Tribes – Andalah Pemimpin Yang Kami Cari

Another great book to review: Tribes oleh Seth Godin. Seth Godin adalah penulis banyak buku yang sangat eksentrik dengan karya-karya yang menjadi rujukan para marketer modern dan tribes sangat menunjukkan hal tersebut. Isinya provokatif, inspiring, dan mendobrak aturan yang ada (dengan susunan konten yang juga melawan aturan). Tribes membahas mengenai kepemimpinan, perubahan, dan perlawanan terhadap status quo. Setelah selesai membacanya beberapa saat yang lalu, ini dia poin-poin gagasan yang saya tangkap:
Mengenai tribe
Seperti yang sudah diulas oleh NavinoT, tribe adalah sekumpulan manusia yang dipimpin oleh seseorang dan terhubung satu sama lain karena kesamaan gagasan & minat. Tribe sudah ada sejak manusia ada. Mulai dari tribe yang bersifat struktural, hirarkis & birokratis seperti Presiden yang memimpin sebuah tribe bernama negara hingga kepala keluarga yang memimpin sebuah tribe bernama keluarga, hingga tribe yang bersifat lebih abstrak tanpa bentuk dan formalitas seperti Al Gore yang menjadi pusat perhatian tentang isu pemanasan global hingga Matt Mullenweg yang menjadi sentral dari pengembangan wordpress yang ‘diikuti’ oleh jutaan manusia di dunia.
Bagaimana sebuah tribe dibentuk? Menurut Seth Godin, Tribe disusun oleh dua hal:
- Minat yang sama
- Cara berkomunikasi
Tribe adalah relasi, bukan benda. Pemimpin tribe menghubungkan anggota kelompoknya melalui gagasan. Katakanlah anda mengetahui betul mengenai kesehatan (sekumpulan gagasan). Teman-teman anda mulai meminta rekomendasi anda mengenai kesehatan dan lambat laun teman-teman anda mulai merekomendasikan anda sebagai seorang ‘pakar’ mengenai kesehatan. Tidak lama kemudian, opini anda mengenai kesehatan mulai menjadi “berpengaruh” dan pendapat anda mengenai kesehatan mulai “digugu” oleh para “pengikut” anda. Saat itu, anda telah menjadi pemimpin sebuah tribe dan memiliki tribe anda sendiri.
Mengenai kepemimpinan
Menurut Seth, seorang pemimpin harus membuat kehebohan. Orang-orang menginginkan perubahan dan mereka senang menjadi bagian dari pergerakan. Pemimpin berbeda dengan manager. Tugas seorang pemimpin bukan mengelola, melainkan memotivasi, menghubungkan, dan membuat terobosan. Seorang pemimpin membenamkan orang lain ke dalam visi yang mereka lihat dan membuat para pengikutnya ‘merasakan‘ petualangan yang mereka lihat. Sebuah tribe berkembang karena anggota tribe tersebut bangga menjadi bagian dari tribe tersebut. Agar hal tersebut tercipta, yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin adalah ‘mendengarkan’ dan kebaikan hati yang tulus. Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena mampu mengidentifikasi ketidaknyamanan, dan berusaha memperbaikinya dengan mengkomunikasikan gagasan mereka dan memulai gerakan “counter” terhadap ketidaknyamanan tersebut. Lihat Al Gore dengan ketidaknyamanannya akan pemanasan global. Lihat Muhammad Yunus dengan ketidaknyamanannya terhadap kapitalisme. Lihat pula Mahatma Gandhi dengan ketidaknyamannya akan penjajahan dan pertumpahan darah.
Seorang pemimpin sejati mengetahui hal-hal yang tidak bisa dikompromikan. Mereka memiliki komitmen, dan mengetahui bahwa tugas terbesar mereka adalah mempertahankan mimpi mereka. Seorang pemimpin tidak memperdulikan penghargaan untuk mereka. Seorang pemimpin mengerjakan hal yang mereka yakini.
Mengenai perubahan
Stabilitas adalah ilusi. Di tahun 1997-an saat Yahoo! Menjadi search engine terbesar di dunia, tidak ada seorangpun yang menduga bahwa sebuah search engine bernama Google yang ditemukan oleh mahasiswa Ph.D dari kamar asrama mereka akan mengalahkan Yahoo! search dan merebut “tahta” search engine terbesar di dunia. Jika kasus Google – Yahoo! Ini tidak cukup, anda bisa lihat banyak contoh kasus lain: WordPress di ranah blogging platform, facebook di ranah social networking, Wikipedia dalam ranah online encyclopedia, hingga negara-negara asia di ranah perkembangan ekonomi. Ujar Seth dalam Tribes: mereka yang meruntuhkan status quo dan merubah aturan akan menang.
Tidak ada yang tidak berubah. Hal ini bermakna, semua hal bahkan impian terliar anda pun bisa saja terjadi. Bill Gates di tahun 1970-an memiliki impian liar bahwa suatu saat akan ada satu personal computer untuk setiap orang, satu visi yang dianggap mustahil oleh kebanyakan orang disaat itu dan kita tahu bagaimana “hasil” dari visi Bill Gates tersebut sekarang. Jika hari ini seorang anak muda mengungkapkan gagasannya kepada anda dan mengatakan bahwa gagasannya tersebut mustahil, anda perlu memikirkan ulang pendapat anda.
Tribe, kepemimpinan, dan perubahan
Perubahan-perubahan besar yang tidak pernah terbayangkan dilakukan oleh ‘pemimpin – pemimpin’ yang percaya kepada apa yang mereka lihat dalam visinya. Mereka meyakini diri mereka sendiri, dan mulai bekerja dengan gagasan mereka. Lambat laun, orang-orang mulai mengenal mereka dan menjadi pengikut mereka. Jika ide mereka memang baik dan mereka didukung oleh tribes yang cukup besar, merubah wajah dunia adalah sesuatu yang bukannya tidak mungkin.
Jimmy Wales dan visinya terhadap “menyatukan ilmu pengetahuan dunia” telah melahirkan Wikipedia. Sergey Brin dan Larry Page dengan visinya “membuat informasi yang tersebar di world wide web terorganisir dan mudah diakses” telah melahirkan Google. Mark Zuckerberg dengan visinya “membuat dunia lebih terbuka” dan “menghubungkan orang-orang dengan relasinya” telah melahirkan facebook. Berawal dari sebuah visi dan gagasan, dilanjutkan dengan tindakan, menumbuhkan tribes, seorang pemimpin merubah wajah dunia.
Sebelum era internet, menjadi pemimpin dari sebuah tribe adalah sesuatu yang sangat sulit karena menyebarkan gagasan bukanlah sesuatu yang mudah. Seiring dengan tumbuhnya era internet dan media-media sosial seperti YouTube, Twitter, blog, dan sebagainya, mendistribusikan gagasan ke seluruh dunia adalah sesuatu yang bahkan dapat dilakukan oleh seorang anak berusia 13 tahun.
Pertanyaannya sekarang, apa yang menjadi visi dan gagasan anda?
Jika seorang pemimpin dari sesuatu, -dan semua orang memang pemimpin dari sesuatu, setidaknya bagi diri mereka sendiri- saya menyarankan anda untuk membaca Tribes – Andalah pemimpin yang kami cari karangan Seth Godin.
Sudah membaca buku ini? Apa pendapat anda?
Investasi di Otak, Hati, & Hubungan Baik | fikrirasyid.com
24 February 2010
[...] Tribes – Andalah Pemimpin Yang Kami Cari [...]
Pandu Truhandito
24 February 2010
I see the Status Quo of Internet Marketing di Indonesia; I don’t like it
maap bang fikri, numpang ngequote pak Godin
Fikri Rasyid
24 February 2010
wah, satu heresi lagi telah lahir. hihi
anas -catkus.com
26 February 2010
format isi bukunya mirip sama posting-posting diblog.. simple dan pendek tapi maknanya cukup dalem. hm.. om godin bener” menekakan pentingnya cara-cara baru untuk memimpin..
buku tipis yang membuat pikiran saya membuat berbagai paradigma baru.
Fikri Rasyid
26 February 2010
yap, pemikirannya seth godin cenderung revolusioner sih
ina
01 March 2010
Kak,
giMana siY cara menemukan buku yang tepat ?
keKnya kakaK kaLau beLi buku isinya keRen2 semua. . .
maAf pertanyaannya rada ‘gak nyambung ma postingan kaKak,
Fikri Rasyid
04 March 2010
buku yang keren2 banyak kok. saya tahu dari browsing2, jalan2 ke tokobuku n baca2 blog orang
Richard Fang @ Jurus Grafis
07 March 2010
lo harus baca Linchpin fik (atau udah/lagi baca?) hehehe
Fikri Rasyid
09 March 2010
wah, belum euy chard. bukunya seth juga? Gue lagi baca John C. Maxwell tapi belum beres2 aja nih, kelamaan di depan notebook soalnya LOL
Investasi di Otak, Hati, & Hubungan Baik « Pusat Brankas dan Fire Fighting Equipment Kepri
09 March 2010
[...] dan sebuah bisnis yang prospektif bisa mendadak hancur di era yang berubah sedemikian cepat ini. Seth Godin dalam bukunya Tribes berbicara bahwa stabilitas adalah ilusi. Robert T. Kiyosaki dalam Increase Your Financial IQ [...]
Menelaah Subkultur Netizen
25 March 2010
[...] lebih kompleks, mekanisme yang dibangun di social media membuat tiap-tiap netizen menjadi ‘pemimpin tribe‘ karena fitur-fitur social media memungkinkan adanya relationship ‘pengikut’ dan [...]