Posts tagged with Perhatian :

The Joyful Learning – Oleh-oleh dari Talkshow Bimbingan Konseling

Written by Fikri Rasyid on May 27, 2010 filed under Pendidikan and tagged with , , ,

joyful jona – image is courtesy of AndyRamdin

Tadi pagi, di talkshow berjudul “Counseling in English Learning” yang diselenggarakan oleh teman-teman sekelas saya di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris kelas A 2008 sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah bimbingan konseling, saya belajar hal baru yang sangat menarik dari pemateri seorang guru bahasa Inggris yang kita undang dari SMA di Bandung: Joyful Learning.

Read More

Belajar Dari Kesalahan: Pentingnya Perhatian

Written by Fikri Rasyid on April 27, 2009 filed under Pengembangan Diri and tagged with , ,

Let me care for you by waynemethod

Let me care for you by waynemethod

Sesuai dengan topik kontes berfikir kritis NavinoT 2009, topik kali ini adalah melihat lebih seksama ke sekitar kita, mengenai apa yang bisa kita buat lebih baik lagi. Dan pada entri kali ini, saya ingin membahasnya dari perspektif personal dalam lingkup hubungan antar manusia, berdasarkan apa yang saya alami: Pentingnya perhatian.

Mengenai Perhatian.

Saya baru saja membaca buku People Skills For Life: Easy Peasey karangan Allan & Barbara Pease. Disana dicantumkan dengan jelas salah satu sifat dasar manusia yang bahkan lebih penting dari makan, minum dan cinta:

Pentingnya merasa diri dipentingkan.

Satu kebutuhan untuk di “recognize” atau “dianggap ada“. Satu kebutuhan yang dipenuhi oleh hal bernama perhatian.

Perhatian adalah satu hal yang sering kali tanpa kita sadari menentukan jalan hidup kita: Seorang remaja hidupnya hancur karena obat-obatan yang akar permasalahannya sederhana: Kurangnya perhatian orang tua kepada sang anak. Sementara seseorang menjadi gemilang di satu bidang karena dia mendapatkan perhatian orang lain disitu: satu hal yang tidak didapatkannya di bidang yang lain.

Seorang pelajar bersemangat untuk belajar karena gurunya memberinya perhatian yang menyemangatkannya, sementara murid lain bersikap masa bodoh karena gurunya tidak memperhatikan apa yang dilakukannya.

Bukankah kita tidak perduli tentang betapa hebatnya seseorang, hingga kita mengetahui betapa perdulinya dia kepada kita?

Jangan meremehkan perhatian.

Berapa banyak anak yang menjadi tidak hormat kepada orang tuanya karena yang memberinya perhatian dimasa tumbuhnya adalah pembantu?

Berapa banyak hubungan yang hancur karena merasa tidak diperhatikan oleh partnernya?

Berapa banyak konsumen yang memutuskan deal dengan anda karena mereka merasa terperhatikan?

Berikan mereka perhatian.

Jika seseorang berlaku tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki, mungkin kita kurang memberikan perhatian kita padanya? ;)

Jika orang-orang terdekat kita belum berkelakuan seperti yang kita inginkan, mungkin kebutuhan akan perhatian ini yang belum kita penuhi.

Coba lihat orang-orang terdekat kita. Sudahkah kita memberikan perhatian terbaik kita untuk mereka? Jika kita dibandingkan dengan apa yang kita inginkan dari/untuk mereka, pantaskah mereka mendapatkan kualitas perhatian yang sekarang kita berikan?

Well, tidak ada kata terlambat untuk perubahan, ‘kan? ;)

P.S.

  • Perhatian tidak hanya kepada manusia saja. Project, Target, Cita-cita juga butuh perhatian kan? ;)
  • IMHO, perhatian saja tidak cukup. Membuat mereka mengetahui bahwa kita memberinya perhatian dan perduli pada mereka juga sama pentingnya :)
  • Saya pernah menulis satu tulisan lain mengenai perhatian yang menurut beberapa rekan sangat menarik. Jika anda concern mengenai topik ini (perhatian -red), saya rekomendasikan anda membacanya juga: Mantra Psikologis Bernama Perhatian

Mantra Psikologis Bernama Perhatian

Written by Fikri Rasyid on March 8, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal, Tips and tagged with , , ,

Tender Love and Care by Araleya

Tender Love and Care by Araleya

Bagaimana sih caranya agar orang lain senang dengan saya? Itu pertanyaan klasik yang selalu saya coba cari jawabannya karena hubungan antar manusia merupakan salah satu kunci kesuksesan dan kebahagiaan. Dan syukurnya, saya menemukan salah satu dari banyak jawabannya.

Ada banyak cara agar disenangi orang lain. Dan kebanyakan dari banyak cara tersebut mungkin sudah anda ketahui. Maka dari itu, pada entri kali ini saya ingin mengangkat satu aspek saja yang ingin saya bahas.

Satu hal klasik yang mungkin anda lupakan.

Satu mantra psikologis yang bisa membuat hubungan anda dengan orang lain menjadi lebih akrab. Lebih mesra, lebih berkualitas, lebih membahagiakan dan lebih memberi kedamaian.

Satu mantra psikologis bernama PERHATIAN.

Sederhana kan? ;)

Ibu saya adalah dosen dan seorang network marketer yang notabene selalu berurusan dengan manusia. Dan saya sangat kagum mengenai betapa banyak orang yang nyaman berada di dekatnya. Bahkan hingga menganggap ibu ke ibu saya ini.

Suatu ketika, saya menanyakan hal ini kepada beliau:

“Mam, kenapa banyak orang yang nyaman dengan mama? Bahkan sampai menganggap Mama Ibu mereka sendiri?”

Jawaban beliau sangat bermakna:

“Ada satu kebutuhan dasar manusia yang belum kamu pahami. Satu kebutuhan manusia yang jika kamu penuhi bal tersebut, semua orang akan nempel sama kamu. Satu kebutuhan dasar yang bahkan lebih berharga dari kebutuhan untuk makan.

Kebutuhan tersebut bernama Perhatian.

Coba kamu penuhi kebutuhan mereka akan perhatian. Beri mereka perhatian. Tanyakan hal-hal yang penting bagi mereka namun tampak tidak penting bagi kamu. Dengarkan keluh kesah mereka. Tidak perlu banyak bicara. Dengarkan saja. Investasikan waktu mu untuk menunjukan pada mereka bahwa kamu perhatian pada mereka dan mereka itu penting untuk kamu. Kirimi mereka sms yang menanyakan kabar mereka. Lakukan hal-hal yang kamu anggap sepele namun mereka butuhkan.”

Seketika saya termenung. Betul juga. Perhatian merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar manusia. Self actualization. Puncak tertinggi dari skema kebutuhan Maslow.

Seorang anak berubah menjadi bengal karena mereka butuh perhatian. Anak-anak muda nongkrong di pinggir jalan Dago setiap malam minggu demi setetes perhatian. Pelajar teladan menjaga prestasinya demi perhatian. Karyawan top menjaga performanya demi perhatian atasannya.

Seorang teman memberikan senyum terbaiknya karena anda memberikannya perhatian.

Entah kesimpulan yang saya tarik ini benar atau salah. Tapi saya yakin bahwa mantra psiklogis bernama perhatian ini benar-benar ada.

Berhenti berfikir. Lakukan saja langkah kecil ini: Mulailah memberikan perhatian kepada apa-apa yang sebelumnya tidak anda berikan perhatian.

Berikan komentar mengenai betapa segarnya penampilan rekan kerja anda. Beritahu betapa menawannya senyum pasangan anda. Katakan betapa gantengnya kawan anda. Tatap dalam dan berikan senyum terbaik anda kepada teman anda. Salami dengan penuh khidmat orang tua anda. Tatap dengan penuh minat ketika guru atau dosen anda tengah memberikan pengajarannya kepada anda. Tanyakan kabar kesehatan kawan anda. Tanyakan hambatan-hambatan rekan bisnis anda dan apa yang bisa anda bantu untuk menyelesaikannya. Sapa OB dan tukang parkir di tempat anda bekerja.

Melakukan hal ini satu atau dua kali mungkin tidak akan memberikan efek berarti. Coba jadikan ini kebiasaan anda. Lakukan setiap hari.

Dan lihat apa yang terjadi ;)

P.S.

Kalau ada yang sudah mempraktekannya dan membawa dampak yang menarik, share dengan teman-teman disini y :)