Posts tagged with Pendidikan :

hal yang sama, orang berbeda, hasilnya berbeda

Written by Fikri Rasyid on August 9, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with

Kadang saya bingung, mengapa “satu hal yang sama, di berikan kepada orang yang berbeda, hasilnya juga berbeda”. Setelah beberapa kejadian, tadi malam saya diberikan pencerahan.

Sudah nonton film the matrix? untuk saya, ini merupakan salah satu film dengan aspek filosofis yang bagus. Salah satu adegan yang cukup “menggetarkan” saya adalah, saat semua orang meliat the matrix sebagai dunia, Neo “melihatnya” sebagai sesuatu yang lain.

Yang dia lihat adalah bit – bit kompleks yang terstruktur membentuk ruang. Tapi sekompleks apapun bit itu membentuk ruang, dia tetaplah bit.

Satu kejadian.

Kejadian berikut adalah, setelah saya “bertapa” mendalami ilmu CSS beberapa saat yang lalu, kini setiap sayta melihat sebuah situs, betapapun menariknya website tersebut, yang saya lihat adalah,

Hmmm… ini sepertinya di beginikan, tagnya begini, fungsi CSSnya begini, terus di beginikan. gue juga bisa nih yang beginian mah.

got what i mean? ;)

bebrapa saat saya mendiamkan saja hal tersebut. Tapi tadi malam, beberapa kejadian lain, mulai dari Neo yang melihat bit, saya yang melihat CSS, dan berbagai kejadian lainnya, terangkai menjadi satu, membentuk sebuah pemahaman :

Tunggu, saya mulai mengerti sesuatu. Ternyata otak kita bekerja dengan cara yang seperti ini.

Input ( mata ) –> di kenali oleh otak + pemahaman akan sesuatu –> persepsi akan inputan mata

Semakin tinggi pemahaman kita terhadap sesuatu, semakin berbeda persepsi kita terhadap sesuatu. semakin tinggi pemahaman kita terhadap sesuatu, semakin paham kita akan sesuatu. pantas saja, “satu hal yang sama, di berikan kepada orang yang berbeda, hasilnya juga berbeda” . Pemahamannya juga berbeda dong, saya jadi kecipratan ilmu menarik nih. Jadi inilah mengapa orang – orang besar dalam sejarah kadang melakukan hal yang belum dimengerti oleh saya. Pemahamannya juga berbeda dong.

Jadi terbayang oleh saya, dengan sedemikian prestasinya di berbagai bidang, Bagaimana cara Rasulullah SAW melihat sesuatu? atau mungkin Ali bin Abi Thalib, pria yang dibimbing oleh bimbingan terbaik – bagaimana caranya melihat sesuatu? Pantas kata – katanya yang masih diriwayatkan hingga kini begitu memukau.

* Melirik ke kanan bawah, 04:47. Adzan mulai bergema. merasa terpanggil

Wow, suatu pagi yang menyegarkan!

:)

ilmu dahsyat dari Bapak Sony Sugema

Written by Fikri Rasyid on July 16, 2008 filed under Bisnis, Pengembangan Diri and tagged with ,

tadi saya menghadiri acara wisuda qcollege yang mana saya juga menjadi lulusan sana, dan beruntung saya, ternyata Bapak Sony Sugema selaku presiden direktur Qcollege ( Quantum E-business College ) yang dikenal dengan lembaga bimbingan belajar SSCnya, ternyata memberikan sambutan yang sangat dahsyat. meskipun penyampaiannya sedikit kurang efisien menurut saya, namun konten dari ucapannya mantap sekali. al yang paling menarik dari ucapan beliau adalah :

( ditulis berdasarkan apa yang saya ingat. terjadi sedikit perbedaan riwayat, namun tujuan makna uncapan serupa )

“beruntung bagi anda yang bekerja di wilayah otak kanan ( kreativitas ). Orang bersedia membayar lebih untuk anda yang bekerja memenuhi kebutuhan otak kanan. Berbeda dengan anda yang bekerja di wilayah otak kiri ( perhitungan, logika ). Orang relatif perhitungan di wilayah ini.

Contoh sederhananya adalah, jika anda memiliki dana dua puluh ribu rupiah. kebanyakan dari anda akan lebih mudah menggunakannya untuk membeli tiket pertunjukan bioskop ( memenuhi kebutuhan otak kanan ) dari pada untuk membeli buku pelajaran ( memenuhi kebutuhan otak kiri ).

Meskipun kemungkinan untuk kedua bidang sam, namun lebih besar kebutuhannya di otak kanan.”

Setelah berdiskusi dengan ibunda saya yang seorang dosen kimia, Saya pikir – pikir ternyata benar juga ya. Pantas bintang film lebih makmur dari guru. :)

Terima kasih untuk sambutannya yang menginspirasi Pak Sony! :D