Posts tagged with Pencapaian :

Maka Kamu Akan Menerima

Written by Fikri Rasyid on January 26, 2011 filed under Event, Personal and tagged with , , ,

Sekitar satu atau dua bulan yang lalu, saya sedang berada di perjalanan menuju Cirebon untuk suatu keperluan bersama teman-teman saya. Ketika itu kita beristirahat di satu tempat makan dan saya melihat banyak anak muda yang jika dilihat dari jaket yang dikenakannya merupakan mahasiswa suatu universitas negeri di Bandung. Mereka konvoi menggunakan motor dan jumlah mereka cukup banyak. Nampaknya mereka tengah berisitirahat untuk makan siang juga.

Yang terlintas di benak saya waktu itu: “Wow, kelihatannya konvoi jalan-jalan bareng momotoran begitu asik juga“.

Pikiran itu terlintas begitu saja. Saya tidak tahu kapan saya punya kesempatan untuk jalan-jalan seperti itu - busy with projects. Lucunya, kemarin hari sekali saya konvoi dengan teman-teman sejurusan ke Ciater, untuk melepaskan diri dari rutinitas dan berendam air panas alami. Sekitar pukul setengah enam sore kami bertolak pulang ke Bandung, dan mampir di tempat istirahat di Lembang. Tempat makan jagung bakar yang persis di pinggir jalan itu, persis seperti yang saya lihat di perjalanan menuju Cirebon.

Ketika sekitar 12 motor parkir dan kami duduk-duduk sambil ngopi dan ngobrol-ngobrol, seketika saya teringat perjalanan saya menuju Cirebon dan mahasiswa-mahasiswa yang konvoi dan tengah beristirahat:

Wow, saya ingin sesuatu dulu, dan kini kesampaian. Saya membayangkan dan menginginkan sesuatu, melupakannya, dan lalu Tuhan mengabulkannya. Persis seperti cerita Macbook saya.

Seketika itu, ditengah obrolan saya dan teman-teman (obrolan yang sangat santai dan rileks. We had lots of laugh :D ), suatu pemahaman seperti datang ke kepala saya:

Ask, then you will receive.

Mintalah, maka kamu akan menerima.

Persis seperti suatu penggalan film The Secret yang saya tonton bertahun-tahun lalu.

Awesome.

P.S.:

Saya dulu sering berpikir “apa-apaan, ini orang capek-capek jalan momotoran”. Sekarang saya tahun kalau hal seperti ini asik sekali. Good friend + good conversation + good trip are more than enough to make you happy. Simple thing that turns you happy :)

Seminggu Bersama Macbook Pro

Written by Fikri Rasyid on January 15, 2011 filed under Produk and tagged with , , , ,

Sudah seminggu saya menggunakan MacBook Pro. Damn it feels awesome. Mungkin euforia saya juga sih ya, sudah dua tahun lebih saya menginginkan benda ini: mulai dari menggambarnya secara sadar / tidak sadar di catatan-catatan kuliah, menempelkan gambarnya di tempat-tempat yang mudah terlihat, menjadikannya resolusi 2010 yang mana tidak tercapai, hingga menjadikannya resolusi 2011 yang tercapai di tanggal tiga januari 2011 dengan cara yang tidak terlalu diduga. Epic.

Anyway, menggunakan Mac ini asyik sekali. Pengalaman menggunakan sistem operasi Windows XP, Windows 7, Windows 7 Starter, Ubuntu 10.04 dan Ubuntu 10.10 membuat saya memiliki kekaguman tersendiri dengan notebook & sistem operasi ini:

Windows populer dan kompatibel dengan banyak device. Tapi kerentanan terhadap virus membuat saya antipati dengan OS ini. Untuk mengamankan data dari virus, user harus menginstall berbagai macam security tools yang ujung-ujungnya merepotkan: Performa PC melambat, fokus malah jadi ke mengurusi PC daripada produktifitas.

Ubuntu (linux based OS) aman dari virus namun masih terhalang masalah kompatibilitas. Contoh: driver printer, ketersediaan font & aplikasi, dll. Yang paling terasa adalah ketika membuka file .doc / .docx yang formattingnya kompleks dengan office suite Open Office. Wah, kacau deh. Saya selalu menyarankan orang menggunakan Ubuntu, namun jika tidak punya koneksi internet yang cukup kencang sebaiknya pikir-pikir lagi. Belum lagi interface yang meskipun lebih cutting edge daripada Windows namun sedikit tampak kurang well-designed pada detail.

OS X (Macintosh) memiliki keunggulan dan menutupi kekurangan dari keduanya: (relatif) aman dari serangan virus dan kompatibilitasnya tinggi. Jika ditilik dari sudut pandang saya sebagai front-end web-developer yang bekerja dengan tampilan website (mengharuskan saya memastikan tampilan situs yang saya kerjakan baik di berbagai major browsers dan berbagai sistem operasi) dan mahasiswa yang banyak berurusan dengan data & formatting-nya, ini sangat menguntungkan.

BTW, diluar poin-poin diatas, Mac masih memiliki banyak sekali keunggulan yang membuatnya sangat menyenangkan saya:

  • User interface yang indah dan konsisten. Membuat saya mudah dan betah mengoperasikan berbagai aplikasi. Belum lagi sistem manajemen antar window-nya membuat bekerja dengan beberapa window sekaligus menjadi lebih efisien.
  • Hardware yang solid. Setiap hal yang ada di Mac ini rasanya dibuat dengan perhatian yang sangat besar terhadap setiap detailnya.
  • User interaction yang intuitif. Terima kasih kepada touchpad dan multi touch gesture-nya, saya jarang sekali menggunakan mouse sekarang. Saking enaknya, menggunakan touchpad notebook lain jadi terasa aneh.
  • Power management yang oke. Baterai tahan lebih dari 6 jam + sleep mode yang efisien. Tutup screen, mac langsung sleep. Buka screen langsung aktif dalam waktu kurang dari dua detik.
  • Built-in dictionary! OMG, sebagai mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris, fitur ini keren dan berguna sekali.
  • Kompatibilitas dan support terhadap berbagai device yang sangat keren. Saat saya ngeprint salah satu tugas kuliah saya beberapa hari yang lalu, tidak perlu install driver dan tinggal koneksikan printer lalu tekan command + P. Awesome. P.S: ini saya lakukan dengan keadaan terhubung dengan internet.
  • Ini mungkin hanya perasaan saya saja, tapi mengakses wifi di kampus dengan Macbook Pro terasa lebih mudah daripada dengan Inspiron Mini saya.
  • Aplikasi-aplikasi yang sangat keren dan intuitif. Beberapa diantaranya bahkan sudah di-bundle dengan Mac. Dengan iPhoto, iCal, iTunes, Ommwriter, dll. Satu catatan tambahan: aplikasi yang diciptakan untuk Mac terasa berbeda dengan aplikasi yang dibuat untuk OS lain. Fungsionalitas dan estetikanya terjaga sekali.

Saya bisa terus melanjutkan kekaguman saya terhadap Mac hingga tulisan ini menjadi terlalu melelahkan untuk dibaca, namun intinya adalah damn i love this notebook. Memang ada juga kurang oke-nya sih, seperti masih perlu membeli VGA connector untuk menyambungkan Mac ke projector, membuat saya enggan untuk menggunakan produk yang tidak legal (kalau yang ini sih sebenarnya bagus. haha), perlu membiasakan diri dengan cara pengoperasiannya (command alih-alih control – membuat saya agak kikuk jika harus menggunakan PC), dan lain-lain. Tapi dengan berbagai kelebihannya, kekurangan tadi jadi tertutupi. :)

Ohya, yang sangat penting dari Mac ini sebenarnya bukan pada Mac-nya, tapi pada saya-nya. Lebih dari satu tahun saya menginginkan device ini. Mendapatkannya dari hasil usaha saya dan bantuan orang-orang yang saya percayai (bukan dibeliin orang tua seperti anak muda pada umumnya) membuat saya semakin percaya kalau saya cukup berusaha, yakin dan dapat dipercaya, saya bisa mendapatkan apa yang saya mau dengan seizin Yang Kuasa.

Berkeinginan, yakin, berdo’a, berusaha, berusaha, berusaha, lalu pasrah kepada Yang Maha Menentukan.

Kadang-kadang kita berdo’a ingin sesuatu tahun ini tapi dikabulkannya tahun depan.

Kadang-kadang do’a itu dikabulkan dengan cara yang tidak kita duga dan prediksikan sebelumnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kamu dan semoga yang berkeinginan untuk memiliki Mac sesegera mungkin tercapai keinginannya untuk segera memiliki Mac. We’ll be brother-in-mac. :p

Amin.

Selamat berkeinginan dan berusaha ;)

Tentang Pencapaian Cita-cita: Bagaimana Penyangga Waktu (buffer of time) Bekerja

Written by Fikri Rasyid on August 22, 2009 filed under Analisa, Music, Pengembangan Diri and tagged with , , , , , , ,

…but there is a time lag so we sometimes don’t see the causative link as clearly as we should.

it Refered to by Abe as the buffer of time.

 Lauras dreams come true from tompagenet

Laura's dreams come true from tompagenet

Izinkan saya bercerita: kurang lebih tiga tahun lalu, ketika saya tengah kelas 12 sekolah menengah atas, bermain musik dalam sebuah band adalah salah satu aktifitas favorit saya sebagai remaja.

Dan sebagai sebuah band, ada satu hal yang sangat saya idam-idamkan ketika itu: merekam lagu saya sendiri. Hal tersebut membuat saya mulai mengumpulkan informasi mengenai recording ketika itu. Kabar baiknya: biaya recording semakin murah seiring dengan perkembangan teknologi digital dewasa ini.

Kabar buruknya: tiga tahun lalu, dengan semua informasi yang telah saya kumpulkan, saya dan band saya tidak jadi recording.

***********

Read More