Tandingan Penjual Voucher: Apakah Anda Sudah Lebih Baik Dari Penjual Voucher?

Written by Fikri Rasyid on April 24, 2009 filed under Analisa, internet, Review and tagged with , , ,

Mister Bacon Versus Monsieur Tofu by zoomar

Mister Bacon Versus Monsieur Tofu by zoomar

Hari keempat Kontes Berfikir Kritis NavinoT 2009. Dan ‘tantangan’ kali ini cukup unik: Mencari tandingan penjual voucher.

Yap, mencari tandingan penjual voucher.

Terdengar aneh? Haha, anda tidak sendiri. Jadi begini ceritanya, perhatikan ketika seseorang membeli voucher:  Datang, sebutkan barang yang diminta, bayar, beres. Betapa jelasnya. Tidak ada tawar menawar, tidak ada membandingkan spesifikasi produk. Nilai barang dan harga produk begitu jelas. Apa yang diberikan produsen dan dibayarkan konsumen begitu jelasnya.

Obviously clear.

Dan tantangan hari ini adalah membuat review produk, atau mungkin blog, yang dijual sehebat voucher: Kejelasannya yang membuat siapapun mengerti. Actually, membuat review relatif sederhana dan mudah. Yang agak menantang adalah mencari padanan yang seimbang untuk tukang voucher.

Awalnya, hanya BBM (Solar/Bensin/Pertamax) yang terpikir diotak saya. Bukankah komoditi tersebut sedemikian jelasnya sehingga apa yang kita tidak perlu bertanya-tanya mengenai apapun ketika membeli BBM?

Namun jika dipikir, agak janggal bila kontes yang diselenggarakan oleh Blog bertopik IT dan marketing berakhir dengan BBM sebagai padanan. Jadi saya sedikit memutar otak dan menemukan jawaban mengenai produk apakah yang sejelas atau bahkan lebih jelas dari voucher. Dan jawabannya ternyata familiar sekali:

Google Search.

Yep. menurut saya, google search adalah tandingan voucher ;) Bukankah begitu? Faktor kejelasan -kesederhanaan dan kemudahan- Google Search sangat memukau kita dan mayoritas pengguna internet di dunia. Sebelum adanya Google Search, mencari informasi di world wide web tidak pernah semudah mengetikkan kata kunci-tekan button search-dan voila!. Dengan segala ke-simple-an dan ke-to-the-point-an nya, Google Search menjadi salah satu produk terjelas -dan termenghasilkan- di ranah maya: Search Engine.

Dengan begitu, bukankah kejelasan Google Search menjadi tandingan sepadan untuk kejelasan penjual voucher?

How’s that sound?
;)

Karena saya banyak berbicara mengenai pengembangan diri dan kehidupan di blog ini, sebagai penutup mari kita sesuaikan konteksnya: Bagaimana dengan bisnis anda? Bagaimana dengan blog anda? Bagaimana dengan gaya komunikasi anda? Bagaimana dengan penampilan anda? Apakah ketika orang lain bertemu dengan anda, anda sudah sejelas penjual voucher dan Google Search dalam menyampaikan siapa anda, apa tujuan anda, apa yang dapat anda lakukan, apa yang anda inginkan dari mereka atau apapun itu kepada mereka?

Take a seat and let’s think back.

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

5 Responses for This Thought

  1. Ghustie Samosir

    25 April 2009

    Hmm, tapi google search membutuhkan keahlian sendiri untuk mengurusnya.
    Kita bandingkan dengan voucher, orang awam internet pun pasti tau tentang voucher :D

    CMIIW

  2. Hendry

    26 April 2009

    Ide tentag Google Search membuat saya langsung teringat dengan Google AdWords nih, yang jadi salah satu produk yang saya bahas di blog saya. (Taut sebagai kredit ada di dalam blog)

    Satu produk yang lain adalah KFC karena konsistensi dan sistemnya.

    http://tibidip.com/konsistensi-kfc-google-adwords

    Salam kenal!

    • Fikri Rasyid

      27 April 2009

      @Hendry
      Salam kenal juga. Hehe, kesimpulannya jadi sama2 Google juga? ;)
      KFC? Hmm.. nice idea. Berfikir KFC secara otomatis membayangkan ayam crispy y.

      @Ghustie Samosir
      Well, orang yang tidak awam handphone juga tidak tahu voucher kan?
      Jadi masalahnya ada di “tingkat keawaman” yang menjadi standar y :D

  3. Boby

    30 April 2009

    Wah nih web fansnya navinot ya mas :)

    • Fikri Rasyid

      30 April 2009

      @Boby
      Yap, saya memang salah satu penggemar NavinoT :)

      Kalau akhir-akhir ini melihat banyak tulisan yang kental unsur NavinoT-nya, maklum lah. Sedang ikut kontesnya NavinoT :)

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.