Posts tagged with Ramadhan :

Tentang ibadah shaum dan penertiban pedagang makanan di siang hari

Written by Fikri Rasyid on September 5, 2008 filed under Analisa, Islam and tagged with ,

satu hal ini selalu mengusik saya di setiap bulan ramadhan, waktu dimana umat islam sedunia menjalankan ibadah shaum : Razia pedagang makanan di siang hari. Pedagang makanan di larang berdagangan makandi siang hari.

Saya sangat tidak setuju dengan hal ini. Okelah, mayoritas penduduk indonesia memang umat muslim. tapi bagai mana dengan yang non muslim? bagaimana dengan umat muslim yang tidak diwajibkan puasa? seperti wanita yang berhalangan, orang tua dan musafir? mereka akan kesulitan untuk mendapatkan konsumsi di siang hari.

“Tapi, ini merupakan tindakan untuk mengurangi godaan untuk umat muslim agar puasanya tidak batal.”

shaum, bagi saya merupakan tanggung jawab langsung seorang Hamba dengan Sang Maha Pencipta. Jika seseorang yang berpuasa tersebut memang serius shaumnya, apalah arti godaan makanan di depan mata. Namun jika seseorang memang tidak serius shaumnya, meskipun tidak ditemukannya makanan yang di jual oleh pedagang yang berjualan di siang hari, pasti di carinya kemanapun juga.

Saya teringat dengan apa yang dikatakan oleh Bapak Ary Ginanjar, sang founder ESQ modeling, tentang apa yang dikatakannya tentang islam dalam ESQ, yang koheren dengan topik ini :

“Bukan Al-Qur’an untuk islam,
bukan dunia untuk islam,
Tapi Al – Qur’an dan Islam untuk dunia.
Islam merindukan perdamaian dan kebahagiaan sejati,
bersama yang lain.”

Ary Ginanjar Agustian, dalam pengantarnya di buku kecerdasan Emosi dan spiritual.

Bukan masyarakat non-muslim yang harus kita tuntut untuk mengerti umat islam yang menjalankan ibadah shaum,
tapi umat muslim yang sedang saum lah yang bertoleransi kepada umat non-muslim, dan kita semua saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Bukan dunia untuk islam, tetapi islam untuk dunia, sebagai Rahmatan lil Alamin.
saya rasa itulah esensi islam.

Salam, :)

Menyambut Ramadhan

Written by Fikri Rasyid on August 30, 2008 filed under Islam, Pengembangan Diri and tagged with

Akhirnya, bulan yang dimuliakan datang juga. bulan Ramadhan. Bulan di mana amal baik di lipat gandakan, dan setan di penjara. banyak diantara anda yang sangat excited dengan kedatangan bulan ini, tetapi saya yakin ada juga beberapa diantara anda yang biasa – biasa saja menghadapi bulan ini. Ada beberapa dari anda yang muslim biasa – biasa saja menghadapi bulan ini sedangkan beebrapa dari anda sangat excited menghadapi bulan ini.

Untuk anda2 yang muslim namun merasa biasa saja, atau malah bingung mengapa Bulan Ramadhan ini begitu diagung – agungkan dan begitu dimuliakan, dan ingin mengetahui mengapa bulan ini begitu istimewa, pesan dari saya hanya satu : Nurut saja.

Dunia ini begitu luas dan begitu menyimpan banyak sekali rahasia yang belum kita semua mengerti. dan tidak mungkin kita mengetahui kesemua rahasia alam semesta. dahulu, saat saya mulai belajar bahasa pemrograman PHP di Qcollege, saya bingung luar biasa. Saya tidak memiliki latar belakang pemrograman dan tidak pernah menulis satu baris script pun. Masuk ke sana modal edan dan tekad untuk bisa saja. :P akhirnya, saya memaksa diri saya untuk berusaha mengikuti semua yang disampaikan oleh instruktur. Alhamdulillah, akhirnya mengerti juga. :D

Satu hal yang saya dapatkan di sana. Saya menyadari bahwa hal apapun, ilmu apapun, asal diulang cukup banyak, pasti bisa di pelajari. Seseorang yang sangat gemar bermain bowling berkata pada saya : ” kalau anda mau pintar bowling, sederhana sekali. meskipun awal – awalnya kikuk, mainkan bowling hingga 1000 kali lemparan. saya yakin anda bisa main bowling nantinya. ”

Begitu juga dengan Ramadhan. Kalau anda ingin memahami ramadhan, masuk saja dulu ke dalamnya, lalu apa amalan2 yang dianjurkan dilakukan dalam ramadhan, lakukan. Lalu rasakan sendiri perbedaannya. Anda tidak akan benar2 memahami sesuatu sebelum anda terlibat langsung ke dalamnya.

Atau, mungkin jika anda seorang muslim yang masih merasa belum “tercerahkan” dan merasa belum mendapatkan “feel” islam. Masih belum meyakini beberapa hal mengenai islam, seperti shalat, zakat, dan salah satunyaadalah ramadhan, saya belajar al yang sangat bagus kemarin : Perjuangkan.keyakinan anda tentang islam tidak akan datang secara tiba2. Rasulullah saja bertahun2 iktikaf di Gua Hira hingga akhirnya Wahyu turun kepadanya. Nabi Ibrahim A.S. saja terus mempertanyakan Tuhan hingga akhirmya pemahaman turun kepadanya. dan Nabi -nabi lain pun begitu. Jika pribadi – pribadi terpilih saja memperjuangkan imannya dulu baru di turunkan “kesadaran akannya”, apalagi kita semua? ;)

Overall, selamat menunaikan shaum Ramadhan. :)