Posts tagged with Renungan :

Lebih Sempurna Itu Tidak Selalu Berarti Lebih Baik

Written by Fikri Rasyid on July 16, 2009 filed under Analisa, Islam and tagged with , , ,

better-than-sex by Leslie Revolutionary

better-than-sex by Leslie Revolutionary

Saya terkadang sering bingung ya, mengapa seseorang yang sangat baik selalu diasosiasikan dengan malaikat? Sepengetahuan saya, dalam agama yang saya yakini yakni islam, memang dikatakan bahwa malaikat memang sangat baik dan taat kepada semua perintah Tuhan, namun disebutkan juga bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan paling sempurna.

Logikanya, sebagai makhluk yang “paling sempurna”, kok manusia yang baik malah diasosiasikan dengan makhluk yang “tidak sesempurna” manusia?

Kemarin pagi, kebingungnan ini saya ekspresikan melalui facebook status saya:

Read More

Biarkan Hidup Mengalir Seperti Air? Hey, Pahami Dulu Kecenderungan Air

Written by Fikri Rasyid on April 14, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Quote and tagged with , , , ,

Where peaceful waters flow… by Vol-au-Vent

Where peaceful waters flow… by Vol-au-Vent

Banyak diantara kita, terutama yang muda berkata dengan cerianya:

Tidak usah terlalu ambisius. Santai saja lah, let it flow. Biarkan saja mengalir seperti air!

Mungkin tujuan dari teman yang berkata seperti itu baik: Dia tidak mau melihat kita, kawannya, stress dan tertekan karena mengejar target, cita-cita dan impian kita.

Tapi masalahnya tepatkah jika kita membiarkan hidup kita mengalir, santai, seperti air? Hari ini saya menemukan satu kalimat yang menampar pernyataan tersebut:

..air memiliki kecenderungan untuk mengalir ke tempat-tempat yang rendah. ..

Mario Teguh
Becoming A Star, hal. 66

Jika kita membiarkan air mengalir, bukankah sifat alaminya mengalir ke tempat yang lebih rendah? Sekarang, jika kita membiarkan hidup kita mengalir saja tanpa tujuan, bukankah hidup kita akan terbawa ke kualitas kehidupan yang rendah?

Hey, masih ingin membiarkan hidup anda mengalir seperti air?

Menghindari stress di masa muda hanya akan memindahkan stress itu ke hari tuanya, saat dia sudah lemah, lambat, dan pelupa.

- Mario Teguh -
Halaman yang sama, buku yang sama

Apa Arti Kehidupan Sebenarnya? Hidup Adalah Permainan. Jadilah Pemain Kehidupan.

Written by Fikri Rasyid on February 17, 2009 filed under Islam, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Life is a Game by Monteakm2008 (Busy)

Life is a Game by Monteakm2008 (Busy)

Coba tanya diri anda masing – masing. Apa arti hidup menurut anda?

Hidup adalah …. .

Coba isi titik – titik yang tersedia setelah kata adalah. Pertanyaan ini sederhana, namun saya yakin isinya pasti beragam. Bisa jadi hidup adalah perjuangan, atau hidup adalah tantangan, atau hidup adalah perjalanan, dll.

Jawaban dari pertanyaan tadi bisa jadi beragam, namun ada satu hal yang perlu diperhatikan : Jawaban dari pertanyaan tersebut mencerminkan keyakinan anda atas kehidupan. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus di perjuangkan. Maka dari itu, hari hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus di pecahkan. Dia akan menjalani kehidupannya dengan “memecahkan tantangan”. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Maka dari itu dia akan menjalani kehidupannya dengan “berjalan” diatasnya.

Cara kita meyakini kehidupan akan berimbas ke pola pikir kita. Pola pikir akan mempengaruhi tindakan, dan tindakan akan menghasilkan nasib.

Sekarang, bagaimana kita sebagai orang beriman seharusnya memandang kehidupan?

Terjemahan Q.S. Al – Hadid ( 57 ) Ayat 20 :

Ketahuilah, sesungguhanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam – tanamannya mengagumkan para petani; kemudian ( tanaman ) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

Note that : hidup adalah permainan. Waw, apakah ini berarti yang kita lakukan selagi hidup ini adalah bermain dan bersenang – senang?

Pahami konteks keseluruhan tersebut. Pemahaman yang coba di ajarkan Tuhan melalui (terjemahan) wahyu ini adalah bahwa hidup adalah sebuah permainan yang jangka waktunya pendek, maka dari itu kita harus menjadi pemain dari “permainan kehidupan”, bukannya main – main dalam kehidupan.

Maksudnya?

Pemain adalah mereka yang memainkan permainan dengan serius. Cermati contoh ini : pemain sepak bola. artinya? Mereka yang bermain sepak bola yang serius mengikuti permainan sepak bola dan mematuhi peraturan – peraturannya.

Sekarang perhatikan mereka yang menjadikan dirinya “pemain” sepak bola yang sungguh – sungguh : contoh, Kaka. Apa yang Tuhan berikan kepada Kaka yang menjadikan dirinya “pemain” sepak bola? kehidupan yang luar biasa, penghasilan yang melimpah, popularitas, jutaan penggemar, dll.

Itu baru menjadikan diri sebagai “pemain” sepak bola yang notabene dibatasi oleh 45menit X 2 dalam lapangan rumput persegi dan bola bundar.

Bisa bayangkan apa yang akan Tuhan berikan jika anda menjadi “pemain” dari permainan besar kehidupan? Menjadikan diri anda seorang manusia profesional yang mengikuti peraturan dunia dan “bermain” / menjalani kehidupan dengan serius?

Imagine that.

Tanya kembali diri anda : Apa arti kehidupan bagi anda?

P.S.

  1. Sebelum ada yang bertanya apa itu peraturan kehidupan? jawabannya adalah peraturan ( dan petunjuk ) yang di sampaikan oleh Nabi yang menjadi panutan anda. Apa lagi memangnya?
  2. Materi ini saya dapat dari forum liqo yang saya ikuti tadi malam. Liqo secara bahasa bermakna lingkaran, sedangan liqo secara istilah yang saya maksud disini adalah sekumpulan orang yang duduk membentuk lingkaran kecil ( antara 5 – 10 orang ), dimana dalam forum tersebut ada seorang yang berperan menjadi mentor dan sisanya menjadi murid. Yang dibahas dalam forum liqo adalah berbagai hal yang benang merahnya adalah peran kita di dunia sebagai seorang beriman yang perannya adalah menjadi rahmat bagi seluruh alam.
  3. Saya setuju dengan Bapak Ary Ginanjar : Jika ada ayat dari Al – Qur’an yang saya kutip, bukan bermakna tulisan ini ditujukan untuk penganut agama islam saja. Bukan dunia untuk islam, melainkan islam UNTUK dunia.

2008 Anniversary. betapa tak terasanya

Written by Fikri Rasyid on October 17, 2008 filed under Analisa, Personal and tagged with , , ,

Secara akta kelahiran, hari kemarin saya ulang tahun. Bagi saya pribadi hari ulang tahun bukan hari untuk bersuka cita merayakan bertambahnya umur seperti kebanyakan orang. Saya memandang ulang tahun dengan cara yang berbeda. Saya menganggap, ketika saya berulang tahun, umur saya berkurang. berkurang lagi. berkurang satu tahun lagi. selalu seperti itu. Ulang tahun selalu membawa saya untuk melihat hal – hal yang sudah saya lakukan dalam hidup saya.

Sudah beberapa hari ini saya membongkar file – file lama saya. Tulisan, Foto, karya grafis, semuanya. Dulu saya pernah memiliki cita – cita untuk memiliki biografi saya sendiri. Maka ada episode dalam hidup saya dimana saya menuliskan apa yang saya alami dan rasakan selama periode itu. Hmm… saya rasa, inilah salah satu faktor saya ngeblog y. :D saya baca kembali tulisan itu. Saya tertawa. terbahak – bahak malah. bisa – bisanya saya melakukan hal – hal aneh seperti itu. lalu saya melihat foto – foto saya, memandanginya satu persatu. diluar semua memori yang tiba – tiba keluar, meloncat – loncat dari pikiran saya, ada satu kesimpulan yang menampar saya :

Ya Tuhan, betapa tidak terasanya.

5 tahun lalu, ketika itu sering sekali saya dan teman – teman merutuki keadaan. Mengeluhkan keadaan dan berkata “andaikan ini sudah berakhir, saya akan melakukan bla bla bla…” dan sekarang, bumm. 5 tahun sudah betapa tidak terasanya. saya merenungi apa yang sudah saya lakukan selama 5 tahun ini. Hal – hal apa yang sudah saya raih, dan berada dimana saya sekarang.

Satu hal kembali muncul di pikiran saya : 5 tahun dari sekarang, apa yang akan saya ingat tentang hari ini? Pencapaian apa yang akan saya raih?

Hal ini kembali membawa saya dalam posisi merenung.