<p>Makanya, Fikri sebagai blogger harusnya bisa bikin blog ini sebagai media independen dimana &#8220;tidak ada pihak-pihak yang menekan&#8221; :-)</p>
<p>klo soal citra.. aku baru baca nih, tulisan dosen ku di PR, </p>
<p><a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&#038;id=84134" rel="nofollow">http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&#038;id=84134</a></p>
<p>Ga ada bantahan deh, untuk pendapat Fikri soal kerjaan PR handal itu..<br />
Bener banget..<br />
:-)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1864</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 16:39:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1864</guid>
		<description>@oma
i like your point. tapi faktanya adalah, there&#039;s noting in this world which able to fulfill everyone&#039;s needs. Either blogging or anything else.

Tidak ada satu hal/media pun yang bisa memuaskan semua orang kan? Memang betul tidak semua orang ngenet. Tidak semua orang juga membaca koran. Tidak semua orang menonoton TV, dan tidak semua orang mendengarkan lagu. So point pentingnya adalah: JUST DO IT! Mulai dari yang berada dalam jangkauan kita (dalam kasus gue, blogging) dan mulai memperlebar jangkauan!  ;)

Tapi poin membuat lagu tentang kondisi sosial juga oke. Salah satu influencer gue adalah RATM. i&#039;ve consider it too. To me blogging is similar to songwriting. blog = song. It&#039;s a media. If i write about social-stuffs in my blog, so do i in my song :D

Poin penting lagi: lagu memang universal, tapi lagu bertema sosial tidak se-dengar-able *halah* lagu yang bertema you-know-what kan? :P



@Sinta

wording &quot;tertipu&quot; itu untuk menekankan dan memposisikan saja sih. efek dramatis lah :D

IMHO, memang idealnya media menjadi &quot;peng-koreksi&quot; pemerintahan y. Tapi bukankah itu masih terlalu utopis untuk terjadi di negara kita? ;)

idealnya pula, media berpihak pada rakyat. But mainstream media is still a business. Mana yang lebih mereka berpihak-kan. Rakyat atau customer? Pembaca atau dewan redaksi, pemegang saham, pengiklan, atau &quot;pihak2 dengan kemampuan menekan yang tinggi&quot;? ;)

Image itu memang sangat penting. Tidak pernah saya me-nafikan kepentingan image. Tapi image bagus belum tentu kualitas bagus kan? Bisa saja seseorang berkualitas biasa namun ber-image bagus karena meng-hire Public Relation consultant yang handal, bukan karena kemampuannya berkomunikasi dan menciptakan opini publik ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@oma<br />
i like your point. tapi faktanya adalah, there&#8217;s noting in this world which able to fulfill everyone&#8217;s needs. Either blogging or anything else.</p>
<p>Tidak ada satu hal/media pun yang bisa memuaskan semua orang kan? Memang betul tidak semua orang ngenet. Tidak semua orang juga membaca koran. Tidak semua orang menonoton TV, dan tidak semua orang mendengarkan lagu. So point pentingnya adalah: JUST DO IT! Mulai dari yang berada dalam jangkauan kita (dalam kasus gue, blogging) dan mulai memperlebar jangkauan!  ;)</p>
<p>Tapi poin membuat lagu tentang kondisi sosial juga oke. Salah satu influencer gue adalah RATM. i&#8217;ve consider it too. To me blogging is similar to songwriting. blog = song. It&#8217;s a media. If i write about social-stuffs in my blog, so do i in my song :D</p>
<p>Poin penting lagi: lagu memang universal, tapi lagu bertema sosial tidak se-dengar-able *halah* lagu yang bertema you-know-what kan? :P</p>
<p>@Sinta</p>
<p>wording &#8220;tertipu&#8221; itu untuk menekankan dan memposisikan saja sih. efek dramatis lah :D</p>
<p>IMHO, memang idealnya media menjadi &#8220;peng-koreksi&#8221; pemerintahan y. Tapi bukankah itu masih terlalu utopis untuk terjadi di negara kita? ;)</p>
<p>idealnya pula, media berpihak pada rakyat. But mainstream media is still a business. Mana yang lebih mereka berpihak-kan. Rakyat atau customer? Pembaca atau dewan redaksi, pemegang saham, pengiklan, atau &#8220;pihak2 dengan kemampuan menekan yang tinggi&#8221;? ;)</p>
<p>Image itu memang sangat penting. Tidak pernah saya me-nafikan kepentingan image. Tapi image bagus belum tentu kualitas bagus kan? Bisa saja seseorang berkualitas biasa namun ber-image bagus karena meng-hire Public Relation consultant yang handal, bukan karena kemampuannya berkomunikasi dan menciptakan opini publik ;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sinta</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1861</link>
		<dc:creator>Sinta</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 10:45:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1861</guid>
		<description>Aku tidak berbicara demokrasi disini.. tapi pengen komentar tentang media dan image

aku kurang setuju dengan pernyataan: &quot;tertipu&quot; media. (Berpihak pada media nih ceritanya. He3)

Justru medialah yang berusaha memberi pendidikan politik bagi rakyat (yang seharusnya dilakukan juga sama parpol. Tapi parpol lebih sering mengabaikan ini).

Media lah yang menjadi salah satu pihak yang kritis mengawasi pemerintahan, selain oposisi tentunya..
Dan media punya &#039;kode etik&#039; untuk berpihak pada rakyat.

Soal image.. 
Image itu penting banget fikri.. 
Kalau dia punya kualitas, tapi dia ga bisa menunjukkan, membuktikan, dan mengkomunikasikan kompetensinya ke hadapan publik, bagaimana orang-orang akan tahu..?

Dan image itu bukan berarti menutupi kualitas sebenarnya.. justru, kalau seseorang mampu membangun image yang baik, paling tidak itu berarti dia mempunyai kemampuan komunikasi yang bagus, dan mampu membangun kredibilitas dan kepercayaan rakyat..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tidak berbicara demokrasi disini.. tapi pengen komentar tentang media dan image</p>
<p>aku kurang setuju dengan pernyataan: &#8220;tertipu&#8221; media. (Berpihak pada media nih ceritanya. He3)</p>
<p>Justru medialah yang berusaha memberi pendidikan politik bagi rakyat (yang seharusnya dilakukan juga sama parpol. Tapi parpol lebih sering mengabaikan ini).</p>
<p>Media lah yang menjadi salah satu pihak yang kritis mengawasi pemerintahan, selain oposisi tentunya..<br />
Dan media punya &#8216;kode etik&#8217; untuk berpihak pada rakyat.</p>
<p>Soal image..<br />
Image itu penting banget fikri..<br />
Kalau dia punya kualitas, tapi dia ga bisa menunjukkan, membuktikan, dan mengkomunikasikan kompetensinya ke hadapan publik, bagaimana orang-orang akan tahu..?</p>
<p>Dan image itu bukan berarti menutupi kualitas sebenarnya.. justru, kalau seseorang mampu membangun image yang baik, paling tidak itu berarti dia mempunyai kemampuan komunikasi yang bagus, dan mampu membangun kredibilitas dan kepercayaan rakyat..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oma</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1834</link>
		<dc:creator>oma</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 17:49:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1834</guid>
		<description>blogging is not enough, or never enough
ga semua orang baca blog lw
ga semua orang bisa ngenet

anyway, gw jadi kepikiran something
kenapa band lw ga menciptakan lagu yang liriknya tu tentang keadaan sosial?
bosen lah cinta-cintaan terus
udah banyak gitu
musik kan lebih universal, bisa didengarkan siapa aja
iya ga?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>blogging is not enough, or never enough<br />
ga semua orang baca blog lw<br />
ga semua orang bisa ngenet</p>
<p>anyway, gw jadi kepikiran something<br />
kenapa band lw ga menciptakan lagu yang liriknya tu tentang keadaan sosial?<br />
bosen lah cinta-cintaan terus<br />
udah banyak gitu<br />
musik kan lebih universal, bisa didengarkan siapa aja<br />
iya ga?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1826</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 02:34:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1826</guid>
		<description>@Oma
nah itu dia, karena mayoritas penduduk kita masih belum berpendidikan, maka mereka memilih pemimpin berdasarkan image. Maka dari itu, pemimpin terpilih sudah tentu pemimpin yang berimage, dan image tidak sama dengan kualitas. That&#039;s the problem.

memberikan pencerdasan politik pada orang-orang disekitar anda?

This is how i do it. Through blogging my thought :D


@Eki
Thank you Sir. It&#039;s an honor for me :)
Although it&#039;s prevailing this current age, but still we should move to the best system, i think.

Meritocracy? Hmm.. i personally have a couple thought in Theocracy, instead.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Oma<br />
nah itu dia, karena mayoritas penduduk kita masih belum berpendidikan, maka mereka memilih pemimpin berdasarkan image. Maka dari itu, pemimpin terpilih sudah tentu pemimpin yang berimage, dan image tidak sama dengan kualitas. That&#8217;s the problem.</p>
<p>memberikan pencerdasan politik pada orang-orang disekitar anda?</p>
<p>This is how i do it. Through blogging my thought :D</p>
<p>@Eki<br />
Thank you Sir. It&#8217;s an honor for me :)<br />
Although it&#8217;s prevailing this current age, but still we should move to the best system, i think.</p>
<p>Meritocracy? Hmm.. i personally have a couple thought in Theocracy, instead.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Eki</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1811</link>
		<dc:creator>Eki</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 18:02:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1811</guid>
		<description>Saya menikmati nuansa kritis tulisan ini, Fikri. 

Democracy is not the best system, but the  prevailing of the current age.

I believe that meritocracy is the best political system.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menikmati nuansa kritis tulisan ini, Fikri. </p>
<p>Democracy is not the best system, but the  prevailing of the current age.</p>
<p>I believe that meritocracy is the best political system.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oma</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1806</link>
		<dc:creator>oma</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 16:10:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1806</guid>
		<description>di UUD NRI tahun 1945, dijelaskan bahwa cara yang paling demokratis adalah dengan melakukan pemilihan umum
menurut lw ada ga cara lain selain pemilihan langsung?
mau pake sistem electoral college kaya amerika?
sama aja dong balik ke jaman sebelum amandemen UUD 1945
dimana akan tercipta konspirasi yang lebih besar
&lt;i&gt;*kalo ngomongin pemilihan presiden ya*&lt;/i&gt;

pemilihan umum bukan hanya sekedar sistem voting, terdapat mekanisme tertentu didalamnya, yang akan membatasi jumlah peserta yang akan bermain dalam arena politik
sebagai contoh, terpilihnya presiden indonesia harus lah lebih dari 50% dan merata diseluruh indonesia (min 2/3 kalo ga salah)
&lt;i&gt;*silahkan dilihat UUD NRI tahun 1945 dan UU yang terkait*&lt;/i&gt;

perlu digarisbawahi, sebagian besar masyarakat indonesia tidak mengeyam pendidikan yang cukup
wajar mereka memilih seseorang karena kepopuleran, karena &quot;nilai jual&quot; yang ditawarkan
kita ga punya media yang cukup untuk mengeksplore calon-calon kita lebih dalam
makanya ya jadi kaya ga jelas gitu kan kampanye mereka
representation in ideas bisa terjadi saat semua masyarakat indonesia menjadi kritis
makanya ini adalah hal yang lumrah terjadi dalam political representation
oleh karena itu kita sebagai generasi yang mengenyam pendidikan yang tinggi perlu memberikan pencerdasan pada masyarakat
bukan hanya diam dan mengeluh kenapa begini, kenapa begitu


pertanyaan paling penting, &lt;b&gt; sudahkan anda memberikan pencerdasan politik pada orang-orang disekitar anda?&lt;/b&gt; :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>di UUD NRI tahun 1945, dijelaskan bahwa cara yang paling demokratis adalah dengan melakukan pemilihan umum<br />
menurut lw ada ga cara lain selain pemilihan langsung?<br />
mau pake sistem electoral college kaya amerika?<br />
sama aja dong balik ke jaman sebelum amandemen UUD 1945<br />
dimana akan tercipta konspirasi yang lebih besar<br />
<i>*kalo ngomongin pemilihan presiden ya*</i></p>
<p>pemilihan umum bukan hanya sekedar sistem voting, terdapat mekanisme tertentu didalamnya, yang akan membatasi jumlah peserta yang akan bermain dalam arena politik<br />
sebagai contoh, terpilihnya presiden indonesia harus lah lebih dari 50% dan merata diseluruh indonesia (min 2/3 kalo ga salah)<br />
<i>*silahkan dilihat UUD NRI tahun 1945 dan UU yang terkait*</i></p>
<p>perlu digarisbawahi, sebagian besar masyarakat indonesia tidak mengeyam pendidikan yang cukup<br />
wajar mereka memilih seseorang karena kepopuleran, karena &#8220;nilai jual&#8221; yang ditawarkan<br />
kita ga punya media yang cukup untuk mengeksplore calon-calon kita lebih dalam<br />
makanya ya jadi kaya ga jelas gitu kan kampanye mereka<br />
representation in ideas bisa terjadi saat semua masyarakat indonesia menjadi kritis<br />
makanya ini adalah hal yang lumrah terjadi dalam political representation<br />
oleh karena itu kita sebagai generasi yang mengenyam pendidikan yang tinggi perlu memberikan pencerdasan pada masyarakat<br />
bukan hanya diam dan mengeluh kenapa begini, kenapa begitu</p>
<p>pertanyaan paling penting, <b> sudahkan anda memberikan pencerdasan politik pada orang-orang disekitar anda?</b> :D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1794</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 10:33:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1794</guid>
		<description>@Dinda Watson

Haha, salah ketik itu. Thanks udah mengingatkan :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Dinda Watson</p>
<p>Haha, salah ketik itu. Thanks udah mengingatkan :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dinda Watson</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-janggal-tentang-demokrasi-menurut-saya/comment-page-1/#comment-1790</link>
		<dc:creator>Dinda Watson</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 00:20:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=605#comment-1790</guid>
		<description>Ada kesalahan di kalimat terakhir 
&lt;em&gt;Pilitik ini topik yang sensitif sih.&lt;/em&gt;
politik kok jadi pilitik??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kesalahan di kalimat terakhir<br />
<em>Pilitik ini topik yang sensitif sih.</em><br />
politik kok jadi pilitik??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

