Posts tagged with Review :

Ulasan Buku What Would Google Do

Written by Fikri Rasyid on July 4, 2010 filed under internet, Review and tagged with , , , , , ,

What Would Google Do - by Jeff Jarvis

Google is the true giant. Jika anda berkecimpung di dunia web, anda pasti akan langsung paham apa maksud saya. Google menggiring kita masuk ke era informasi dengan Google search-nya. Google dengan mau-tahu-sesuatu-googling-saja nya merubah pola pikir dan kebiasaan milyaran manusia kedalam mindset “Google pasti tahu apa yang aku cari”. Secara finansial, Google adalah perusahaan internet paling kaya. Mereka selamat dari dotcom crash yang meluluhlantakkan industri web di tahun 2000an. Alih-alih hancur, mereka menjadi semakin kuat. Selain Google Searchnya, sekarang mereka memiliki puluhan aplikasi web -dan terus bertambah- baik hasil inovasi engineer-engineer mereka maupun hasil akuisi mereka terhadap setiap “startup company dengan produk menjanjikan”.

Google merupakan “raja” informasi yang sesungguhnya. Bahkan kedigdayaan Microsoft di dunia desktop software pun tidak mampu membuat mereka sanggup menyaingi Google di bidang web dengan Bing-nya. Tidak heran, secara de facto Google dianggap “kiblat” bagi industri web. Setiap langkah mereka diawasi jutaan pemerhati dan penggiat web. Hal itulah yang membuat Jeff Jarvis, seorang jurnalis dan blogger senior, menulis buku yang sudah merebut perhatian saya sejak berbulan-bulan lalu: What Would Google Do? (Apa yang akan Google Lakukan?)

What this book is all about?

Di buku ini, Jeff mengulas tingkah polah Google dan mem-formulasikannya ke dalam suatu jalan pikiran dilengkapi dengan dialog nyata dengan para pelaku sejarah tersebut. A real kick ass book, a must read book. Apa tujuan Google menciptakan menciptakan begitu banyak aplikasi web yang sangat keren dan membuatnya dapat digunakan publik dengan gratis? Apa yang merubah landscape internet menjadi internet yang kita hidupi hari ini? Bagaimana Google menyikapi berbagai macam hal -yang membuatnya raksasa tunggal di dunia internet hari ini-?

Semua hal itu dibahas di What Would Google Do oleh Jeff Jarvis.

The keypoints

Ada banyak sekali poin menarik yang dibahas dalam buku ini. Terlalu banyak sehingga saya menyarankan anda membacanya langsung. Meskipun begitu, berikut ini beberapa keypoint yang sangat menarik perhatian saya:

Menciptakan produk saja tidak cukup, ciptakanlah platform

Platform yang memungkinkan agar pihak ketiga dapat berkreasi diatas produk anda dan membuat efek viral yang gila. Well, selain dilakukan Google dengan berbagai aplikasinya (let’s say Google Map – secara de facto menjadi default pengguna web untuk “peta dunia” dewasa ini karena dapat digunakan dan dikolaborasikan secara mudah), berbagai produk dari perusahaan teknologi terkemuka pun sudah melakukan hal ini – dan terbukti sukses. Lihatlah iPhone yang menjadi platform dari berbagai aplikasi yang didistribusikan AppStore-nya dan Facebook App yang mengizinkan pengembang pihak ketiga meciptakan social games dan berbagai aplikasi yang menjarah streamline facebook kita.

Tautan mengubah segalanya

Google tidak memproduksi informasi, ia mengorganisasikannya. Ia menghubungkan pencari jawaban kepada penyedia informasi. Tahukah anda bagaimana Google Search bekerja? Ia menyimpan sebuah copy dari semua halaman web yang ia mampu temukan, lalu me-ranking halaman-halaman tersebut berdasarkan algoritma PageRank-nya, yang salah satu variabelnya adalah hubungan antar tautan (link) dari satu website yang memiliki reputasi terhadap website lainnya. See? Siapa yang mengetahui anda menjadi jauh lebih bernilai daripada siapa yang anda ketahui dewasa ini.

The dead of mass media, The rise of mass of niches

Di episentrum ekonomi dunia, Amerika, media massa kini tengah mengalami masa-masa yang kritis. Berita perampingan struktur organisasi atau bahkan kebangkrutan mungkin sudah menjadi hal yang asing lagi. Generasi yang duduk manis menyaksikan televisi berjam-jam dan membiarkan dirinya dibombardir oleh informasi dan iklan sudah mulai uzur, dan generasi yang lebih proaktif -mencari alih-alih disodori, lebih mempercayai integritas independensi teman sebaya alih-alih rayuan gombal iklan- mulai muncul. Tautan menautkan mereka. Alih-alih menjadi satu “massa besar”, masyarakat -dengan bantuan internet- kini mulai menciptakan crowd mereka sendiri berdasarkan keyakinan, pandangan, atau kesamaan minat mereka. Massa menjadi lebih spesifik dan terpisah-pisah. Mass of niches instead of one big damned mass.

You have to be “searchable”

Sebagai implikasi dari tautan, semua hal yang penting harus searchable. Semua hal yang penting harus dapat dicari. Ingin mengetahui siapa gerangan pelamar kerja yang melamar ke perusahaan anda? Google saja namanya. Portofolio dan pola cerita kerja kerasnya yang muncul? Bagus. Kedunguan dan makian di social media yang mendominasi? Jangan buang waktu untuk menginterviewnya.

Transparansi

Era dimana segala sesuatunya harus dapat dicari bermakna sebaik apapun anda menyimpan kebobrokan, ujung-ujungnya pasti bocor ke publik juga. Produk yang jelek akan dihujat habis di internet melalui blog, tweets dan lainnya. Hal ini bermakna, anda harus menjadi autentik dan benar-benar bagus dalam artian sebenarnya – bukan sekedar bagus di iklan saja. Anda mungkin berujar “ah, itukan hanya blog dengan sejumlah kecil pembaca“. Tunggu dulu, di Internet, “efek bola salju” sudah bukan merupakan hal yang asing. Siapa yang menyangka remaja yang iseng-iseng memposting videonya bernyanyi di YouTube akan menjadi the next big thing (Justin Bieber)? Siapa yang menyangka keluhan Jeff Jarvis atas notebook Dell mampu menumbangkan pendapatan perusahaan tersebut yang menyebabkan revolusi manajemen di tubuh Dell yang kini lebih terbuka?

Berfikir terdistribusi, berfikir partisipasi, berfikir dengan cara open source

We are smarter than me. Google mendorong inovasi, yang mana kemungkinan gagalnya sama tingginya dengan kemungkinan berhasilnya. “Saya harap anda gagal lebih cepat agar anda belajar lebih cepat”, ujar CEO Google Eric Schmidt kepada karyawannya. Di banyak bidang di hari ini (kecuali bidang yang berkaitan dengan keselamatan jiwa tentunya), menunggu produk anda sempurna baru dirilis adalah blunder, jika tidak disebut tindakan bodoh. Buat inovasi, lempar ke publik (seperti Gmail dengan status beta-nya yang bertahun-tahun) dan biarkan Publik yang menguji produk anda. Dengarkan mereka, dan lakukan perbaikan secara bertahap atas saran dan masukan mereka.

Concluding thoughts

Wow, akan sangat sulit bagi saya untuk men-summary semua pandangan visioner Jeff Jarvis di What Would Google Do dalam sebuah blog post. Saran saya, segeralah ke toko buku terdekat dan beli buku ini (saya beli buku ini di Rumah Buku Bandung, sekitar 90ribuan waktu itu. Diskon, ;) ) lalu pahami bagaimana bentuk dunia di masa depan akan terbentuk. Pahami, lalu ambil tindakan. Sebelum anda terlambat.

Hope it helpful ;)

Tips & Pelajaran Dari Mario Teguh Golden Ways Edisi 25 Januari 2009 : Indonesia Pusaka

Written by Fikri Rasyid on January 26, 2009 filed under Pengembangan Diri, Quote, Review and tagged with , ,

Foto oleh MTSC

Foto oleh MTSC

Well, Syukurlah tadi malam saya berkesempatan menonton Mario Teguh Golden Ways, acara favorit saya. Dengan beruntungnya saya sampai tepat jam 7 dari Bekasi kemarin. Ok, tanpa berpanjang lebar lagi, ini dia poin – poin nya yang saya tangkap :

  • Sungai adalah salah satu paramenter dan kualitas surga
  • Negara yang merawat sungai pastilah negeri yang makmur
  • TIDAK ADA orang yang mengabdi kepada orang lain, kecuali orang yang mengabdi kepada orang lain yang menjadikannya penting
  • Baik itu tidak cukup jika LEBIH BAIK itu mungkin. Jangan katakan “kabar baik”
  • Pemuda  miskin yang menunjukan kebenaran lebih baik dari menteri yang tidak jujur
  • Beberapa menteri yang tidak baik tidak menodai kebesaran negeri ini
  • Hidup ini BUKAN tentang MEREKA. Hidup ini tentang KITA
  • Semua orang yang hebat melampaui halangan
  • Jangan menunggu waktu yang tepat. Tidak ada waktu yang tepat. Abaikan semua tentang waktu.
  • Yang menjadikan “waktu yang tepat” adalah “tindakan yang tepat”. Tindakan yang tepat berarti waktu yang tepat
  • Berikan visi kepada orang lain
  • Tanamkan rasa bertanggung jawab terhadap lingkungan negara
  • Jangan mencari uang, namun carilah pekerjaan. Carilah pekerjaan yang melatih kepribadian agar suatu saat, uang yang mengejar anda.
  • Kebersihan hati membuat wajah cemerlang
  • Tugas seorang pemimpin adalah mendatangkan masa depan ke masa kini. Semakin besar visi masa depannya, semakin besar kepemimpinannya
  • Orang Super berbicara “begini lho” karena mereka sudah melihatnnya
  • Keluhan itu baik, untuk mengetahui apa yang harus diperbaiki
  • Right or wrong are wrong if you are a leader
  • Tugas pemimpin adalah mencapai hal yang luar biasa melalui tim yang biasa
  • Berlakulah seperti sudah yakin
  • “berlaku seperti” adalah cara membangun
  • Kehidupan adalah proses “sudah seperti”
  • Berfikir masa depan, bertindak masa sekarang
  • Tidak ada kekayaan yang bisa mengalahkan kekayaan yang bisa dihasilkan oleh pikiran
  • Kemampuan berfikir yang gemilang adalah kemampuan berfikir yang membawa kebaikan bagi orang lain
  • Anak adalah PENIRU yang terbaik
  • Manusia dinilai bukan hanya dari apa yang dia lakukan, namun dari apa yang dia tidak lakukan
  • KURANGNYA tindakan mengerdilkan

Kesimpulan :

  • Bila yang anda lakukan adalah kebaikan, bersegeralah. Lalu perhatikan apa yang terjadi

Well, menurut saya, yang menjadi garis besar dari acara tadi malam adalah : Lakukan hal yang baik. sesegera mungkin.

Ada yang ingin menambahkan? ;)

Tips & Pelajaran Dari Mario Teguh Golden Ways 11 Januari 2009 : Tombo Ati

Written by Fikri Rasyid on January 12, 2009 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , , , , ,

Mario Teguh Golden Ways, by MTSC

Mario Teguh Golden Ways, by MTSC

Yep. Kembali lagi di review acara TV favorit saya. Mario Teguh Golden Ways. Meskipun tadi malam ada beberapa hal di luar dugaan yang mengakibatkan terlewatnya beberapa poin di awal, tapi syukurlah saya masih sempat menontonnya. :D

Topik tadi malam adalah “Tombo Ati” alias Obat Hati. Beberapa pekan yang lalu saya membaca buku – buku karangan Agus Mustofa yang menekankan pentingnya hati untuk “masa depan di kehidupan yang akan datang” dari sisi sains, dan kini di bahas oleh Pak Mario Teguh. hoho, how come.

Anyway, Ini dia poin – poin dari Mario Teguh Golden Ways edisi 11 Januari 2009 : Tombo Ati

  • Jika anda menasehatkan sesuatu yang belum pernah anda lakukan, cepat atau lambat anda akan diuji dengan apa yang anda nasehati. Nasehatkan tentang kesabaran, maka kesabaran anda akan diuji. Mengapa hal ini terjadi? Karena Tuhan begitu menyayangi manusia. Dia tidak ingin manusia menasehatkan sesuatu yang belum dirasakannya. Tuhan memurnikan manusia.
  • Orang yang menghindari kesalahan, tidak akan tumbuh
  • Nikmatilah setiap proses kehidupan
  • Bagaimana menjaga perilaku positif, sedangkan lingkungan negatif?
    Orang lain adalah cermin. Ada dua jenis : cermin baik dan buruk. Cermin buruk, sebaik apapun diri kita, akan tetap memantulkan gambar diri yang bengkok. Itulah mengapa anda perlu bergaul dengan lingkungan yang baik
  • Budi Pekerti adalah timdakan baik yang didasari oleh tujuan yang baik. Tujuan kemanusiaan dari budi pekerti adalah agar anda berguna bagi sesama. Tujuan keTuhanan dari budi pekerti adalah agar anda menjadi kekasih Tuhan
  • Jika hidup dan matiku untuk Tuhan, untuk saya apa? Anda dapat apa yang Tuhan miliki.
  • Kebesaran orang bukan ditentukan oleh besar kecil tubuhnya, melainkan besar kecil hatinya
  • Tidak mungkin ada dua benda dalam satu ruang. Pilih apa yang hendak anda masukkan ke hati anda : kebaikan atau kejahatan?
  • Hadiah pertama bagi orang yang melakukan kebaikan adalah kebaikan
  • Penampilan terbaik dari seseorang adalah penampilan yang mewakili hati yang baik
  • Ada kata – kata : “gunakan hatimu”. Dalam menentukan keputusan, gunakan logika atau perasaan?
    Pertimbangan berdasarkan logika memiliki batas. Batasnya adalah pengetahuan yang dimiliki. Sedangkan RASA, merupakan “alat” pertimbangan yang lengkap. Masalahnya, rasa “meRASAkan menggunakan HATI” tersebut perlu dilatih, latih hati dengan menentukan banyak keputusan dan belajar dari keputusan tersebut. INGAT! Tuhan lebih banyak berbicara kepada anda melalui hati daripada melalui pikiran.
  • Manusia terindah adalah manusia yang bermanfaat untuk saudaranya

Kesimpulan :

  • Gunakanlah keikhlasan sebagai kekuatan kerja anda, dan kepasrahan sebagai wadah dari penantian anda, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Yep, itu dia poin – poin dari Mario Teguh Golden Ways yang ditayangkan di Metro TV 4 januari 2009 lalu. Semua poin saya tulis berdasarkan redaksi saya. Berdasarkan apa yang saya pahami. Sehingga kalau ada poin yang terlewat, harap maklum. :)

Ada yang mau menambahkan? ;)

The Great Debaters : Review Singkat dan Quotation

Written by Fikri Rasyid on January 9, 2009 filed under Quote, Review and tagged with , , , ,

The Great Debaters, by The Christ Draft Family

The Great Debaters, by The Christ Draft Family

Beberapa saat lalu, saya menonton satu film bagus yang diangkat dari kisah nyata : The Great Debaters. Worth To Watch. Film ini bersetting sekitar tahun 1930-an, dimana rasisme masih sangat terasa di amerika. Berkisah mengenai sebuah tim debat di satu college pelajar Negro yang mencoba “menunjukan eksistensinya”. Dari satu tim debat dari sekolah negro yang tidak dikenal, hingga melawan tim debat juara nasional dari Harvard. Cool.

Scene debatnya juga asik. Side story nya juga menarik. dan satu lagi, scene ketika tim debat tersebut sedang latihan, ada quotation yang sangat “keren” :

Who is the judge?

The judge is God.

Why is he God?

Because he decides who wins or loses. Not my opponeent.

Who is your opponent?

He does not exist.

Why does he not exist?

Because he is a mere dissenting voice of the truth I speak!

See? ;)

Album & Novel Review : Recto Verso oleh Dewi “Dee” Lestari

Written by Fikri Rasyid on January 8, 2009 filed under Review and tagged with , , , ,

Recto Verso, oleh Ninit di Flickr Account-nya

Recto Verso, oleh Ninit di Flickr Account-nya

Secara fisik, Recto Verso merupakan 11 Cerita Pendek dan 11 lagu. 11 cerita pendek yang terangkum dalam buku Recto Verso, dan 11 lagu yang tergabung ke dalam Album Recto Verso yang di jual terpisah. Namun jika digabungkan keduanya, Recto Verso merupakan “sebuah pengalaman baru dalam menikmati seni.”

Segitunya?

Ya. pertanyaannya adalah, mengapa segitunya?

Saya mengetahui Dewi “Dee” Lestari dari karya fenomenalnya : Supernova. Dan semenjak itu, saya mengagumi karya tulis salah satu anggota grup vokal ternama Rida Sita Dewi ini. Gaya menulisnya yang penuh dengan analogi dan pesan dan deskripsi situasi yang diletakan secara implisit dan cerdas memukau saya.

Dan di Recto Verso, Dee bahkan melakukan lebih dari itu.

Bayangkan satu lagu yang anda sangat sukai. Mengapa seseorang bisa menyukai satu lagu? Jika ditilik lebih dari sekedar rangkaian notasi lirik dan nada, saya kira karena lagu tersebut mewakili perasaannya akan sesuatu yang pernah terjadi dalam hidupnya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana jika seseorang tersebut tidak memiliki pengalaman yang “berkaitan” dengan lagu tersebut? Saya kira orang tersebut tidak akan sampai pada taraf “sangat suka”. Suka saja, mungkin.

Disinilah cerdasnya Recto Verso. Cerpennya yang disampaikan dengan gaya bahasa cerdas supernova khas Dee, memberikan “pengalaman” dan “perasaan” kepada pembaca.  Setelah itu, lagunya yang dibangun berdasarkan cerpen – cerpen Recto Verso membuat anda mendapatkan feel lagu – lagu tersebut karena anda merasakan “perasaan” dan “pengalaman” dari lagu tersebut via cerpennya.

Wow, brilliant :D

Jika ada yang patut disayangkan dari Recto Verso, hal tersebut adalah cerpennya yang – menurut saya- terlalu pendek (meski disisi lain membuat karya ini terasa “light” dan menyenangkan), Beberapa foto yang kurang ciamik, dan harganya yang lumayan mencengangkan. Apa lagi jika dibeli secara terpisah :P

Overall, karya ini menarik. Dan ciamik! :D

P.S.

Lagu favorit saya di album Recto Verso? Malaikat Juga Tahu, Aku Ada, Grow A Day Older, dan Cicak Di Dinding. Khusus yang terakhir, lagunya unik banget! :D

Apa yang benar – benar anda inginkan?

Written by Fikri Rasyid on October 9, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , , ,

Bulan Oktober. Saya kembali mulai mereview perjalanan hidup saya.

Saya ingat sekali. Dua tahun yang lalu saya ingin bisa membuat sebuah website. Namun karena keadaan dan kondisi, ketika itu saya belum memiliki kesempatan untuk mempelajari pemrograman web. Satu tahun berselang, dikarnakan beberapa kejadian, akhirnya keinginan untuk bisa membuat website kembali berdesir dalam benak saya. JIka dulu saya hanya sebatas ‘ingin’ bisa membuat website, kali ini saya “benar – benar kepingiiiiiiiiinnn sekali” bisa membuat website. Saya mulai bergerak kearah yang sesuai dengan keinginan saya. Saya datang kepada salah seorang teman saya yang pernah mengikuti workshop pembuatan web, dan mengcopy beberapa software yang saya kira saya butuhkan seperti editor code, engine apache, dsb. Lalu saya datang ke gramedia dan membeli buku “cara cepat membuat toko online”. Well, meskipun pada akhirnya engine2 tersebut tidak pernah saya install dan buku yang saya beli tidak pernah selesai saya baca karena ada missing concept yang membuat saya bingung, keinginan tersebut membawa saya ke Qcollege dan belajarlah pemrograman web disana. Hari ini, hasil dari “benar – benar kepingiiiiiiiiinnn sekali” tadi membuat anda dapat mengakses http://fikrirasyid.com dan http://bloggingly.com.

Saya belajar satu hal : ingin saja tidak cukup. “benar – benar kepingiiiiiiiiiin sekali” disertai tindakan yang mengarah pada hal yang anda inginkan, itu yang anda harus lakukan.

Jadi teringat The Greatest Secret of Greatest Success nya Bapak Tung Desem Waringin :

Hal apapun yang anda pikirkan cukup sering, disertai dengan emosi yang tepat, dapat anda genggam di tangan anda.

Hal ini membuat saya mereview ulang goals saya. mengapa belum terwujud? apakah hal ini yang benar – benar saya inginkan? apakah saya sudah melakukan tindakan yang mengarah kesana? Apakah saya sudah memberinya emosi yang tepat agar hal tersebut terwujud?

Bagaimana dengan anda? ;)