Posts tagged with Tujuan :

Jalan & Tujuan

Written by Fikri Rasyid on October 26, 2011 filed under Thought and tagged with , , ,

escence road

Kalau tujuannya jelas, jalan-nya bisa dicari.

Persis seperti mencari alamat. Dimulai dari alamat persis, lalu bayangan tentang area yang dituju. Jalan dulu mendekati area tersebut, lalu begitu mulai-mulai bingung, mulai bertanya pada orang yang kita anggap tahu daerah tersebut. Cari lagi. Tersesat. Tanya lagi. Cari lagi. Masih nyasar. Tanya lagi. Cari lagi.

Read More

Tujuan kamu apa?

Written by Fikri Rasyid on December 15, 2010 filed under Kehidupan and tagged with , , ,

Dua pertanyaan yang sedang saya cari jawabannya: apa tujuan saya? Apa yang benar-benar saya ingin lakukan dalam hidup saya?

Kalau saya tau dengan spesifik apa tujuan hidup saya, saya bisa mencari cara dan mengusahakan menuju kesana.

Persis seperti mencari alamat yang belum pernah kita datangi: “Jl. XXX no. XXX kota XXX.” Tidak tahu tempatnya? Bisa dicari. Dengan alamat yang jelas, kita bisa tanya orang-orang yang tahu daerah atau alamat tersebut mengenai bagaimana cara untuk sampai ke alamat yang dituju.

Kalau saya tahu apa yang menjadi tujuan hidup saya, segalanya akan menjadi relatif lebih mudah. Jika tujuannya jelas, caranya bisa dicari. Tanya orang-orang yang sudah mencapai tujuan tersebut, bergaul dengan mereka, cari referensi terkait, dll.

Saya sedang mencari tujuan saya.

Kalau kamu, apa tujuan hidupmu?

Tandingan Penjual Voucher: Apakah Anda Sudah Lebih Baik Dari Penjual Voucher?

Written by Fikri Rasyid on April 24, 2009 filed under Analisa, internet, Review and tagged with , , ,

Mister Bacon Versus Monsieur Tofu by zoomar

Mister Bacon Versus Monsieur Tofu by zoomar

Hari keempat Kontes Berfikir Kritis NavinoT 2009. Dan ‘tantangan’ kali ini cukup unik: Mencari tandingan penjual voucher.

Yap, mencari tandingan penjual voucher.

Terdengar aneh? Haha, anda tidak sendiri. Jadi begini ceritanya, perhatikan ketika seseorang membeli voucher:  Datang, sebutkan barang yang diminta, bayar, beres. Betapa jelasnya. Tidak ada tawar menawar, tidak ada membandingkan spesifikasi produk. Nilai barang dan harga produk begitu jelas. Apa yang diberikan produsen dan dibayarkan konsumen begitu jelasnya.

Obviously clear.

Dan tantangan hari ini adalah membuat review produk, atau mungkin blog, yang dijual sehebat voucher: Kejelasannya yang membuat siapapun mengerti. Actually, membuat review relatif sederhana dan mudah. Yang agak menantang adalah mencari padanan yang seimbang untuk tukang voucher.

Awalnya, hanya BBM (Solar/Bensin/Pertamax) yang terpikir diotak saya. Bukankah komoditi tersebut sedemikian jelasnya sehingga apa yang kita tidak perlu bertanya-tanya mengenai apapun ketika membeli BBM?

Namun jika dipikir, agak janggal bila kontes yang diselenggarakan oleh Blog bertopik IT dan marketing berakhir dengan BBM sebagai padanan. Jadi saya sedikit memutar otak dan menemukan jawaban mengenai produk apakah yang sejelas atau bahkan lebih jelas dari voucher. Dan jawabannya ternyata familiar sekali:

Google Search.

Yep. menurut saya, google search adalah tandingan voucher ;) Bukankah begitu? Faktor kejelasan -kesederhanaan dan kemudahan- Google Search sangat memukau kita dan mayoritas pengguna internet di dunia. Sebelum adanya Google Search, mencari informasi di world wide web tidak pernah semudah mengetikkan kata kunci-tekan button search-dan voila!. Dengan segala ke-simple-an dan ke-to-the-point-an nya, Google Search menjadi salah satu produk terjelas -dan termenghasilkan- di ranah maya: Search Engine.

Dengan begitu, bukankah kejelasan Google Search menjadi tandingan sepadan untuk kejelasan penjual voucher?

How’s that sound?
;)

Karena saya banyak berbicara mengenai pengembangan diri dan kehidupan di blog ini, sebagai penutup mari kita sesuaikan konteksnya: Bagaimana dengan bisnis anda? Bagaimana dengan blog anda? Bagaimana dengan gaya komunikasi anda? Bagaimana dengan penampilan anda? Apakah ketika orang lain bertemu dengan anda, anda sudah sejelas penjual voucher dan Google Search dalam menyampaikan siapa anda, apa tujuan anda, apa yang dapat anda lakukan, apa yang anda inginkan dari mereka atau apapun itu kepada mereka?

Take a seat and let’s think back.