Posts tagged with Web 2.0 :

Crowd: Marketing di Era Horizontal

Written by Fikri Rasyid on January 23, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

crowd - marketing becomes horizontal

Di paruh kedua bulan Desember ini saya berkesempatan membaca buku berjudul Crowd: Marketing Becomes Horizontal karangan Yuswohady yang merupakan konsultan pemasaran di MarkPlus & Co-nya Hermawan Kartajaya. Berikut ini adalah poin-poin dan ide-ide di kepala saya yang tiba-tiba “meletup” saat membaca buku ini. Meskipun Crowd membahas mengenai marketing, saya rasa poin pentingnya dapat diterapkan kedalam berbagai aspek kehidupan:

Read More

Review Teloor: Resep Makanan 2.0

Written by Fikri Rasyid on May 7, 2009 filed under internet, Review and tagged with , ,

recipe book open by ionracas

recipe book open by ionracas

Istilah web 2.0 mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda (Jika masih asing, anda bisa membaca definisi web 2.0 disini). Inti dari web 2.0 adalah kolaborasi, partisipasi, sharing, etc. Jika Flickr adalah photo sharing, YouTube adalah video sharing, Slideshare adalah presentation sharing, sekarang anda perlu cek yang satu ini: Teloor.

Recipe sharing
. ;)

Dan yang membuatnya lebih menarik, situs ini dibuat oleh warga Indonesia yang menetap di U.S! :D

Sebagaimana di berbagai website dengan konsep 2.0 lainnya, di teloor anda bisa melihat resep-resep yang ada, juga menambahkan resep rahasia turun temurun keluarga anda *halah, kata keterangan-nya cuma bercanda* di Teloor.

Secara keseluruhan, Teloor sangat menarik dan useful. Desainnya simple dan navigasinya baik. Penempatan berbagai image-nya pun sangat mengundang selera. Belum lagi fitur “Similiar Recipes” yang menunjukan resep yang “sejenis” dengan resep yang tengah anda lihat. “Recipe Cloud”-nya juga sangat memudahkan untuk mencari resep-resep sejenis. Lalu ada fitur rating dan comment yang memungkinkan anda memberi komentar atas resep yang telah anda uji coba.

Keterangan Cook Time (waktu memasak), Level (tingkat kesulitan resep), Category (kategori makanan), Region (asal makanan), dan Serving Size (to be honest, i don’t know what is this :P ) membuat pengguna dapat mengidentifikasi dengan lebih seksama apakah resep yang mereka lihat cocok untuk dicoba. Fitur “Follower”-nya juga keren. Seperti Twitter saja :D

Namun di luar segala fitur yang sangat useful-nya, rasanya Teloor masih bisa di buat lebih keren lagi deh. Saya menemukan beberapa hal yang mungkin bisa lebih dioptimalkan dari Teloor dan beberapa ide-ide yang muncul saat saya mengunjungi Teloor:

  1. Setuju apa kata Ivan. Teloor sebagai user generated content site harus dapat lebih meningkatkan partisipasi user-nya. Berada di Teloor rasanya sepi sekali. Perasaan pribadi saya, faktanya memang begitu, atau Teloor kurang menunjukkan “keramaian”-nya? Sepertinya sektor promosi Teloor sebaiknya di-push deh. Rasanya kurang ramai!
  2. Untuk meningkatkan user, dan meningkatkan user experience, bagaimana jika berkolaborasi dengan facebook? Instalasi facebook connect, lalu di buat facebook apps yang turut menyebar awareness Teloor melalui facebook misalnya?
  3. Sepertinya jika Teloor membuat widget seperti Flickr Badge bagi usernya, akan menarik tuh :D
  4. Design blog-nya Teloor. Masa dengan segala kecantikan desain Teloor, blognya ditampilkan menggunakan Kubrick sih?

So far, yang terpikirkan oleh saya baru 4 point itu saja. Ada yang mau menambahkan mungkin? Silahkan sampaikan pendapat anda dengan berkomentar :)

Social Media Marketing: Definisi, Konsep dan Aplikasnya

Written by Fikri Rasyid on May 2, 2009 filed under Bisnis, internet, Tips and tagged with , , ,

 Social Media Landscape by fredcavazza

Social Media Landscape by fredcavazza

Berdasarkan Wikipedia, Social Media adalah information content created by people using highly accessible and scalable publishing technologies. Saya sendiri memahami social media sebagai realisasi dari konsep web 2.0: Media yang kontennya diciptakan oleh masyarakat umum/user dengan dukungan teknologi (website, atau web application) yang menganut oknsep web 2.0. Bentuk fisik dari social media: blog, microblog, social networking site, photo sharing, video sharing, dll.

Jadi, what makes a social media, social media adalah aspek kontennya yang diciptakan oleh masyarakat umum (sosial): sebuah penggabungan sosiologi dengan fasilitas teknologi. Merubah hubungan komunikasi one-to-many (dari media yang dimilki para pemodal saja) ke many-to-many (dari masyarakat untuk masyarakat).
Read More