Sunday, 20 November 2011

Miro Video Converter Icon

Rekomendasi Mac App: Miro Video Converter

Miro Video Converter Icon

Kalau kamu seperti saya, doyan mengunduh video-video menarik dari YouTube (umumnya video konser / intersting stuffs. Saya save as menggunakan Firefox extension bernama Fast Video Download) alih-alih menontonnya secara streaming dan memiliki keinginan untuk menyimpan video tersebut di iDevice kamu, sekarang ketemu solusinya: Miro Video Converter. Super simple video converter dengan interface yang awesome, Free dan 100% open source pula.

Continue Reading →

2009

August 2009

Saturday, 22 August 2009

Tentang Pencapaian Cita-cita: Bagaimana Penyangga Waktu (buffer of time) Bekerja

…but there is a time lag so we sometimes don’t see the causative link as clearly as we should.

it Refered to by Abe as the buffer of time.

 Lauras dreams come true from tompagenet

Laura's dreams come true from tompagenet

Izinkan saya bercerita: kurang lebih tiga tahun lalu, ketika saya tengah kelas 12 sekolah menengah atas, bermain musik dalam sebuah band adalah salah satu aktifitas favorit saya sebagai remaja.

Dan sebagai sebuah band, ada satu hal yang sangat saya idam-idamkan ketika itu: merekam lagu saya sendiri. Hal tersebut membuat saya mulai mengumpulkan informasi mengenai recording ketika itu. Kabar baiknya: biaya recording semakin murah seiring dengan perkembangan teknologi digital dewasa ini.

Kabar buruknya: tiga tahun lalu, dengan semua informasi yang telah saya kumpulkan, saya dan band saya tidak jadi recording.

***********

Continue Reading →

July 2009

Friday, 24 July 2009

Summer Romance: Rehearsal Video “Nothing But You” di Line In Studio, Ledeng, Bandung

Nothing brings me down.. by Aubrey Arenas

Nothing brings me down.. by Aubrey Arenas

About the song

Ketika itu waktu menunjukan pukul 6 sore. Suasana di luar sangat lembab karena langit baru saja selesai mengucurkan hujannya. Saya tengah berada di kosan Meizar di daerah Geger Arum, menunggu malam datang karena saya hendak menyaksikan pertunjukan teater seorang kawan di Aula PKM Universitas Pendidikan Indonesia.

Sembari menunggu, saya memainkan beberapa Riff yang saya ciptakan sebelumnya menggunakan gitarnya Meizar. Sebuah riff yang cukup unik. Bernada psikadelik dengan mood yang sangat gloomy. Awalnya kami bercanda dengan menambahkan lirik-lirik ngaco. Namun beberapa saat kemudian, satu nada yang bernuansa sangat british muncul di kepala saya melengkapi riff tersebut. “Hey, lumayan keren juga” saya pikir. Lalu saya menulis lirik yang lebih “serius” untuk lagu tersebut.

Continue Reading →

March 2009

Thursday, 26 March 2009

Cara Membuat Yoghurt Sendiri Dan Membeli Yoghurt Buatan Sendiri

Peach & Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker

Peach & Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker

Saya yakin beberapa diantara anda menyukai yoghurt, si susu fermentasi berasa asam yang memiliki khasiat baik untuk tubuh: mulai dari memperlancar masalah pencernaan, menurunkan berat badan (ada yang sedang diet? ;) ), juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah jika diminum secara teratur (source: hanyawanita.com )

Ada banyak yoghurt yang dijual di luar sana. Berbagai merek tersedia dalam berbagai range harga. Namun pernahkah terpikir oleh anda untuk membuat yoghurt sendiri? Terlepas dari isu zat aditif yang digunakan oleh produsen untuk membuat produk mereka tahan dalam mengarungi mata rantai distribusi, memasak bagi sebagian orang adalah kegiatan yang menyenangkan kan? ;)

Beruntungnya, saya mendapatkan tips ini dari seseorang yang kompeten. Tidak lain dan tidak bukan adalah Kakak saya sendiri :) Beliau adalah lulusan pendidikan kimia Universitas Pendidikan Indonesia, merangkap Mahasiswa teknologi pangan Universitas Padjajaran semester 6, juga pembicara produk dari salah satu perusahaan makanan kesehatan besar di Indonesia, yang juga hobi membuat yoghurt :D selalu ada yoghurt buatan beliau di kulkas rumah kami :D

Caranya ternyata sederhana saja:

  1. Sediakan susu murni segar. Susu murni segar y, BUKAN susu dalam kemasan bebentuk bubuk, kental manis atau yang sudah di kemas dalam kotak karton. Alasannya?  Tidak efisien. Saran: coba beli langsung ke peternak sapi perah atau koperasi peternak susu. Bisa dicari di lembang atau di kandang sapi perah peternakan UNPAD. Alamat kontaknya silahkan di googling saja y :)
  2. Pasteurisasi / Sterilkan susu tersebut. Caranya, panaskan susu tersebut hingga suhu 73 derajat celcius selama 15 menit. Gunakan panci, kompor dan termometer dalam langkah ini.

    Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit

    Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit

  3. Sekarang tahapan kulturisasi, atau dalam bahasa sederhananya: Masukkan bibit yoghurtnya. Yang dimaksud dengan bibit yoghurt disini ya yoghurt yang sudah jadi. Kombinasinya: Bibit yoghurt 5% dari jumlah susu. Jadi jika susu  yang anda mau jadikan yoghurt adalah satu liter, masukkan 0.05 liter yoghurt yang sudah jadi kedalam susu yang sudah di pasteurisasi tersebut. Dapat yoghurt yang sudah jadi dimana? Anda bisa meluncur ke minimarket terdekat :)

    Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that :D

    Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that :D

  4. Tahapan selanjutnya: Inkubasi. Hangatkah susu yang sudah dikulturkan tersebut dalam suhu 45 derajat celcius selama 8 jam. Prakteknya seperti ini: Kardus, di tempeli lampu bohlam (yang diatur agar lampu bohlam tersebut bisa dinyalakan sehingga mampu memberikan kehangatan kepada susu tersebut) lalu di beri dua lubang untuk ventilasi. Masukan susu yang sudah di kulturkan ke dalam botol atau tupperware (aduh, jadi nyebut merek :P) lalu taruh di dalam kerdus tersebut selama 8 jam. Nyalakan lampunya selama susu berada di dalam kardus tersebut.
  5. Setelah, 8 jam? Yoghurt siap disantap! kalau kami biasa dinginkan dulu yoghurtnya di dalam kulkas agar lebih mantap :D

    Yoghurt segar alami siap disantap! :D

    Yoghurt segar alami siap disantap! :D

Hasilnya nanti seperti ini, yoghurt dengan rasa susu yang sangat terasa. Lain dengan yang di jual di pasaran deh. Beda tipis dengan yoghurt cisangkuy lah :P. Coba lihat video dimana saya menjelaskan seperti apa yoghurt ini:

Mudah kan? Sederhananya hanya 4 langkah saja:

  1. Pasteurisasi - panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit
  2. Kulturisasi - masukan bibit yoghurt sebanyak 5% dari jumlah susu
  3. Inkubasi - hangatkan dalam suhu 45 derajat celcius selama 8 jam
  4. Dinginkan - masukkan ke dalam kulkas.

Menyantapnya bisa langsung (tapi tambahkan gula dulu agar manis) atau di blender dengan buah – sehingga jadi yoghurt dengan rasa buat – ASLI! :D

Tertarik? Anda bisa mencoba membuatnya. Namun untuk anda yang tidak memiliki waktu untuk membuatnya (FYI, sebelum kombinasi nikmat yang sekarang jadi, kami sekeluarga mencicipi hasil eksperimen yang belum berhasil selama satu bulan lebih loh :P ) anda bisa memesannya langsung kepada kakak saya.

Harganya? Hanya Rp 15,000 / liter. Lima belas ribu rupiah per liter.

Murah kan? ;)

FYI, Jika anda berada di wilayah Bandung, bisa delivery service / layanan antar juga. charge Rp 5,000 biaya transportnya. Untuk pembelian diatas 5 liter, biaya transport gratis :D

Amazing kan? ;)

Untuk pemesanan, silahkan langsung hubungi Kakak saya saja y:

Sany Ulfah Mumtazah
022 70884836
http://id-id.facebook.com/people/Sany-Ulfah-Mumtazah/1357942098

Oya. Saran saya, jika pemesanan ingin menjadi lebih lancar, katakan saja bahwa anda mendapat informasi mengenai yoghurt tersebut dari fikrirasyid.com , blog Adiknya :)

Selamat menikmati yoghurt! :D