Posts tagged with Relationship :

Memberikan Pendapat: Pastikan Anda Memberitahukan Manfaat Dari Mengikuti Pendapat Anda

Written by Fikri Rasyid on April 22, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , , , ,

opinion by Guacamole Goalie

opinion by Guacamole Goalie

Berpendapat adalah menyampaikan sudut pandang kita mengenai sesuatu.

Semua dari kita selalu berpendapat. Berpendapat bahwa pemilu curang lah, Pemerintahan kurang memperdulikan rakyat lah, rekan kita seharusnya lebih care terhadap kita lah, project di kantor sebaiknya begitu lah, letak rak buku di rumah sebaiknya di miringkan saja lah, dan lain lain sebagainya.

Dan hey, bukankah ngeblog juga proses berpendapat? ;)

Kita semua berpendapat. Dan pada dasarnya, kita berpendapat mengenai dua hal:

  1. Berpendapat mengenai satu hal yang diluar jangkauan kontrol kita. Artinya, pendapat kita tidak akan mengubah bagaimana terjadinya sesuatu.Contohnya: “Mengapa hujan turunnya jam 12? Mengapa tidak turun jam 12.45 saja?”
  2. Berpendapat mengenai satu hal yang berada di dalam jangkauan kontrol kita. Artinya, pendapat kita bisa jadi mengubah bagaimana jadinya sesuatu.Contohnya: Anda berbicara dengan teman anda dan berkata “bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Kelihatannya akan jauh lebih bagus deh.”

Sekarang, lupakan dulu jenis pendapat no. 1 karena jenis pendapat no. 2 lebih bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Kita seringkali mengemukakan pendapat mengenai sesuatu yang berada di dalam jangkauan kontrol kita. Kadang pendapat kita itu diterima dan merubah terjadinya sesuatu, namun pernah juga pendapat kita di tolak mentah-mentah.

Ada hal yang menarik disini: Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut? Apa yang menyebabkan pendapat kita di terima, dan apa yang menyebabkan pendapat kita ditolak?

Pengemasan pendapat sudah pasti turut menentukan. Intonasi suara, gaya bahasa, daya tarik dan tutur kata jelas menentukan diterima atau ditolaknya pendapat kita. Namun jika ditilik dari sisi “konten” pendapat, jika kita telaah ternyata alasan mengapa pendapat kita diterima dan ditolak sederhana:

Manfaat yang didapat orang jika mengikuti pendapat kita.

Coba pikirkan contoh tadi: Kita memberikan pendapat kepada teman kita yang rambutnya bak rockstar kesiangan itu untuk “memendekkan rambutnya”. Bisa jadi redaksi pendapat kita seperti ini:

“bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Kelihatannya akan jauh lebih bagus deh.”

Dan reaksinya? Bisa jadi ditolak. Karena bisa jadi dia berfikir kalau rambut panjangnya juga terlihat keren. Tapi coba kita tambahkan sedikit tambahan:

“Eh, bagaimana jika rambutmu di potong pendek saja? Denger-denger wanita pujaanmu itu sangat menyukai pria yang rambutnya pendek.”

See? Bukankah kemungkinan diterimanya pendapat kita naik? Setidaknya, menjadi lebih dipikirkan lah. Alasannya? Karena kita memberikan manfaat yang jelas dan dibutuhkan oleh teman kita.

Jadi?

Berpendapat sudah menjadi bagian krusial dari kehidupan kita.  Berpendapat dengan teman, rekan, atasan, senior, pasangan, orang tua, atau bahkan berpendapat di blog dan comment. Bagaimana jika kita menaikkan kemungkinan penerimaan mereka akan pendapat kita dengan menambahkan dengan jelas manfaat yang mereka butuhkan dengan mengikuti pendapat kita?

Hasilnya bisa jadi menarik kan? ;)

Atau, ada pendapat lain yang ingin anda utarakan? Silahkan sampaikan melalui kolom komentar dengan menyertakan manfaatnya y :P

P.S.

Tulisan ini termasuk ke dalam tulisan yang saya tulis untuk Kontes Berpikir Kritis Navinot 2009 untuk tema hari pertama: mengungkapkan pendapat secara efisien. Anda juga punya blog? Mungkin anda bisa pertimbangkan untuk mengikuti kontes ini. Hadiah utamanya netbook HP mini note loh! Ada hadiah harian kaos keren NavinoTnya juga!

Note: Di P.S. diatas saya menyampaikan pendapat dan manfaatnya kan? LOL Please do correct me if i’m wrong :)

Yang Menjadikan Sesuatu Berharga Itu Manusia Lain

Written by Fikri Rasyid on March 12, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , ,

only human by sorrenta

only human by sorrenta

Hari ini saya memiliki pertanyaan menarik: Sebenarnya yang membuat sesuatu menjadi berharga itu apa sih?

Coba perhatikan mall yang ramai pengunjung. Mengapa harga beli/sewa booth disana dihargai begitu tinggi? Coba perhatikan barang yang dihargai begitu tinggi. Coba perhatikan seseorang yang begitu dihargai dan dicintai. Coba perhatikan mereka yang berpenghasilan tinggi. Coba perhatikan mereka yang status sosialnya baik (baik disini artinya lebih dari “warga biasa”) di masyarakat.

Kalau dipikir-pikir, saya akhirnya menyimpulkan satu hal: Segala sesuatu menjadi berharga karena manusia yang lain.

Percaya? ;)

Mengapa harga sewa/beli booth di mall yang ramai dihargai begitu tinggi? Karena ramai manusia disana. Bandingkan harga sewa/beli mall yang ramai dengan mall yang sepi pengunjung.

Mengapa ada barang yang dihargai begitu tinggi? Karena ada manusia lain yang mau mengeluarkan uangnya dengan nilai sebegitu tinggi nya. Kalau tidak ada manusia lain yang mau membeli senilai tersebut? Memangnya akan diberi price tag setinggi itu? ;)

Perhatikan seseorang yang begitu di hormati dan dicintai. Pastinya dia diperlakukan dengan penuh hormat dan cinta karena dia juga memperlakukan manusia lain dengan penuh hormat dan cinta. Ekstrimnya, coba bayangkan orang yang sama jika dia hidup di suatu hutan sendiri tanpa ada yang mengetahui dan tanpa dia mencintai dan menghormati manusia lain sebagaimana yang dia lakukan hari ini. Akankah ada yang menghormati dan mencintainya?

Mereka yang berpenghasilan tinggi? Tentunya karena mereka memiliki kemampuan yang berguna untuk manusia lain. Coba mereka memiliki kemampuan yang hanya berguna untuk dirinya sendiri dan tidak berguna untuk manusia lain. Akankah mereka memiliki penghasilan setinggi itu?

Perhatikan mereka yang status sosialnya tinggi. Bukankah hal itu diberikan oleh manusia lain atas jasanya kepada manusia lain?

Pada akhirnya, kesimpulan yang saya tarik adalah “yang menjadikan sesuatu berharga (secara duniawi) adalah manusia lain”.

Jadi? Jika kita ingin menjadikan sesuatu berharga, let’s say hidup kita, jadi kita ingin menjadikan hidup kita berharga, hiduplah untuk orang lain. Yang saya maksudkan dengan hidup untuk orang lain bukannya hidup menjadi pesuruh orang lain, namun hiduplah untuk memberikan kebaikan untuk orang lain.

Mungkin kita (termasuk saya sendiri) perlu mengoreksi arah pandang kita yang selama ini SAYA, SAYA, SAYA, SAYA kan? Berbicara tentang SAYA, menentukan tujuan untuk SAYA, melakukan sesuatu karena SAYA, menyempatkan sesuatu karena SAYA, dll.

Bukan berarti urusan pribadi anda menjadi tidak penting. No, urusan dan “wilayah” pribadi juga penting. Tapi memberikan kebaikan untuk orang lain mendatangkan perasaan yang juga penting :)

Tidak perlu bingung. Coba saja dengan hal-hal sederhana. Lakukan hal-hal kecil untuk kebaikan manusia lain, dan rasakan perubahan yang terjadi. (Mario Teguh sekali y? :P )

Saya pribadi mulai mengujikan hal ini di beberapa hal sederhana dalam kehidupan saya. Alih-alih bercerita, saya coba mendengarkan dan memperhatikan manusia lain, membuat puisi untuk manusia lain, memberi perhatian untuk manusia lain, membantukan mengambilkan minum untuk manusia lain..

Dan hey, perasaan berharga dan tentram itu mulai menyapa saya! :D

Bagaimana dengan anda?

Silahkan langsung saja sharing pengalaman anda disini :)

Selamat hari kamis dan selamat menjadi berharga! :D

Mantra Psikologis Bernama Perhatian

Written by Fikri Rasyid on March 8, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal, Tips and tagged with , , ,

Tender Love and Care by Araleya

Tender Love and Care by Araleya

Bagaimana sih caranya agar orang lain senang dengan saya? Itu pertanyaan klasik yang selalu saya coba cari jawabannya karena hubungan antar manusia merupakan salah satu kunci kesuksesan dan kebahagiaan. Dan syukurnya, saya menemukan salah satu dari banyak jawabannya.

Ada banyak cara agar disenangi orang lain. Dan kebanyakan dari banyak cara tersebut mungkin sudah anda ketahui. Maka dari itu, pada entri kali ini saya ingin mengangkat satu aspek saja yang ingin saya bahas.

Satu hal klasik yang mungkin anda lupakan.

Satu mantra psikologis yang bisa membuat hubungan anda dengan orang lain menjadi lebih akrab. Lebih mesra, lebih berkualitas, lebih membahagiakan dan lebih memberi kedamaian.

Satu mantra psikologis bernama PERHATIAN.

Sederhana kan? ;)

Ibu saya adalah dosen dan seorang network marketer yang notabene selalu berurusan dengan manusia. Dan saya sangat kagum mengenai betapa banyak orang yang nyaman berada di dekatnya. Bahkan hingga menganggap ibu ke ibu saya ini.

Suatu ketika, saya menanyakan hal ini kepada beliau:

“Mam, kenapa banyak orang yang nyaman dengan mama? Bahkan sampai menganggap Mama Ibu mereka sendiri?”

Jawaban beliau sangat bermakna:

“Ada satu kebutuhan dasar manusia yang belum kamu pahami. Satu kebutuhan manusia yang jika kamu penuhi bal tersebut, semua orang akan nempel sama kamu. Satu kebutuhan dasar yang bahkan lebih berharga dari kebutuhan untuk makan.

Kebutuhan tersebut bernama Perhatian.

Coba kamu penuhi kebutuhan mereka akan perhatian. Beri mereka perhatian. Tanyakan hal-hal yang penting bagi mereka namun tampak tidak penting bagi kamu. Dengarkan keluh kesah mereka. Tidak perlu banyak bicara. Dengarkan saja. Investasikan waktu mu untuk menunjukan pada mereka bahwa kamu perhatian pada mereka dan mereka itu penting untuk kamu. Kirimi mereka sms yang menanyakan kabar mereka. Lakukan hal-hal yang kamu anggap sepele namun mereka butuhkan.”

Seketika saya termenung. Betul juga. Perhatian merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar manusia. Self actualization. Puncak tertinggi dari skema kebutuhan Maslow.

Seorang anak berubah menjadi bengal karena mereka butuh perhatian. Anak-anak muda nongkrong di pinggir jalan Dago setiap malam minggu demi setetes perhatian. Pelajar teladan menjaga prestasinya demi perhatian. Karyawan top menjaga performanya demi perhatian atasannya.

Seorang teman memberikan senyum terbaiknya karena anda memberikannya perhatian.

Entah kesimpulan yang saya tarik ini benar atau salah. Tapi saya yakin bahwa mantra psiklogis bernama perhatian ini benar-benar ada.

Berhenti berfikir. Lakukan saja langkah kecil ini: Mulailah memberikan perhatian kepada apa-apa yang sebelumnya tidak anda berikan perhatian.

Berikan komentar mengenai betapa segarnya penampilan rekan kerja anda. Beritahu betapa menawannya senyum pasangan anda. Katakan betapa gantengnya kawan anda. Tatap dalam dan berikan senyum terbaik anda kepada teman anda. Salami dengan penuh khidmat orang tua anda. Tatap dengan penuh minat ketika guru atau dosen anda tengah memberikan pengajarannya kepada anda. Tanyakan kabar kesehatan kawan anda. Tanyakan hambatan-hambatan rekan bisnis anda dan apa yang bisa anda bantu untuk menyelesaikannya. Sapa OB dan tukang parkir di tempat anda bekerja.

Melakukan hal ini satu atau dua kali mungkin tidak akan memberikan efek berarti. Coba jadikan ini kebiasaan anda. Lakukan setiap hari.

Dan lihat apa yang terjadi ;)

P.S.

Kalau ada yang sudah mempraktekannya dan membawa dampak yang menarik, share dengan teman-teman disini y :)

Jangan Mau Orang Tertarik pada Anda Hanya Karena Penampilan Anda Menarik

Written by Fikri Rasyid on November 6, 2008 filed under Analisa, Personal and tagged with , ,

Ini hal yang sangat menarik menurut saya. Tadi saya melihat komentar Mr.X di post tentang Perbedaan Pria dan Wanita dalam Hal ketertarikan terhadap lawan jenis, dan beliau berpendapat bahwa ganteng ( penampilan ) merupakan hal paling utama di mata wanita.

Well, saya menghargai pendapat Mr.X.

Saya selalu mencoba perbedaan pendapat karena bagaimanapun, keanekaragaman membuat dunia ini menjadi lebih indah.

Dan itu berarti saya juga boleh menyampaikan pendapat dan berkomentar dong? Boleh kita saling berbeda pendapat, asalkan disampaikan dengan cara yang santun dan beretika. :)

Oke, ini pendapat saya :

Ketertarikan karena penampilan merupakan salah satu ketertarikan yang paling patut dihindari. Meskipun ya, tanpa kita sadari seringkali kita memilih sesuatu berdasarkan penampilan.

Namun menurut saya, lebih baik jangan tertarik karena penampilan. Dalam konteks ini, jangan tertarik kepada wanita hanya karena penampilannya menarik ( cantik ) dan Jangan mau orang tertarik kepada anda hanya karena anda menarik ( ganteng ).

Mengapa?


Karena penampilan adalah salah satu parameter yang paling semu. paling mudah berubah.

Katakanlah seseorang tertarik pada anda pada suatu pertemuan. Ketika itu anda berpenampilan sangat rapi. Di lain waktu orang yang tertarik pada anda tersebut kembali bertemu pada anda, dan anda sedang “menjadi diri anda apa adanya”. Tanpa dandan, tanpa make up, tanpa outfit bermerek yang membuat anda pede. Bayangkan apa yang terjadi.

Contoh yang lebih ekstrim : Anda menikah, dengan seseorang yang mencintai anda karena penampilan anda menarik. Suatu saat, terjadi insiden yang membuat penampilan anda tidak menarik lagi. Misalkan seseorang menikahi anda karena badan anda atletis. Setelah 10 tahun, badan anda tidak atletis lagi. Lalu?

penampilan merupakan parameter yang paling semu.

Saya pribadi, lebih memilih orang tertarik karana karakter. Karakter, kepribadian. Sesuatu yang lebih tahan lama. Sesuatu yang tidak mengenal seperti apa potongan rambut anda, atau outfit apa yang anda kenakan, atau bagaimana kondisi keuangan anda, atau apakah anda berada dalam kondisi yang prima atau tidak.

Sesuatu yang datang dari hati, sesuatu yang semua orang dapat miliki jika memang berkeinginan.

bagi saya pribadi, karakter merupakan sesuatu yang lebih hakiki dan tahan lama.

Sesuatu seperti ketulusan, keikhlasan, keceriaan, keinginan untuk memberi lebih kepada orang lain, keinginan untuk membahagiakan orang lain, usaha yang sungguh – sungguh untuk mencapai sesuatu, kemauan untuk berkorban, turut bahagia ketika orang lain bahagia, dan lain – lain. bagi saya pribadi hal seperti itu jauh lebih indah dari penampilan.

Terdengar seperti “ah-saya-kan-tidak-seperti-itu”?

bukan tidak, belum. belum memutuskan untuk seperti itu. Saya pribadi masih jauh dari kualifikasi seperti itu. Tapi setidaknya berusahalah. Menetapkan tujuanlah. Berdo’a lah. Saya yakin Tuhan tidak tidur dan Tuhan memiliki lebih dari cukup untuk mengabulkan permohonan saya yang hanya memohon agar karakter saya di buat lebih baik lagi.

Ya, memang kenyataannya adalah menarik dan tertarik menggunakan cara seperti ini terbukti sih : Tercapai dalam jangka waktu yang biasanya relatif lebih lama. Tapi hasilnya bertahan lebih lama bukan? ;)

bagaimana menurut anda?