<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tentang Batas: Yang Menjadikan Sesuatu Tak Terbatas</title>
	<atom:link href="http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/</link>
	<description>Belajar Tentang Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 09:05:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-3128</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 12:21:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-3128</guid>
		<description>well, itu semua tergantung cara kita menyikapinya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>well, itu semua tergantung cara kita menyikapinya <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lienda</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-3119</link>
		<dc:creator>lienda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 03:49:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-3119</guid>
		<description>benar  adanya.
keterbatasan kadang kala menghambat kita u/maju
tapi ada kalanya keterbatasan itu membuat kita lebih baik.
memang keterbatasan adalah hal yg sulit diuraikan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>benar  adanya.<br />
keterbatasan kadang kala menghambat kita u/maju<br />
tapi ada kalanya keterbatasan itu membuat kita lebih baik.<br />
memang keterbatasan adalah hal yg sulit diuraikan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iman</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-3096</link>
		<dc:creator>iman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 07:38:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-3096</guid>
		<description>salam kenal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-3059</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 12:43:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-3059</guid>
		<description>thanks :)

yap. kalau tidak ada batasnya, sulit mengelolanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>yap. kalau tidak ada batasnya, sulit mengelolanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cute_rose</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-3003</link>
		<dc:creator>cute_rose</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 06:38:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-3003</guid>
		<description>Batas seperti pagar yang mengelilingi rumah kecil kita...kalo tak ada batas wah repot nyapu halamannya he...he... dengan adanya batas sebenarnya jalan kita untuk mengarungi lika-liku hidup akan menjadi lebih jelas dan lebih terarah... bravo tu fikri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Batas seperti pagar yang mengelilingi rumah kecil kita&#8230;kalo tak ada batas wah repot nyapu halamannya he&#8230;he&#8230; dengan adanya batas sebenarnya jalan kita untuk mengarungi lika-liku hidup akan menjadi lebih jelas dan lebih terarah&#8230; bravo tu fikri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-2849</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 01:23:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-2849</guid>
		<description>yap, karena memang faktanya begitu :)

Sama2, selamat menembus batas juga :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yap, karena memang faktanya begitu <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sama2, selamat menembus batas juga <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: engkaudanaku</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-2839</link>
		<dc:creator>engkaudanaku</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 07:05:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-2839</guid>
		<description>&quot;Kreatifitas muncul dalam keterbatasan.&quot;
Setuju banget dengan kalimat ini, dan ia benar-benar terbukti &quot;nyata&quot;.  Terima kasih telah berbagi.

Selamat berupaya menembus batas, :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kreatifitas muncul dalam keterbatasan.&#8221;<br />
Setuju banget dengan kalimat ini, dan ia benar-benar terbukti &#8220;nyata&#8221;.  Terima kasih telah berbagi.</p>
<p>Selamat berupaya menembus batas, <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-2773</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 12:37:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-2773</guid>
		<description>yap. kata seorang penulis sih, &quot;the power of kepepet&quot;.

coba perhatikan deh: orang yang terlalu berlimpah sumber daya, (umumnya) cenderung tidak efisien. Lihat saja &lt;em&gt;culture&lt;/em&gt; umum negeri ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yap. kata seorang penulis sih, &#8220;the power of kepepet&#8221;.</p>
<p>coba perhatikan deh: orang yang terlalu berlimpah sumber daya, (umumnya) cenderung tidak efisien. Lihat saja <em>culture</em> umum negeri ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nengratna</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-2766</link>
		<dc:creator>nengratna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 11:30:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-2766</guid>
		<description>apakah ini yang membuat orang-orang yang hidup secara prihatin mampu lompat lebih jauh?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah ini yang membuat orang-orang yang hidup secara prihatin mampu lompat lebih jauh?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BuntuSijagat</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-batas-yang-menjadikan-sesuatu-tak-terbatas/comment-page-1/#comment-2540</link>
		<dc:creator>BuntuSijagat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 04:55:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=687#comment-2540</guid>
		<description>kalau begitu, pemahaman tak ada batasannya kalau dijumlahkan kan pasti tak terhingga nilai.
perumpamaan: 
jika bilangan nol dijumlahkan dan dilipat gandakan terus, kayaknya akan bernilai mendekati tak terhingga.
dalam lojik biner: 1 adalah bernilai, diinisialkan ada kehidupan, dalam muatan listrik ada muatan ion positif, yang bermuatan negatif (hampa) tidak ada sumber arus yang masuk.
Ringkasnya jika nilai bilangan 1 adalah wujud kehidupan dalam urusan dunia manusia berarti emosial - nafsu....nah untuk mengendalikannya kita harus menghimpun sebanyak-banyaknya dengan bilangan 0.....dan pasti.....pasti kita akan mendapatkan nilai yang tak terhingga atas kuasa-kuasanya.
tentunya ada proses untuk mensimulasikan bagaimana agar nilai 1 itu dapat dikendalikan oleh nilai 0. Oh kalau begitu kita juga harus mampu menggunakan sistem jaringan yang ada ibaratnya kalau di CPU ada fungsi-fungsi yang berperan untuk mengontrol - mendengendalikan - dan ada fungsi yang menginterprestasikan logika. Kalau kata orang sono begini, caranya kita itu ada memiliki 3 RASA dalam CPU kita, yaitu rasa yang empuNya - rasa manusia - rasa emosial. 
-rasa empuNya (yang HAK)...berarti manusia ada keterbatasan selainNya
- rasa manusia ya mengelola berpikir secara lojik - ilmiah - nalar berpikir: konsisten - terstruktur dstnya - rasa emosial inilah kayaknya yg banyak dan seabreg dalam CPU kita, mungkin juga jumlahnya jutan instruksi, salah satunya: saya ingin memiliki kendaraan - rumah mewah - menggunakan jabatan u/ kelanggengan - tidak peduli sesama - tidak mau tau - maksiat - serakah ......dstnya. kalau dalam CPU kita yang berfungsi sebagai rasa manusia, seperti rasa: lapar karena kebutuhan energi dalam tubuh tidak mencukupi, rasa sakit, karena ada organ tubuh kita yg tidak sinkron..dst. Sementara kalau rasa yang memiliki (hakNya)....nah disinilah kita sesungguhnya diwujudkan dalam keterbatasan....
Jadi konkritnya selain sebagaimana kita mengelola pedoman-pedomanNya...kita juga dapat mengasahnya secara terus-terusnya sepaya dengan keterbatasan kita dapat mendekat yang membatisi.
Kalau saja kita mengoptimalkan setiap jengkal nafas untuk mengeluarkan (menghembuskan) berarti 2 lojik rasa emosial dan nafsulah yang mengelembung dipermukaan, tetapi ketika seolah-oleh kita menahan disitulah menyatukan rasa kita kepadaNya.
Kesimpulannya: semakin perbanyak menjumlahkan nilai 0 mestinya diperoleh bilangan tak terhingga yang tidak dapat diukur secara kemampuan akal (berpikir ilmiah).....itulah kuasa-kuasaNya yang memberikan keterbatasan kepada kita.
kalau lojik yang ada bilangan 1 berarti nilainya ada atau poin bagi kita yang diperoleh = kata PUAS, dan untuk menghapus kalimat puas kan tinggal menambahkan huruf A dibelakang &quot;PUAS&quot; menjadi &quot;PUASA&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau begitu, pemahaman tak ada batasannya kalau dijumlahkan kan pasti tak terhingga nilai.<br />
perumpamaan:<br />
jika bilangan nol dijumlahkan dan dilipat gandakan terus, kayaknya akan bernilai mendekati tak terhingga.<br />
dalam lojik biner: 1 adalah bernilai, diinisialkan ada kehidupan, dalam muatan listrik ada muatan ion positif, yang bermuatan negatif (hampa) tidak ada sumber arus yang masuk.<br />
Ringkasnya jika nilai bilangan 1 adalah wujud kehidupan dalam urusan dunia manusia berarti emosial &#8211; nafsu&#8230;.nah untuk mengendalikannya kita harus menghimpun sebanyak-banyaknya dengan bilangan 0&#8230;..dan pasti&#8230;..pasti kita akan mendapatkan nilai yang tak terhingga atas kuasa-kuasanya.<br />
tentunya ada proses untuk mensimulasikan bagaimana agar nilai 1 itu dapat dikendalikan oleh nilai 0. Oh kalau begitu kita juga harus mampu menggunakan sistem jaringan yang ada ibaratnya kalau di CPU ada fungsi-fungsi yang berperan untuk mengontrol &#8211; mendengendalikan &#8211; dan ada fungsi yang menginterprestasikan logika. Kalau kata orang sono begini, caranya kita itu ada memiliki 3 RASA dalam CPU kita, yaitu rasa yang empuNya &#8211; rasa manusia &#8211; rasa emosial.<br />
-rasa empuNya (yang HAK)&#8230;berarti manusia ada keterbatasan selainNya<br />
- rasa manusia ya mengelola berpikir secara lojik &#8211; ilmiah &#8211; nalar berpikir: konsisten &#8211; terstruktur dstnya &#8211; rasa emosial inilah kayaknya yg banyak dan seabreg dalam CPU kita, mungkin juga jumlahnya jutan instruksi, salah satunya: saya ingin memiliki kendaraan &#8211; rumah mewah &#8211; menggunakan jabatan u/ kelanggengan &#8211; tidak peduli sesama &#8211; tidak mau tau &#8211; maksiat &#8211; serakah &#8230;&#8230;dstnya. kalau dalam CPU kita yang berfungsi sebagai rasa manusia, seperti rasa: lapar karena kebutuhan energi dalam tubuh tidak mencukupi, rasa sakit, karena ada organ tubuh kita yg tidak sinkron..dst. Sementara kalau rasa yang memiliki (hakNya)&#8230;.nah disinilah kita sesungguhnya diwujudkan dalam keterbatasan&#8230;.<br />
Jadi konkritnya selain sebagaimana kita mengelola pedoman-pedomanNya&#8230;kita juga dapat mengasahnya secara terus-terusnya sepaya dengan keterbatasan kita dapat mendekat yang membatisi.<br />
Kalau saja kita mengoptimalkan setiap jengkal nafas untuk mengeluarkan (menghembuskan) berarti 2 lojik rasa emosial dan nafsulah yang mengelembung dipermukaan, tetapi ketika seolah-oleh kita menahan disitulah menyatukan rasa kita kepadaNya.<br />
Kesimpulannya: semakin perbanyak menjumlahkan nilai 0 mestinya diperoleh bilangan tak terhingga yang tidak dapat diukur secara kemampuan akal (berpikir ilmiah)&#8230;..itulah kuasa-kuasaNya yang memberikan keterbatasan kepada kita.<br />
kalau lojik yang ada bilangan 1 berarti nilainya ada atau poin bagi kita yang diperoleh = kata PUAS, dan untuk menghapus kalimat puas kan tinggal menambahkan huruf A dibelakang &#8220;PUAS&#8221; menjadi &#8220;PUASA&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
