Monday, 22 April 2013

Triangulasi

Data Analysis

Tiga hal yang gue simpulkan dari kejadian-kejadian belakangan ini:

  1. Jangan percaya mentah-mentah
  2. Cek dari sumber lain
  3. Simpulkan sendiri opini lu

Atau sederhananya, lakukan triangulasi: melakukan cek silang dari berbagai jenis atau sumber data untuk memastikan validitas data atau informasi (Gillham, 2000:13; Bassey, 1999:76). Kenapa gue menyimpulkan tiga poin ini? Sederhananya, karena kemampuan manusia dalam memahami sesuatu itu terbatas, seterbatas apa yang dia ketahui.

Ilustrasinya: Orang buta yang bilang kalau gajah itu seperti ular karena yang dia tahu dari gajah itu belalainya doang.

Besok-besok, kalau ada situasi yang cukup ‘genting’, tahan sebentar dan ingat hal ini:

Jangan percaya mentah-mentah

Informasi yang lu terima itu bisa aja ngga utuh. Yang menyampaikan informasi itu bisa saja orang yang lu percaya tapi bisa aja (lagi) yang bersangkutan cuman ngelihat dua sisi dari kejadian yang sebenarnya bisa dilihat dari empat sisi berbeda. Yang bersangkutan bukan bohong, tapi mungkin karena situasi, keterlibatan emosi, atau hal lainnya, yang bersangkutan ketahui jadi parsial atau tidak utuh.

Cek dari sumber lain

Untuk satu kejadian yang misalnya punya empat sisi, jika lu punya dua sumber data dimana sumber pertama tahu dua sisi dan sumber kedua tahu dua sisi lainnya, pemahaman lu akan jadi lebih menyeluruh. Kalau variabel sisi-nya lebih banyak, cari lebih banyak sumber data.

Simpulkan sendiri opini lu

Lu bertanggung jawab atas diri lu dan opini lu sendiri. Mengutip King Baldwin IV di film Kingdom of Heaven:

A king may move a man, a father may claim a son, but that man can also move himself, and only then does that man truly begin his own game. Remember that howsoever you are played or by whom, your soul is in your keeping alone, even though those who presume to play you be kings or men of power. When you stand before God, you cannot say, “But I was told by others to do thus,” or that virtue was not convenient at the time. This will not suffice. Remember that.

Please, jangan ikut-ikutan jadi American Idiot.

Don’t want to be an American idiot.
One nation controlled by the media.
Information age of hysteria.
It’s calling out to idiot America.

Green Day – American Idiot

Apapun isyu-nya, skala personal, lokal, nasional, atau bahkan internasional, selalu coba untuk “form your own opinion“. Sekalipun salah, setidaknya lu sudah mencoba dan memutuskan untuk tidak jadi domba yang disetir-setir perhatiannya untuk memenuhi kepentingan sejumlah kecil orang yang serakah.

Referensi

  1. Gillham, B. (2000). Case Study Research Methods. New York: Continuum.
  2. Bassey, M. (1999). Case Study Research in Educational Settings. Philadelphia: Open University Press.
Comments Off