Posts tagged with Sukses :

Tips & Pelajaran Dari Mario Teguh Golden Ways 4 Januari 2009 : i can see clearly now

Written by Fikri Rasyid on January 5, 2009 filed under Pengembangan Diri, Quote, Review and tagged with , , , ,

Mario Teguh Golden Ways, from mtscs flickr account

Mario Teguh Golden Ways, from mtsc's flickr account

Saya benar – benar menyukai acara yang satu ini : Mario Teguh Golden Ways. Sebuah oase di tengah padang pasir kepalsuan sinetron dan infoteiment. Betapa bijaknya Mario Teguh mengemas nilai kehidupan dalam rangkaian kata yang implisit dan “mencerahkan”.

Dan ketika saya menontonnya malam senin kemarin, saya sampai mencatat poin – poin menarik yang disampaikan Pak Mario. Patut di renungkan oleh kita semua. Here it is :

  • Berapa banyak orang yang menjadi miskin karena tidak ingin “terlihat” miskin?
  • Jangan pernah menunggu kesempatan. Buat atasan / keluarga / masyarakat anda tidak memiliki pilihan lain selain mempercayakan sesuatu pada anda dengan melakukan semua hal sebaik mungkin : kerja sebaik mungkin, datang ke kantor sepagi mungkin, pulang semalam mungkin, pekerjaan di selesaikan selalu lebih cepat, dll
  • Berubah itu memang tidak mudah. Namun jika anda cukup mencintai diri anda, anda akan berubah
  • Masa depan datang dalam potongan hari. Ingin tahu cara melihat masa depan? Lihat potongan masa depan yang paling dekat : Apa yang anda lakukan sekarang, dan apa yang anda rencanakan untuk esok
  • Lakukan pekerjaan yang membangun hidup anda, bukan pekerjaan yang menghabiskan hidup anda
  • Ada orang yang merasa bahasa yang digunakan Pak Mario “terlalu tinggi” sehingga membutuhkan konsentrasi penuh untuk memahaminya. Sadarilah! Alasan kita belajar kepada guru kita adalah karena tidak semua ucapan beliau dapat kita pahami. Artinya, ilmu guru kita masih lebih tinggi dari kita, muridnya. Bahasa merupakan pembeda kelas yang sebenarnya.
  • Jangan pernah melabeli diri anda dengan sesuatu yang jelek, karena dengan kata apapun anda melabeli diri anda, anda benar.
  • Kekayaan belum tentu membahagiakan orang kaya. Dan kemiskinan belum tentu menyedihkan orang miskin. Kekayaan itu penting, tapi bukan yang TERpenting. hati lebih penting, karena suasana hati menentukan hasil.
  • Semua “orang berhasil” memiliki kenangan manis berupa saat – saat terpahit yang pernah mereka lewati
  • Jangan perlakukan hidup secara case by case, hidup adalah satu kesatuan yang utuh
  • Jangan berpihak kepada orang yang mengeluh. Tidak ada orang yang menyukai keluhan.
  • Ingin tahu cara membuat yang sulit menjadi mudah? Perhebat diri anda. Kesulitan itu tergantung siapa yang melihatnya. Satu hal bisa saja terlihat mudah oleh orang yang hebat, sedangkan pada saat yang sama terlihat sulit oleh orang yang tidak hebat. Lakukan hal yang belum anda kuasai, agar anda menguasainya. Gagal melakukan sesuatu yang besar lebih mulia daripada berhasil melakukan sesuatu yang kecil.
  • Ingin penghasilan anda lebih besar daripada orang lain? Kuasai kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kemampuan sama berarti penghasilan sama.
  • Ikhlaskan diri anda untuk meniru cara orang – orang yang sudah berhasil, lalu perhatikan apa yang terjadi

Yep, itu dia poin – poin dari Mario Teguh Golden Ways yang ditayangkan di Metro TV 4 januari 2009 lalu. Semua poin saya tulis berdasarkan redaksi saya. Berdasarkan apa yang saya pahami. Sehingga kalau ada poin yang terlewat, harap maklum :)

Poin favorit saya?
“Berapa banyak orang yang menjadi miskin karena tidak ingin “terlihat” miskin?, Bahasa merupakan pembeda kelas yang sebenarnya, dan Lakukan hal yang belum anda kuasai, agar anda menguasainya.”
Menggugah :D

Ngomong – ngomong, saya jadi terinspirasi untuk menerbitkan review Golden Ways sebagai entri rutin setiap pekan nih. Pendapat anda? :)

Mengambil Keputusan : Pilih Yang Terpenting dari Hal – Hal Penting

Written by Fikri Rasyid on December 19, 2008 filed under Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Satu hari, di satu seminar, saya pernah mendengar seseorang yang cukup sukses mengatakan sesuatu yang sangat bagus :

Satu kemampuan yang pasti dimiliki oleh orang – orang yang berhasil adalah kemampuan membuat keputusan. Ketika dia dihadapi pilihan – pilihan yang kesemuanya penting, dia mampu melihat yang terpenting dan mengambil keputusan untuk menyelamatkan yang terpenting, sesuatu yang memang benar – benar menjadi tujuan hidupnya, dan mengambil resiko atas hal – hal lain yang juga penting yang tidak dia pilih.

Kalau dipikir – pikir, benar juga apa yang dikatakannya. Orang biasa, masih terjebak diantara keputusan yang harus diambil antara pilihan hal penting dan hal tidak penting. Sedangkan orang – orang yang berhasil, selalu dihadapkan dengan pilihan – pilihan yang sulit. Memilih diantara semua hal penting.

Pesan moralnya? Jika anda sedang merasa lelah, karena energi anda selalu dikuras setiap harinya karena harus mengambil keputusan, diantara pilihan yang kesemuanya penting, dan seting kali anda harus mengorbankan perasaan anda karena tidak bisa mengambil hal – hal penting yang tidak terambil, bersyukurlah.

Bisa jadi anda sedang berada di jalur yang tepat untuk meraih keberhasilan.

Who knows? Semoga Allah memberkati kita semua

:)

Dicap Gila dan Diremehkan : Salah Satu Tanda Kesuksesan

Written by Fikri Rasyid on December 12, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with ,

Pernah memiliki ide dan menyampaikannya kepada orang lain, lalu anda malah ditertawakan dan dicap gila?

“Ya ampun… ide seperti itu mana mungkin berhasil?”

Atau lebih parah lagi, anda menjalankan sebuah project yang anda paham memiliki prospek yang bagus setelah anda analisa. Namun ketika lingkungan anda melihat apa yang anda kerjakan dan anda mencoba menjelaskan apa yang anda jalankan, mereka malah berkata

“Udahlah, ngapain sih ngebuat yang aneh – aneh? Mana mungkin yang kaya gitu berhasi? *disertai tawa menghina* Sekarang mah yang pasti – pasti aja, beresin tuh sekolah cepet terus cari kerjaan!”

Atau mungkin, lingkungan anda mencap anda sebagai geek atau nerd atau bahkan freak karena anda selalu terlihat tekun mengerjakan sesuatu yang lingkungan anda belum dapat pahami dengan sepenuh hati anda?

Bersyukurlah.

Semua orangĀ  besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase ini sebelum sukses : fase di cap gila dan fase diremehkan.

Analisa baik – baik fase kehidupan tokoh favorit anda. Pasti anda akan menemukan fase dimana tokoh besar favorit anda dicap sebagai gila dan diremehkan sebelum mereka mencatatkan namanya dalam sejarah.

Copernicus dicap gila ketika mempublikasikan hukum heliosentris. di hukum mati malah.

Steve Jobs juga dicap gila dan diremehkan ketika hendak merilis iPod. Siapa yang percaya kotak persegi kecil tersebut akan mengalahkan supremasi sony walkman dalam pangsa pasar music gadget?

Bahkan Rasulullah Muhammad SAW pun pernah dicap gila dan diremehkan di masa – masa awal kenabiannya.

Jadi, sekali lagi Semua orangĀ  besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase di cap gila dan fase diremehkan sebelum sukses.

Karena mereka melakukan lebih dahulu sesuatu yang orang lain belum dapat pahami ketika mereka mengerjakan hal tersebut.

Sekarang, sudahkah anda dicap gila dan diremehkan?