To Be Happy is To Give (Part 1)

Written by Fikri Rasyid on May 26, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with ,

day051 :: Happiness by MeLa de Gypsie

day051 :: Happiness by MeLa de Gypsie

Semua dari kita menginginkan kebahagiaan. To be happy. Tapi jika kita jujur pada diri sendiri, rasanya kok jarang sekali kebahagiaan itu muncul y? Kebahagiaan seperti sesuatu yang insidental, muncul terkadang saja.

Saya berimajinasi betapa menyenangkan-nya jika saya dapat berbahagia kapanpun saya mau :D

maka dari itu, saya memutar otak. Membaca berbagai hal, menganalisa berbagai konsep. Ada banyak cara untuk berbahagia, namun hasil sementara pemikiran saya, salah satu cara termenyenangkan adalah:

To be happy (and to be everyting) is to give.

Yap. Senada dengan status facebook saya pagi ini:

Daripada terlalu sibuk memikirkan kebaikan diri sendiri, lebih baik sibuk memikirkan dan membahagiakan orang lain.

Biar Tuhan yang memikirkan kebaikan kita :)

hmm… terdengar utopis y? ;)

Maka dari itu saya pun menguji kesimpulan saya. Beberapa hari yang lalu, seorang teman bercanda kepada saya bahwa dia ingin coklat. Well, saya juga tahu itu hanya bercanda, tapi mengapa tidak mengejutkannya dengan hal yang diinginkannya? :D

Maka dari itu, kemarin saya membelikannya coklat dan memberikannya. Wow, teman saya terlihat gembira sekali.

“Wah, makasih ya, padahal gue cuma bercanda doang loh”

I know that you’re just kidding, but somehow i want do it. Entah mengapa, saya juga merasa bahagia :)

Padahal, jika diukur secara finansial, memberi coklat hanya hal yang biasa saja. Tapi jika dipikir-pikir, dengan harga berapa sih kita bisa membeli kebahagiaan kita? Dan kebahagiaan orang lain tentunya? ;)

Jika anda yang membaca tulisan ini tengah dilanda perasaan gundah gulana *halah*, mungkin anda bisa mencoba langkah yang saya juga telah lalui: berikan sesuatu kepada seseorang. Buat seseorang menjadi lebih bahagia karena kita.

Nanti kalau sudah dicoba, share pengalamannya di sini melalui komentar y? :)

Selamat hari selasa yang damai dan membahagiakan! :D

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

7 Responses for This Thought

  1. fahmi

    27 May 2009

    yup betul sekali mas fikri…..

    klo kita pengen bahagia terus ya sering2 aja ngasih sesuatu ke orang lain, teman, sahabat, sodara etc. dijamin deh kita ikut bahagia…

    liat orang lain tersenyum tuh rasanya adem gitu……

    salam super……keep super ya mas nulis reviewnya….

    • Fikri Rasyid

      28 May 2009

      @fahmi

      yap. bahagianya jika kita bahagia dengan cara membahagiakan orang lain y? :)

  2. joshua

    11 June 2009

    setuju oM..

    satu haRi meLakukan satu kebaikan uNtuk orang Lain…
    dH buat kita bahagia..

    • Fikri Rasyid

      12 June 2009

      @joshua

      waw, konsepnya keren! satu kebaikan setiap harii…. saja. Dan perhatikan apa yang terjadi :)

  3. oma

    20 June 2009

    i have been in that moment!
    inget scrapbook esa?
    menyenangkan ya saat melihat orang lain bahagia
    apalagi kebahagiaan yang kita berikan itu seperti teori multiplayers effect, satu tindakan yang berarti untuk semua orang

    kalo kata esa, senyum dan negor orang juga udah bisa bikin orang lain bahagia koq
    karena mereka ngerasa dihargain dengan senyuman dan tegoran kita

    • Fikri Rasyid

      24 June 2009

      @oma

      haha, inget dong :D
      pantesan sampai dibela belain kenalan sama semua temen2 esa yang aneh2 y? it makes you happy :D
      Bener tuh katanya bang esa. Apalagi kalau bisa lebih dari itu :)

  4. bunda_salma

    15 March 2010

    salam kenal,
    kebahagiaan sejati bukanlah saat diri kita bahagia, namun saat orang lain bahagia karena kita

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.