Posts tagged with Rahasia :

Jika Tuhan Maha Baik, Mengapa Ada Peperangan (Kejahatan)?

Written by Fikri Rasyid on March 14, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

War Sucks by danny.hammontree

War Sucks by danny.hammontree

Jika Tuhan Maha Baik, mengapa ada peperangan (kejahatan)? Yep, pertanyaan sederhana yang cukup menjadi pemikiran saya. Syukurnya, setelah berfikir agak mendalam, rasanya saya sudah menemukan jawabannya :)

Dana jawabannya cukup sederhana:

Peperangan ada agar kita menghargai perdamaian.

Sedikit membingungkan? ;) Jadi begini. Pada dasarnya, segala sesuatu itu relatif. Sesuatu menjadi jelas jika di kontraskan atau ada pembandingnya.

Ambil contoh sederhana: Mengapa jika spidol biasa di jual seharga Rp 50,000 mahal sedangkan bmw seri 5 terbaru jika dijual Rp 50,000,000 murah?

Karena ada pembandingnya: Nilai Fungsi. Jelas.

Orang bilang saya tinggi. Saya bilang, belum tentu benar. Jika dibandingkan dengan orang rata-rata di Indonesia, tinggi 174 cm bisa dibilang lumayan tinggi lah. Namun jika dibandingkan dengan tinggi pemain basket NBA, 174 cm itu pendek.

Got the idea? Sekarang kembali ke topik awal: Jika Tuhan begitu Baik dan Maha Kuasa, mengapa perang yang notabene merupakan bencana kemanusiaan tetap dibiarkan terjadi?

Dari sudut pandang dan pendapat saya: Agar orang-orang yang memiliki akal mengambil pelajaran mengenai betapa berharganya perdamaian dan menjaga perdamaian sebaik-baiknya.

Kita memahami nilai dari sesuatu jika ada pembandingnya. Kita belajar mengenai betapa berharganya perdamaian karena mengetahui betapa menyengsarakannya peperangan. Kita memahami bahwa kejujuran itu berharga setelah mengetaui kesengsaraan dari ketidak jujuran. Kita memahami harga suatu barang ketika mengetahui nilai manfaat yang akan kita dapat kan dari barang tersebut.

Segala sesuatu di dunia menjadi jelas ketika di kontraskan. Ketika ada pembanding.

Menurut anda? :)

Yang Menjadikan Sesuatu Berharga Itu Manusia Lain

Written by Fikri Rasyid on March 12, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , ,

only human by sorrenta

only human by sorrenta

Hari ini saya memiliki pertanyaan menarik: Sebenarnya yang membuat sesuatu menjadi berharga itu apa sih?

Coba perhatikan mall yang ramai pengunjung. Mengapa harga beli/sewa booth disana dihargai begitu tinggi? Coba perhatikan barang yang dihargai begitu tinggi. Coba perhatikan seseorang yang begitu dihargai dan dicintai. Coba perhatikan mereka yang berpenghasilan tinggi. Coba perhatikan mereka yang status sosialnya baik (baik disini artinya lebih dari “warga biasa”) di masyarakat.

Kalau dipikir-pikir, saya akhirnya menyimpulkan satu hal: Segala sesuatu menjadi berharga karena manusia yang lain.

Percaya? ;)

Mengapa harga sewa/beli booth di mall yang ramai dihargai begitu tinggi? Karena ramai manusia disana. Bandingkan harga sewa/beli mall yang ramai dengan mall yang sepi pengunjung.

Mengapa ada barang yang dihargai begitu tinggi? Karena ada manusia lain yang mau mengeluarkan uangnya dengan nilai sebegitu tinggi nya. Kalau tidak ada manusia lain yang mau membeli senilai tersebut? Memangnya akan diberi price tag setinggi itu? ;)

Perhatikan seseorang yang begitu di hormati dan dicintai. Pastinya dia diperlakukan dengan penuh hormat dan cinta karena dia juga memperlakukan manusia lain dengan penuh hormat dan cinta. Ekstrimnya, coba bayangkan orang yang sama jika dia hidup di suatu hutan sendiri tanpa ada yang mengetahui dan tanpa dia mencintai dan menghormati manusia lain sebagaimana yang dia lakukan hari ini. Akankah ada yang menghormati dan mencintainya?

Mereka yang berpenghasilan tinggi? Tentunya karena mereka memiliki kemampuan yang berguna untuk manusia lain. Coba mereka memiliki kemampuan yang hanya berguna untuk dirinya sendiri dan tidak berguna untuk manusia lain. Akankah mereka memiliki penghasilan setinggi itu?

Perhatikan mereka yang status sosialnya tinggi. Bukankah hal itu diberikan oleh manusia lain atas jasanya kepada manusia lain?

Pada akhirnya, kesimpulan yang saya tarik adalah “yang menjadikan sesuatu berharga (secara duniawi) adalah manusia lain”.

Jadi? Jika kita ingin menjadikan sesuatu berharga, let’s say hidup kita, jadi kita ingin menjadikan hidup kita berharga, hiduplah untuk orang lain. Yang saya maksudkan dengan hidup untuk orang lain bukannya hidup menjadi pesuruh orang lain, namun hiduplah untuk memberikan kebaikan untuk orang lain.

Mungkin kita (termasuk saya sendiri) perlu mengoreksi arah pandang kita yang selama ini SAYA, SAYA, SAYA, SAYA kan? Berbicara tentang SAYA, menentukan tujuan untuk SAYA, melakukan sesuatu karena SAYA, menyempatkan sesuatu karena SAYA, dll.

Bukan berarti urusan pribadi anda menjadi tidak penting. No, urusan dan “wilayah” pribadi juga penting. Tapi memberikan kebaikan untuk orang lain mendatangkan perasaan yang juga penting :)

Tidak perlu bingung. Coba saja dengan hal-hal sederhana. Lakukan hal-hal kecil untuk kebaikan manusia lain, dan rasakan perubahan yang terjadi. (Mario Teguh sekali y? :P )

Saya pribadi mulai mengujikan hal ini di beberapa hal sederhana dalam kehidupan saya. Alih-alih bercerita, saya coba mendengarkan dan memperhatikan manusia lain, membuat puisi untuk manusia lain, memberi perhatian untuk manusia lain, membantukan mengambilkan minum untuk manusia lain..

Dan hey, perasaan berharga dan tentram itu mulai menyapa saya! :D

Bagaimana dengan anda?

Silahkan langsung saja sharing pengalaman anda disini :)

Selamat hari kamis dan selamat menjadi berharga! :D

Mantra Psikologis Bernama Perhatian

Written by Fikri Rasyid on March 8, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal, Tips and tagged with , , ,

Tender Love and Care by Araleya

Tender Love and Care by Araleya

Bagaimana sih caranya agar orang lain senang dengan saya? Itu pertanyaan klasik yang selalu saya coba cari jawabannya karena hubungan antar manusia merupakan salah satu kunci kesuksesan dan kebahagiaan. Dan syukurnya, saya menemukan salah satu dari banyak jawabannya.

Ada banyak cara agar disenangi orang lain. Dan kebanyakan dari banyak cara tersebut mungkin sudah anda ketahui. Maka dari itu, pada entri kali ini saya ingin mengangkat satu aspek saja yang ingin saya bahas.

Satu hal klasik yang mungkin anda lupakan.

Satu mantra psikologis yang bisa membuat hubungan anda dengan orang lain menjadi lebih akrab. Lebih mesra, lebih berkualitas, lebih membahagiakan dan lebih memberi kedamaian.

Satu mantra psikologis bernama PERHATIAN.

Sederhana kan? ;)

Ibu saya adalah dosen dan seorang network marketer yang notabene selalu berurusan dengan manusia. Dan saya sangat kagum mengenai betapa banyak orang yang nyaman berada di dekatnya. Bahkan hingga menganggap ibu ke ibu saya ini.

Suatu ketika, saya menanyakan hal ini kepada beliau:

“Mam, kenapa banyak orang yang nyaman dengan mama? Bahkan sampai menganggap Mama Ibu mereka sendiri?”

Jawaban beliau sangat bermakna:

“Ada satu kebutuhan dasar manusia yang belum kamu pahami. Satu kebutuhan manusia yang jika kamu penuhi bal tersebut, semua orang akan nempel sama kamu. Satu kebutuhan dasar yang bahkan lebih berharga dari kebutuhan untuk makan.

Kebutuhan tersebut bernama Perhatian.

Coba kamu penuhi kebutuhan mereka akan perhatian. Beri mereka perhatian. Tanyakan hal-hal yang penting bagi mereka namun tampak tidak penting bagi kamu. Dengarkan keluh kesah mereka. Tidak perlu banyak bicara. Dengarkan saja. Investasikan waktu mu untuk menunjukan pada mereka bahwa kamu perhatian pada mereka dan mereka itu penting untuk kamu. Kirimi mereka sms yang menanyakan kabar mereka. Lakukan hal-hal yang kamu anggap sepele namun mereka butuhkan.”

Seketika saya termenung. Betul juga. Perhatian merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar manusia. Self actualization. Puncak tertinggi dari skema kebutuhan Maslow.

Seorang anak berubah menjadi bengal karena mereka butuh perhatian. Anak-anak muda nongkrong di pinggir jalan Dago setiap malam minggu demi setetes perhatian. Pelajar teladan menjaga prestasinya demi perhatian. Karyawan top menjaga performanya demi perhatian atasannya.

Seorang teman memberikan senyum terbaiknya karena anda memberikannya perhatian.

Entah kesimpulan yang saya tarik ini benar atau salah. Tapi saya yakin bahwa mantra psiklogis bernama perhatian ini benar-benar ada.

Berhenti berfikir. Lakukan saja langkah kecil ini: Mulailah memberikan perhatian kepada apa-apa yang sebelumnya tidak anda berikan perhatian.

Berikan komentar mengenai betapa segarnya penampilan rekan kerja anda. Beritahu betapa menawannya senyum pasangan anda. Katakan betapa gantengnya kawan anda. Tatap dalam dan berikan senyum terbaik anda kepada teman anda. Salami dengan penuh khidmat orang tua anda. Tatap dengan penuh minat ketika guru atau dosen anda tengah memberikan pengajarannya kepada anda. Tanyakan kabar kesehatan kawan anda. Tanyakan hambatan-hambatan rekan bisnis anda dan apa yang bisa anda bantu untuk menyelesaikannya. Sapa OB dan tukang parkir di tempat anda bekerja.

Melakukan hal ini satu atau dua kali mungkin tidak akan memberikan efek berarti. Coba jadikan ini kebiasaan anda. Lakukan setiap hari.

Dan lihat apa yang terjadi ;)

P.S.

Kalau ada yang sudah mempraktekannya dan membawa dampak yang menarik, share dengan teman-teman disini y :)

Keluar Dari Zona Nyaman!

Written by Fikri Rasyid on February 18, 2009 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , , ,

Kemapanan adalah Musuh Terbesar Pertumbuhan
- Mario Teguh -

Comfort-Zone by Cardiac !

Comfort-Zone by Cardiac !

Kutipan yang aneh? Mengingat berbagai orang di penjuru dunia berlomba – lomba mengejar kemapanan?

Kemapanan berarti zona nyaman. Zona nyaman bermakna area dalam kehidupan anda dimana anda nyaman hidup di dalamnya sehingga anda selalu hidup dan mengulangi area kecil dalam hidup anda itu.

Perhatikan mereka yang hidupnya biasa – biasa saja. Mereka yang hidupnya biasa – biasa saja adalah mereka yang tidak melakukan perubahan atau inovasi dalam hidupnya. Ya begitu – begitu saja.

Pertanyaannya adalah, mengapa mereka begitu – begitu saja dan tidak melakukan perubahan / inovasi? Karena mereka terjebak dalam perputaran kehidupan. Mereka terlanjur nyaman dalam pola kehidupan yang dijalani. Masalahnya adalah, pola hidup yang mereka jalani merupakan pola hidup yang tidak mengarah pada pencapaian luar biasa.

Contoh sederhana : Mahasiswa. Berapa banyak mahasiswa yang pencapaiannya luar biasa? Sedikit. Maaf kata saya mengatakan hal ini, namun kenyataannya adalah kebanyakan mahasiswa negeri ini masih menjadi beban finansial bagi orang tuanya. Apakah beban finansial yang ditanggung oleh orang tua merupakan kenyamanan? Kebanyakan pasti berkata iya. Cukup menuntut ilmu dengan serius, dan biarkan biaya kehidupannya ditanggung orang tua. Hidup seperti itu nyaman sekali. Itulah alasan kebanyakan mahasiswa terjebak dalam pola kuliah – nongkrong – mengerjakan tugas – istirahat. Mana pola yang mengarah kepada penciptaan inovasi kehidupan?

ganti variabel yang saya garis bawahi dengan profesi lain. Anda akan menemukan polanya.

Zona nyaman menjebak. Kenyamanan membuat anda bergerak berputar di lingkaran kecil tindakan yang menurut anda nyaman dan tidak melihat lingkaran yang lebih besar dimana pencapaian besar bersemayam.

Sekarang, mari kita lihat kehidupan kita masing – masing.

Apa zona nyaman anda? Apa yang dihasilkan oleh tindakan yang hanya berputar di zona nyaman saja? Apa tujuan besar hidup anda? Apakah anda memutuskan untuk keluar dari zona nyaman anda dan melakukan perubahan?

Karena hidup adalah untuk menjadi pribadi yang selalu lebih baik setiap harinya, mari bergerak melakukan perubahan.

P.S.

Saya menuliskan hal ini bukan karena saya SUDAH menjadi orang yang tidak biasa – biasa. Saya menyampaikan ini karena saya JUGA ingin keluar dari kebiasa – biasaan dan dari kenyamanan yang menjebak saya. Ingat cara memotivasi diri sendiri? motivasi orang lain, tanpa sadar anda juga akan ikut termotivasi.

Selamat keluar dari zona nyaman,

Selamat Hari Rabu.

Salam Hangat,
Fikri Rasyid.

2 Pertanyaan Dari Stephen R Covey Untuk Sebuah Perubahan Hidup Ke Arah Yang Lebih Baik

Written by Fikri Rasyid on January 30, 2009 filed under Pengembangan Diri and tagged with , , , ,

Seven habits of highly effective bloggers by arz000n *Loh?* :D

Seven habits of highly effective bloggers by arz000n *Loh?* :D

Tadi malam saya menemukan kembali dua buah pertanyaan yang sangat “menampar” saya. Dan mungkin anda juga. Dua pertanyaan yang jika dapat anda jawab dan anda aplikasikan bisa merubah hidup anda menjadi jauh lebih baik. Diambil dari 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen R. Covey.

Dan dua pertanyaan tersebut adalah :

  1. Kebiasaan baik apa, yang anda tahu jika anda TERUS LAKUKAN SECARA KONSISTEN, akan membuat hidup anda menjadi jauh lebih baik dalam beberapa tahun kedepan?
  2. Kebiasaan jelek apa, yang anda tahu jika anda HENTIKAN, akan membuat hidup anda jauh lebih berkualitas dalam beberapa tahun kedepan?

Well, Adakah yang bisa menjawab pertanyaan ini dan MENGAPLIKASIKANNYA?

Selamat berubah kearah yang lebih baik :)

Kemampuan Yang Membedakan Si Berhasil dan Si Gagal

Written by Fikri Rasyid on January 11, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with ,

Success and Failures by Will Lion.

Success and Failures by Will Lion.

Mengapa ada orang yang berhasil dalam hidupnya, sedangkan ada orang yang tetap gagal dalam hidupnya? Padahal sumberdaya yang dimiliki sama. Apakah faktor finansial? banyak orang yang awalnya miskin namun akhirnya jadi miliarder. Kecerdasan? Banyak tuh orang yang tidak lulus sarjana namun sukses luar biasa. Kondisi fisik? Banyak juga orang yang sakit – sakitan, namun tetap menghasilkan sesuatu yang besar dalam hidupnya.

Lalu apa “kualitas” yang dimiliki si berhasil yang tidak dimiliki si gagal? Topik ini yang saya diskusikan dengan seorang yang sangat penting dalam hidup saya. Dan jawabannya, ternyata sederhana :

Kemampuan yang membedakan seseorang berhasil atau tidak adalah kemampuan “melihat” masa depan.

melihat-nya saya beri tanda kutip karena melihat disini lebih dari sekedar melihat, namun juga merasakan.

Satu hal yang sangat jelas membedakan orang yang berhasil dengan tidak, adalah orang yang berhasil terus berusaha sedangkan orang gagal menghentikan usahanya. Pertanyaannya adalah, mengapa orang yang berhasil sanggup bertahan dan melanjutkan usahanya padahal orang gagal menghentikan usahanya? Padahal dunia yang ditempati si berhasil dan si gagal kan sama? Dari mana si berhasil mendapatkan semangat untuk terus berusaha?

jawabannya adalah, karena si berhasil sudah “mengetahui” apa yang akan dia dapatkan jika dia terus melakukan satu hal, sedangkan si gagal tidak. Dari mana si berhasil “mengetahui”nya? Dia sanggup “melihat”nya. Dia mampu melihat masa depannya, dan meyakininya.

Pantaslah ada kalimat “visualisasi merupakan salah satu kemampuan terbesar manusia”.

Dan pantaslah Rhonda Bryne dalam The Secret menggambarkan betapa pentingnya visualisasi. Saya mulai mendapatkan gambaran lebih utuhnya sekarang.

Mengambil Keputusan : Pilih Yang Terpenting dari Hal – Hal Penting

Written by Fikri Rasyid on December 19, 2008 filed under Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Satu hari, di satu seminar, saya pernah mendengar seseorang yang cukup sukses mengatakan sesuatu yang sangat bagus :

Satu kemampuan yang pasti dimiliki oleh orang – orang yang berhasil adalah kemampuan membuat keputusan. Ketika dia dihadapi pilihan – pilihan yang kesemuanya penting, dia mampu melihat yang terpenting dan mengambil keputusan untuk menyelamatkan yang terpenting, sesuatu yang memang benar – benar menjadi tujuan hidupnya, dan mengambil resiko atas hal – hal lain yang juga penting yang tidak dia pilih.

Kalau dipikir – pikir, benar juga apa yang dikatakannya. Orang biasa, masih terjebak diantara keputusan yang harus diambil antara pilihan hal penting dan hal tidak penting. Sedangkan orang – orang yang berhasil, selalu dihadapkan dengan pilihan – pilihan yang sulit. Memilih diantara semua hal penting.

Pesan moralnya? Jika anda sedang merasa lelah, karena energi anda selalu dikuras setiap harinya karena harus mengambil keputusan, diantara pilihan yang kesemuanya penting, dan seting kali anda harus mengorbankan perasaan anda karena tidak bisa mengambil hal – hal penting yang tidak terambil, bersyukurlah.

Bisa jadi anda sedang berada di jalur yang tepat untuk meraih keberhasilan.

Who knows? Semoga Allah memberkati kita semua

:)

Sering Kali, sesuatu yang sebenarnya adalah kebalikan dari apa yang kita rasakan

Written by Fikri Rasyid on November 2, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal and tagged with , ,

Beberapa kejadian akhir – akhir ini membuat saya menarik beberapa kesimpulan baru mengenai kehidupan :

Sering kali, sesuatu yang sebenarnya adalah kebalikan dari apa yang kita rasakan…

Sering kali, seseorang yang paling bingung adalah orang yang paling paham…
Sering kali, seseorang yang nampak tegar malah merupakan orang yang paling rapuh jiwanya…
Sering kali, sesuatu yang baik untuk kita merupakan sesuatu yang sangat tidak kita sukai….
Sering kali, sesuatu yang membuat anda membenci kehidupan merupakan pelajaran yang akan menyelamatkan hidup anda…

dan banyak lagi sesuatu yang hakikatnya berlawanan dengan apa yang kita inderai dengan panca indra dan perasaan.

Bagaimana menurut anda?

Quote yang sangat bagus dari Steve Jobs

Written by Fikri Rasyid on October 29, 2008 filed under Pengembangan Diri, Quote and tagged with , , , ,

Beberapa hari yang lalu, saya terdampar di wiquote.org. situs yang tergabung kedalam wikimedia foundation : yayasan nonprofit yang bercita – cita untuk mendorong pertumbuhan, perkembangan dan distribusi dari informasi yang berguna dalam berbagai bahasa secara bebas. Wikiquote sendiri merupakan situs yang berisikan quotation dari orang2 ternama. jika wikipedia adalah ensiklopedi, wikiquote masih satu versi dengannya. Bedanya adalah, konten dari wiquote adalah quotation.

Jadi ceritanya ketika itu saya tengah browsing2 mengenai Steve Jobs, dan akhirnya terdampar di halaman wikiquote yang berisi quotation dari Steve Jobs :

So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something — your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life.

Terjemahan :

percayalah bahwa titik – titik yang anda jalankan hari ini akan terhubung suatu saat, di masa depan anda. yang anda perlu lakukan adalah percaya. Pada takdir, kepercayaan, karma, atau apapun.  Hal inilah yang membuat saya tidak bernah menyerah, dan membuat semua perbedaan dalam hidup saya.

Coba anda baca pidato Steve Jobs yang berjudul Stay Hungry Stay Foolish yang dibawakan pada acara wisuda Universitas Stanford tanggal 12 Juni 2005 ( Tadinya saya ingin mempostnya disini. Tapi setelah di googling ternyata sudah banyak yang mempost. Jadi, untuk apa duplikasi konten? ;) ) . Anda akan belajar banyak hal dan mengerti apa makna dari percaya. Percaya lah bahwa titik yang anda jalankan hari ini akan terhubung suatu saat di masa depan anda :

Mungkin sekarang anda tidak mengerti mengapa kejadian demi kejadian yang tidak anda ingin kan terjadi dan menimpa anda. Tapi percayalah, suatu saat titik kejadian yang anda jalankan hari iniakan terhubung, menjadi garis yang menyelamatkan banyak hal di masa depan anda.

bagaimana menurut anda? ;)

Selalu Ada Pelajaran Dari Setiap Episode Kehidupan

Written by Fikri Rasyid on October 27, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , ,

Kehidupan. terkadang anda ada diatas, terkadang anda di bawah. terkadang anda merasa bahagia tak terkira, dan terkadang secara tiba – tiba anda merasa diri anda tidak berharga tanpa alasan yang jelas.

Terkadang anda belajar dari kesalahan dan pengalaman diri anda sendiri, dan terkadang anda belajar tentang dinamika kehidupan dari pengalaman orang lain yang lebih dulu daripada anda.

Orang bijak bilang :

Orang pintar belajar dari pengalamannya, Orang jenius belajar dari pengalaman orang lain

Terkadang anda mempelajari tentang jebakan kehidupan dan mengajarkannya kepada orag lain, namun di kesempatan lain, anda sendiri terperosok dalam jebakan kehidupan yang telah anda pelajari.

Maka sadarilah, tahu dan mengalami adalah dua hal yang berbeda. Belajar dari pengalaman sendiri dan belajar dari pengalaman orang lain adalah dua hal yang berbeda.

Jika anda membaca tulisan ini dan anda sedang terperosok pada masalah yang anda rasa telah anda pelajari sebelumnya dan anda merasa bodoh karena terperosok pada sesuatu yang telah anda pelajari, camkan hal ini baik – baik :

Tuhan sedang menunjukan pada anda, sesuatu yang tidak cukup anda pelajari hanya dengan mengetahuinya dari orang lain.

Anda harus mengalaminya sendiri untuk memahaminya.

Selalu ada hal yang harus anda alami terlebih dahulu untuk dapat benar – benar mengerti.

Dan camkan satu hal, selalu ada pelajaran dari setiap episode kehidupan.