Posts tagged with Tung Desem Waringin :

Renungan Tentang Persimpangan Takdir

Written by Fikri Rasyid on September 25, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Quote and tagged with , , , ,

anda pernah mengalami kejadian yang mengubah hidup anda bumi dan langit?

sesuatu hal yang, jika tidak anda lakukan mungkin kehidupan anda tidak menjadis eperti apa yang anda alami hari ini. Tung Desem Waringin berkata di Life Revolution bahwa perubahan datangnya seketika, namun saya lebih cocok dengan term ini : momentum untuk perubahan itu datangnya seketika. sedangkan perubahan adalah kehidupan itu sendiri.

Saya teringat salah satu training yang saya ikuti di lembang, Trainer kala itu, Bpk. Muhammad Isman sharing tentang esensi kehidupan itu sendiri, yaitu perubahan. Waktu itu sendiri adalah perubahan. setiap langkah yang anda dan saya ambil sendiri merupakan perubahan, dan menentukan akan kemana kehidupan kita mengarah.

Ketika saya menulis post ini, ketika anda membaca post ini, ketika anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, apapun, dalam hidup anda, tanpa anda sadari merupakan persimpangan takdir anda. Apapun, yang anda lakukan menentukan apa yang terjadi selanjutnya. entah hal remeh seperti toliet umum mana yang akan anda singgahi untuk membuang air kecil atau keputusan untuk memulai bisnis apa yang akan anda tekuni. smuanya menentukan takdir anda kedepan.

kembali lagi ke pertanyaan diatas, apakah anda pernah mengalami kejadian yang mengubah hidup anda bumi dan langit?

ya, selalu. Setiap hari dalam hidup saya merubah kehidupan saya bumi dan langit.

Pantas lah seorang bijak mengatakan, “manusia tidak bisa menentukan hasil akhir dari sesuatu, tetapi manusia bisa menentukan kebiasaan apa yang dipilihnya, dan kebiasaan itu akan menetukan hasil akhir tersebut.”

Phew, seperti nasihat untuk memulai kebiasaan2 baru yang tepat. :)

Marketing Revolution

Written by Fikri Rasyid on July 12, 2008 filed under Analisa, Bisnis, Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

Wow Yeah!

Saya baru saja dari seminar Marketing Revolution nya Tung Desem Waringin di Bandung. Dan seperti biasa, sosok Tung Desem Waringin memang sosok seorang trainer yang dahsyat, edan dan heboh. Full Energy as usual. Dan memang sudah hukum alam bahwa semangat & antusias pun menular. Seisi ruangan tadi rasanya semangat sekali.

Seminar yang tadi diselenggarakan merupakan rangkaian promosi dari launching buku keduanya, Marketing Revolution. Sebuah buku yang berisi “ilmu jalanan” marketing ala Tung Desem Waringin yang sudah diuji dan bisa langsung di praktekkan. Alih – alih seperti buku marketing lain yang njeimet dan sulit di praktekkan, buku ini isinya jurus – jurus sederhana yang bisa langsung di praktekkan.

Banyak hal menarik dari buku yang saya beli dengan harga pre-sale 165,000 ini. ( Harga pre-sale resmi Rp 190,000. Saya beli di Togamas, toko buku diskon. kena diskon 20%. Harga asli terhitung 15 July Rp 300,000 ) Mulai dari sistem promosi launchingnya yang menggunakan heboh, – hujan uang ( publisitas gila – gilaan di 5 benua oleh 120 mass media yang didapat dengan biaya marketing yang relatif kecil! ) hingga kenyataan bahwa dihari pertama bukunya langsung terjual lebih dari 30,000 eksemplar.

Wow. bayangkan. 30,000 eksemplar. jika beliau mendapatkan royalti 10% saja dari harga jual resmi pre-sale, itu berarti :

30,000 X 10% X Rp. 195,000 = Rp 585,000,000! di hari pertama!

Buku Marketing Revolution

buku heboh yang terjual lebih dari 30,000 eksemplar di hari pertama

Wow. sungguh dahsyat luar biasa. itu baru asumsi royalti 10%. tadi beliau bercerita kalau beliau memecahkan rekor sebagai pengarang dengan royalti tertinggi se-gramedia. kalau royalti beliau, artinya Pak Tung mendapatkan 1 M di hari pertama penjualan bukunya. kalu ternyata 30%? Well, saya yakin anda dapat menerkanya sendiri.

wohohoho. dahsyat. Well then, mari kita pelajari strategi orang dahsyat ini.

Setelah saya baca bukunya, ternyata Pak Tung menerapkan ilmu yang beliau tulis di buku Marketing Revolution. And it really works. Saya sempet heran mengapa bukunya bisa laris sebanyak itu di hari pertama. Terlebih lagi dengan harga Rp 195,000 / eksemplar. Terebih lagi saya juga beli buku itu. :P Woho.. ternyata beliau dengan cerdik menambahkan nilai tambah di buku itu. Beliau menggunakan ilmu hadiah. Buku marketing revoution, saya yakin jika di riis hanya bukunya saja, tanpa hadiah, harganya tidak akan menyentuh Rp 195,000. Paling setengahnya saja. Tapi dengan cerdik beliau menyisipkan 5 CD Audio sebagai bonus + 2 Tiket Seminar Marketing Revolution. Yang ternyata setelah saya dengarkan dan ikuti, merupakan perubahan format dari konten buku Marketing Revolution tersebut. Konten materinya sama dengan yang ada di buku.

Materi Buku Marketing Revolution –> Dibaca oleh Pak Tung + Direkam = Bonus 5 CD Audio

Materi Buku Marketing Revolution –> Dipresentasikan = Seminar Marketing Revolution gratis.

Wow! dengan perubahan format secara cerdik beliau bisa melipat gandakan harga jual produknya dan menambah omset penjualan bukunya. Saya pribadi jika Tidak disertakan 5 CD + 1 tiket seminar sebagai bonus, belum tentu mau beli. korban bahagia nih :P Dahsyat sekali. Harus banyak belajar nih. :D

Overall, buku ini sangat menarik. ilmu – ilmu nya dahsyat tenan. praktis, dan tidak ngejelimet. di tambah dengan bonus yang meskipu sama, tapi mampu memberikan experience yang berbeda pada konsumen. Saya berikan skala 8 dari 10!

Menjadi Kaya. Haruskah?

Written by Fikri Rasyid on April 23, 2008 filed under Analisa, Bisnis, Pengembangan Diri and tagged with ,

Siapa yang ingin menjadi kaya?

Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang sangat – sangat menarik sekali. Saya teringat akan salah satu materi yang saya dapatkan saat mengikuti training Mr. Tung Desem Waringin di JITEC kemarin. Berdasarkan materi yang saya dapatkan saat itu ternyata semua orang pasti ingin menjadi kaya, kecuali tiga jenis orang :

1. Orang Suci.

orang yang sudah lepas dari kenikmatan duniawi. Orang yang sudah tercukupkan dengan pemuasan spiritualnya saja.

2. Orang yang Gila.

orang yang sudah tidak memikirkan apa – apa.

3. Orang yang salah program.

Orang yang memiliki keyakinan yang salah tentang uang.

Sebenarnya menurut saya tidak ada yang salah dengan orang yang tidak memiliki keinginan untuk menjadi kaya. Namun menurut saya, kita perlu bertindak lebih objektif : Uang memang bukan segalanya, Namun kita hidup dalam dunia yang segalanya membutuhkan uang.

Makan butuh uang.
Membiayai pendidikan butuh uang.
Menikah pun butuh uang.
Sehat butuh uang.
Membangun tempat ibadah pun butuh uang.
Beribadah – Naik Haji pun butuh uang.
Hampir segala hal yang penting di dunia modern ini di pengaruhi oleh uang. Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan pendapat saya ini. contoh lah : ” Loh, kata siapa segalanya membutuhkan uang? Cinta kan tidak membutuhkan uang?”

Anda betul. Bersyukurlah kita bahwa Cinta, Perasan mencintai, atau Perasaan dicintai tidak membutuhkan uang. Tapi aplikasi dari cinta, perasaan mencintai, atau perasaan dicintai-nya sendiri membutuhkan uang. Katakanlah anda adalah seorang pria yang jatuh cinta kepada seorang wanita. Anda sangat mencintainya sehingga Anda hendak meminang wanita tersebut untuk menjadi istri anda. Pertanyaannya, apakah untuk meminang wanita tersebut, – dikarenakan perasan mencintai anda – tidak membutuhkan uang? Butuh. Pernikahan membutuhkan biaya. Minimal untuk Mahar dan Walimah.

Anda butuh uang untuk mengaplikasikan perasaan cinta anda tersebut.

Hampir segala hal yang penting di dunia modern ini di pengaruhi oleh uang.

Memang tidak semua hal di dunia ini membutuhkan uang. bersyukurlah kita bahwa kita tidak dikenakan biaya setiap tarikan dan hembusan nafas kita. Tapi apakah hidup kita cukup dengan bernafas? Tidak.

Tanyakan hal ini kepada mayoritas penduduk indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan. Apakah hidup mereka cukup dengan bernafas saja?

saya yakin jawaban mereka tidak.

Itulah mengapa saat saya mampir di salah satu blog, dan membaca salah satu postingan di blog tersebut yang berpandangan bahwa “Bahkan burung pun diberi makan oleh Tuhan, Kenapa harus mencari-cari yang lebih (Kekayaan)?”

Maaf. Saya tidak setuju dengan pendapat anda. Tidak apa kan berbeda pendapat ? ;)

Menurut saya, jauh lebih baik jika sebagai manusia kita memiliki kelebihan. Oke, dalam konteks ini, kekayaan.

Kembali saya teringat oleh cerita yang disampaikan oleh Mr. Tung Desem Waringin dalam salah satu sesi seminarnya yang saya ikuti. beliau mendapatkan cerita ini langsung dari Robert T. Kiyosaki. Pengarang Buku Rich Dad Poor Dad, Cashflow Quadrant, Bussiness School, dan buku – buku lainnya yang banyak mengajarkan tentang konsep kekayaan. Suatu waktu, setelah buku karangan R. T. Kiyosaki ( Saya lupa yang mana) meledak di pasaran, Robert T. Kiyosaki diundang untuk hadir ke salah satu acara populer di dunia, The Oprah Winfrey Show. Di sela-sela acara, saat commercial break, salah seorang penonton bertanya kepada Robert T. Kiyosaki :

( Terjemahan Bebas )

“Robert, untuk apa sih anda menulis dan mengajarkan tentang bagaimana caranya menjadi kaya? Saya sendiri sudah merasa cukup dengan apa yang saya dapat dan merasa tidak perlu untuk menjadi kaya.”

Sebelum Robert T. Kiyosaki menjawab, Oprah menjawab duluan :

( Terjemahan Bebas )

Tutup Mulutmu! Kamu tidak tahu rasanya kalau kamu miskin dan orang tua mu sakit kamu tidak bisa membayar biaya berobat? Kalau kamu miskin kamu tidak bisa menyekolahkan anakmu? Kamu tidak pernah merasakan rasanya menjadi miskin?”

Cerita tepatnya saya tidak hafal, namun kurang lebih maksudnya seperti ini. dan saya tidak terlalu mempedulikan percakapannya, namun maksud dari percakapan itu sendiri :

Kalau anda miskin, anda akan kesulitan saat orang tua anda sakit keras dan anda tidak memiliki dana untuk pengobatan orang tua anda.
Kalau anda miskin, anda akan kesulitan saat anak anda masuk tahun ajaran baru.
Kalau anda miskin, anda akan kesulitan saat harga barang pokok naik.
Kalau anda miskin, perasaan anda akan tercabik – cabik saat anak anda menangis kepada anda karena temannya memiliki sesuatu yang anak anda tidak miliki, dan hal tersebut disebabkan karena anda miskin dan tidak mampu memberikan sesuatu yang anak anda inginkan.

Dan masih banyak kesulitan lain jika anda miskin. Bukannya saya mendewa – dewa kan uang dan menganggap uang dan kekayaan adalah segalanya. tapi cobalah jujur dan jangan munafik. Di dunia yang kita tinggali, orang yang kaya ( dengan cara yang benar tentunya ) memiliki lebih banyak kemudahan dibandingkan dengan orang yang miskin. Dan mendapatkan perlakuan lebih baik dari pada orang miskin.

Betul?

Lalu apa kesimpulannya? Kesimpulannya adalah kembali ke judul dari pertanyaan tadi. “menjadi kaya. Haruskah?” Tidak harus. bukan harus. tapi WAJIB. Tentunya dengan cara yang benar. Dan dengan tetap mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita sekarang. Alhamdulillah.

Demikian, semoga bermanfaat dan semoga bermakna untuk anda.

Salam Hangat,
Fikri

P.S. :

Bagaimana menurut Anda? ;)

Financial Revolution by Tung Desem Waringin

Written by Fikri Rasyid on April 7, 2008 filed under Bisnis, Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

sedari kemarin, rabu (4/4/08) hingga ahad (6/4/08) saya mengikuti seminar “Financial Revolution”-nya Mr. Tung Desem Waringin yang diadakan di gedung JITEC manggadua square. Meskipun saya rasa seminar selama 3 hari itu kurang efektif karena banyaknya promosi training – training lainnya, - dan saya maklumi, berhubung seminarnya free. :) - namun kesan saya dari 3 hari seminar tersebut adalah..

dahsyat.

ada beberapa poin materi yang sangat membekas pada diri saya. seperti :
-21 cara berfikir orang kaya-

1. membuat nilai tambah
2. mempunyai faktor kali
3. memastikan orang lain WIN baru dia WIN ( hal ini sudah saya baca di 7 habit-nya stephen covey. namun Mr. TDW membawakan prinsip ini dengan sangat menarik sehingga saya baru paham disini. )”…

-naikkan harga, turunkan syarat.-

teknik menawar ala TDW. dahsyat sekali. ahaha, baru kemarin saya lihat ada orang menawar tapi malah menaikan harga. pastikan anda datang ke financial revolutionnya untuk belajar hal yang canggih ini.

-Prinsip uang mengejar kita-

-Kenapa orang terbaik di Dunia mau bekerja sama dengan anda-

saya dapat magic words : “Do You Know, Indonesia has 220 MIllion of People…” hmm.. dahsyat tenan.

Dan ilmu yang sangat menarik dari Dr. Ernest Wong Ph.D . seorang peneliti masalah ‘belajar’. seorang pembicara tamu yang diundang oleh Mr. TDW dari Malaysia. Materinya sangat menarik. gaya pencapaiannya pun menarik :

-2 Fundamental Truth :

1. We have limited time
2. In this limited time, we have unlimited choices.

-5 secrets you must discover before you die-

The Saddest Words is “i wish i had…”

-Guncang Bumi-
Mantra pembangkit semangat yang sangat dahsyat.

dan banyak hal – hal baru yang saya baru pelajari, dan membuka paradigma saya. Salah satu yang sangat berkesan adalah “Orang Kaya Berdaya. Orang miskin kalah oleh situasi”. banyak sekali yang saya pelajari dan ingin saya bagikan disini. namun agar lebih dahsyat, sebaiknya anda ikuti saja training-training Mr. Tung. ( Wah, promosi gratis untuk Mr. TDW nih. ;) ) yang pasti, yang saya lihat bahwa Mr. TDW adalah profile orang yang dahsyat.

dan edan tenan. ;)

ok. salam hangat, dan dahsyat.