Fikri Rasyid

Tentang Waktu: Mata Uang Yang Sebenarnya

Dipublikasikan pada December 6th, 2009 dan ditulis dengan kategori Analisa, Islam, Pengembangan Diri dan ditag dengan tag , ,

time-actual

Waktu adalah mata uang yang sebenarnya. Untuk membayar sebuah produk/jasa kita harus mengeluarkan dana dalam nilai tertentu. Untuk mendapatkan dana tersebut, kita perlu bekerja sesuai dengan keahlian kita dalam tenggat waktu tertentu. Untuk mendapatkan keahlian yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan sejumlah dana, kita perlu melatih keahlian tersebut. Untuk melatih keahlian tersebut, kita membutuhkan waktu.

Waktu.

Kita tumbuh menjadi apa dan disebut sebagai apa tergantung dari bagaimana cara kita menggunakan waktu yang kita miliki. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk belajar akan menjadi siswa yang baik. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk menulis akan tumbuh menjadi seorang penulis. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk membesarkan bisnisnya akan kita sebut sebagai pengusaha. Sekarang bayangkan akan jadi apa seseorang yang menggunakan kebanyakan waktunya untuk hal-hal yang tidak jelas apa arah tujuannya?

Uang adalah alat tukar nilai tambah. Sialnya, nilai tiap mata uang berbeda-beda. Bandingkan Rp 1,000.- dan USD 1,000.-: Seribu rupiah hanya cukup untuk parkir kendaraan roda empat sekali di pinggir jalan sementara seribu dollar cukup untuk membeli sebuah macbook.

Sekarang bandingkan dengan waktu. Entah anda tinggal di Indonesia, United States, atau bahkan Suriname, satu detik adalah satu detik: tidak kurang dan tidak lebih.  Jika untuk menjadi seorang dokter ahli yang dibayar US$ 100 per konsultasi dibutuhkan waktu tujuh tahun, maka dimanapun anda hidup jika anda menggunakan tujuh tahun waktu belajar untuk menjadi dokter ahli, anda akan menjadi dokter ahli.

Get the point? Kita menjadi apa adalah konsekuensi logis dari bagaimana kita menggunakan waktu kita. Time is more valuable than money. Waktu adalah mata uang yang sebenarnya.

Izinkan saya mengakhiri tulisan ini dengan mengutip terjemahan dari salah satu ayat kitab suci umat islam:

Demi masa. (1)

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (2)

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihat supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (3)
Q.S Al ‘Ashr  (Masa) ayat 1 – 3.

Pendapat anda?

Waktu adalah mata uang yang sebenarnya. Untuk membayar sebuah produk/jasa kita harus mengeluarkan dana dalam nilai tertentu. Untuk mendapatkan dana tersebut, kita perlu bekerja sesuai dengan keahlian kita dalam tenggat waktu tertentu. Untuk mendapatkan keahlian yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan sejumlah dana, kita perlu melatih keahlian tersebut. Untuk melatih keahlian tersebut, kita membutuhkan waktu.
Waktu.
Kita tumbuh menjadi apa dan disebut sebagai apa tergantung dari bagaimana cara kita menggunakan waktu yang kita miliki. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk belajar, akan menjadi siswa yang baik. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk menulis, akan tumbuh menjadi seorang penulis. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk membesarkan bisnisnya, akan kita sebut sebagai pengusaha. Sekarang bayangkan akan jadi apa seseorang yang menggunakan kebanyakan waktunya untuk hal-hal yang tidak jelas apa arah tujuannya?
Uang adalah alat tukar nilai tambah. Sialnya, nilai tiap mata uang berbeda-beda. Bandingkan Rp 1,000.- dan USD 1,000.-: Seribu rupiah hanya cukup untuk parkir kendaraan roda empat sekali di pinggir jalan sementara seribu dollar cukup untuk membeli macbook.
Sekarang bandingkan dengan waktu. Entah anda tinggal di Indonesia, United States, atau bahkan Suriname, satu detik adalah satu detik: tidak kurang dan tidak lebih.  Jika untuk menjadi seorang dokter ahli yang dibayar US$ 100 per konsultasi dibutuhkan waktu tujuh tahun, maka dimanapun anda hidup jika anda menggunakan tujuh tahun waktu belajar untuk menjadi dokter ahli, anda akan menjadi dokter ahli.
Get the point? Kita menjadi apa adalah konsekuensi logis dari bagaimana kita menggunakan waktu kita. Time is more valuable than money. Waktu adalah mata uang yang sebenarnya.
Izinkan saya mengakhiri tulisan ini dengan mengutip terjemahan dari salah satu ayat kitab suci umat islam:

Demi masa. (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihat supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (3)

Q.S Al ‘Ashr  (Masa) ayat 1 – 3.

10 Responses to Tentang Waktu: Mata Uang Yang Sebenarnya

  1. waktu berguna jika dipergunakan dengan benar dan tepat sesuai dengan kemampuan dan atau kepercayaan yang diberikan
    banyak orang tidak bisa mempergunakan waktu karena tidak ada kesempatan, kepercayaan dan kemauan
    waktupun menjadi alat pembunuhan yang sangant keji, contohnya pecandu
    artrinya ” waktu bisa menguntungkan atau merugikan tergantung dari yang mempergunakannya dan kesempatan yang diberikan

  2. Berarti kita tidak perlu mengejar uang krn waktu lebih pantas untuk dikejar.

  3. Sepakat mas Fikri, seperti kata seseorang yang pernah saya dengar : waktu itu (salah satu) modal terbesar manusia. :)

  4. waktu adalah emas…yang nilainya bisa berubah tergantung siapa yang menggunakan.

  5. wow..
    speechless. never think of it..
    from now on, kayak nya gak da lg waktu tuk menyesali diri atau menyalah kan pemerintah atas nasib negeri, atau menyalah kan tuhan atas nasib diri,..

    Kita menjadi apa adalah konsekuensi logis dari bagaimana kita menggunakan waktu kita.

    thanks for the great motivation

  6. Waktu adalah Pedang…jika anda pintar menggunakannya maka ia akan melindungi anda, jika anda tidak pintar menggunakannya maka anda akan terluka olehnya…do U agree? please anwer in your heart :-)

  7. hmm…ternyata terlalu banyak waktu yg terbuang slama iini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tutup Panel Samping

Percakapan saya di twitter

Mari berjejaring di facebook

Fikri Rasyid on Facebook

Berlangganan tulisan baru saya. Gratis.

via RSS Feed:

http://feeds.feedburner.com/FikriRasyid

via email:

Masukkan alamat email anda dan tekan tombol "berlangganan". Setiap kali saya menerbitkan tulisan, anda akan mendapatkannya langsung di inbox email anda

Yang saya bahas di blog ini:

Bali Blogging Buku Definisi Dijual Golden Ways Google Habit ide Joomla Kebahagiaan Kebijaksanaan Kehidupan Kesehatan Konsep Kontes Berpikir Kritis Navinot 2009 Liburan Liqo Mario Teguh Marketing Masa Depan MLM Movie Musik Nostalgia Opini Pasangan Pendidikan Pengalaman Perbedaan Perubahan PIMNAS PIMNAS 2010 Rahasia Relationship Renungan Review Sikap Tips Tung Desem Waringin TV Vespa Web Apps Web Design Wordpress Theme

Komentar terbaru