oleh Fikri Rasyid

Jika tengah berada di lingkungan akademis, saya sering bertanya-tanya: apa yang membuat si A mampu menjawab pertanyaan dengan mudah sementara si B terdiam tanpa suara? Apa yang membuat si Y memiliki IPK 4 sementara si X nasib satu koma?
Memang ada banyak faktor. Namun jika kita pikirkan baik-baik, sebenarnya jawabannya sederhana saja.
Otak manusia itu seperti spons. Dia menyerap apa yang dimasukkan kepadanya.
anonim
Kita adalah apa yang kita makan. Physically, mentally, and intelectually. Mari kita analisa:
Apa yang membedakan seseorang pintar (secara intelektual) dan seseorang yang tidak pintar?
Isi otaknya.
Bagaimana mereka mengisi otaknya?
Dengan memasukan informasi yang berguna ke-otaknya. Dengan memberi input yang berguna. Dengan membaca.
Seorang professor menjadi professor karena dia mengetahui dan menguasai pengetahuan yang dibutuhkan sebagai professor. Sang professor memiliki dan menguasai pengetahuan yang dibutuhkan sebagai professor karena dia telah membaca semua yang seorang professor perlu ketahui.
Kesimpulannya: membaca adalah mata rantai pertama menuju kecerdasan.
Pertanyaannya: apa yang terjadi jika rantai pertama tersebut diputuskan? Apa yang terjadi ketika seseorang berhenti membaca?
Memang ada banyak cara untuk mengisi pikiran anda dengan pengetahuan, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa membaca adalah salah satu metode yang paling efisien dalam mendistribusikan informasi secara efisien.
Tidak perlu penelitan canggih untuk membuktikannya. Cari saja orang yang anda anggap pintar dan perhatikan apa saja yang telah dia baca.
Apa saja yang telah dia baca.
Entah dari internet, buku, jurnal ilmiah, ataupun majalah.
*****
Akhir kata, izinkan saya mengutip terjemahan yang diyakini merupakan ayat pertama yang diturunkan dalam agama islam:
Bacalah! Dengan (menyebut) nama Tuhan-mu Yang menciptakan.
Q.S. Al-Alaq: 1
Sesuatu yang didahulukan pastilah hal yang penting bukan?


Hangga Nuarta
Ya setuju. Saya nyaris selalu gagal kalau sebelum ulangan saya tidak membaca (dan berlatih)…
zam.web.id
subhanallah, suka dengan quote di akhir postingan ini
fajarfaqih
fik, saya sangat suka dengan cara kamu menganalisis. tidak banyak kesana kemari, namun tepat ke tujuan.
fajarfaqih
berkomentar tentang perihal membaca, benar bahwa membaca merupakan hal penting yang menjadi penentu kapasitas otak seseorang. Namun disamping itu kita kurang dianjurkan jika hanya membaca dan membaca. Ssekali kita harus mencari ilmu – pengetahuan – pengalaman lain, dengan cara lain.
Banyak caranya, bisa lewat mendengar, itu pun bisa bercabang, bisa dengan mendengarkan ceramah, pidato, bahkan musik. banyak yang lain
Fikri Rasyid
@Hangga Nuarta
Haha, yaiyalah. Kalau ujian tidak baca bagaimana mau tahu?
@Bang Zam
Itu juga saya tidak berencana menuliskannya. Saat sudah hampir mencapai akhir tulisan, tiba2 kepikiran saja. semacam enlightment begitu?
@Kang Fajar
Waw, thanks kang
Hmm.. memang ada banyak sekali cara untuk itu, tapi salah satu yang paling konvensional dan ‘akademis’ ya membaca kan?
Saya pribadi meyakini kalau diskusi dengan orang yang lebih berilmu lebih efisien daripada membaca. Hanya terpaut masalah waktu dan kesempatan sih
brick
waaah.. saya jadi minder nih baca semua tulisan disini.. orang hebat semua disini..
apalah daya, percaya diri mudah lemah, alhasil minder pun tiba..
petrus irianto
bagus lho untuk motivasi
ragil
bagus emang membaca lebih baik sekalian praktek jangan lupa….
Gerfas
mantep bgt gan, apalagi endingnya,…
:bd
Fikri Rasyid
thanks gan
aresave
Penjabaran dari membaca bukan hanya kontekstual ( membaca buku saja ) tapi unsur membaca kondisi lingkungan itu perlu.
Fikri Rasyid
yap, yang dibaca itu tidak selalu berbentuk teks
Khilal
Sip, bener bgt,,,
Membaca emang diperluin u/ “ngisi” otak kita supaya lebih tajam. Tapi yang lebih penting (mnurut gw yapz) adalah PEMAHAMAN dari apa yg kita baca,, tingkat pmahaman orang jg beda2,, yang penting “keep reading, keep learning”,,,
Fikri Rasyid
kalau tidak baca, bagaimana mau paham?
mulai dari membaca. FYI, yang dibaca itu tidak selalu berbentuk teks tertulis kan?
liza
benar sekali fikri dan sering sekali saya malas membaca. terkadang buku menjadi obat tidur yang paling mujarab
huh
Fikri Rasyid
haha, tergantung bukunya buku apa sih
josh
I enjoy reading your articles….(halah….) sok bahasa Inggris
Makasih boeat sharringnya Mas Fikri, cuman kalo saya bukan bergantung pada buku yang saya baca melainkan mata saya.
kalo ngantuk yach… saya tidur
Fikri Rasyid
wow, thanks!
nice to hear that
kalau ngantuk ya tidur.. kalau wawasan ingin bertambah ya baca
hana tsurayya
manstaplah tulisanyo
Fikri Rasyid
trims
januar wibowo
semua tergantung bagaimana kita merespon nya…mulai lah dari sekarang…mulai lah dari hal-hal yang kecil…
Fikri Rasyid
bagaimana contoh respons yang baik?
Name
memang betul kemarin Q tak bisa dgn baca informasi lebih bisa