Posts tagged with Opini :

Definisi Gila Menurut saya

Written by Fikri Rasyid on October 10, 2008 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , ,

Gila. Apa yang terpikir ketika mendengar kata gila, atau mungkin orang gila?

Rambut acak – acakan, badan tak terurus, kumal, tanpa pakaian, berjalan dengan kekehan tanpa sebab sambil menggaruk – garukkan tangan ke kepala.

atau mungkin

Melakukan sesuatu yang di luar “kewajaran”

Setiap orang memiliki definisinya tersendiri tentang sesuatu hal. Contohnya, cantik menurut beberapa orang dapat didefinisikan dengan “kulit putih, wajah manis, potongan badan seimbang, dst dst”, sementara orang lain bisa saja mendefinisikan cantik dengan ” senyum ramah, pandangan teduh, dan dan kepala tertutup jilbab dengan rapih, dst, dst”. dalam beberapa hal, definisi dari sesuatu bisa jadi sangat subjektif. Dan itulah letak keunikan dunia.

Sekarang, kembali ke gila. Dan ngomong – ngomong, gila yang saya maksud disini adalah Gila dalam konotasi yang sebenarnya. Gila yang dianggap menjijikan, gila yang dijauhi masyarakat, gila yang membuat banyak orang menunjukan pandangan jengahnya terhadap sesuatu. Bukan gila yang di gunakan sebagai parameter keunikan sesuatu seperti : “Gila lu, yang bener?”

Contoh. Definisi Einstein mengenai gila :

gila adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda

Yup, semua orang memiliki pandangannya masing – masing mengenai kegilaan. Definisi yang diberikan Einstein ini cukup menarik, tapi saya rasa kurang universal.

Pandangan umum mengenai gila :

Melakukan sesuatu di luar kewajaran, di luar apa yang menjadi kebiasaan, norma, atau aturan  orang kebanyakan.

ini definisi terumum mengenai gila. Masalahnya, tidak semua aturan, norma dan kebiasaan yang dianggap benar oleh orang kebanyakan orang atau dalam kata lain mayoritas itu benar. Maka dari itu saya membuat sistem nilai untuk saya pribadi mengenai “Gila” :

Gila : melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ‘kebenaran universal’.

kebenaran universal itu absolut. kebenaran yang entah bagaimana semua manusia yakini benar dan baik adanya, tanpa memandang ras, agama, pandangan politik dan parameter pembeda antar manusia lainnya. Contoh : Sehat. Sehat itu baik. Dan tidak perduli orang jepang atau rusia, amerika atau indonesia, agama islam, nasrani atau bahkan atheis sekalipun,  semua manusia manusia menginginkan sehat. Ada orang yang menginginkan dirinya sakit? Ada. Dan itulah “Gila” dalam pandangan saya. Maka dari itu, semua tindakan yang mengarah pada menyakiti diri dan merusak kesehatan seperti memakan makanan tinggi kalori dengan jumlah yang tidak ideal, merusak paru – paru dengan dalih kenikmatan tak tertahankan, menghilangkan kesadaran dengan alasan ‘tekanan’, saya kategorikan sebagai tindakan gila.

Masuk akal kah?

Hmm, apa definisi gila menurut anda?

fenomena yang saya lihat di toko buku

Written by Fikri Rasyid on June 30, 2008 filed under Analisa and tagged with , ,

Tadi pagi saya mampir ke Toko Buku Togamas, salah satu toko buku yang memberikan diskon cukup menarik di bandung yang bertempat di jalan supratman. Dengan tata letak yang nyaman, kelengkapan dan range diskon yang cukup bervariasi dari 15% hingga 30%, Togamas cukup menarik untuk sebagai tempat alternatif belanja buku di bandung selain Gramedia jalan merdeka yang tempatnya nyaman namun mahal, atau BBC suci samping giant yang diskonnya sangat aduhai namun tata letak nya yang kurang mendukung kenyamanan membeli buku.

satu hal yang selalu menarik perhatian saya setiap kali mampir ke toko buku, adalah maraknya buku tutorial cara berinternet yang saya rasa kurang menarik untuk dijadikan buku karena hal – hal yang tercantum di buku tersebut sepertinya bisa di dapat dengan mudah dengan googling. Let’s say:

Panduan Praktis menggunakan Google untuk pemula,

daftar situs yang wajib anda kunjungi,

Ngeblog dengan blogspot,

Ngeblog dengan wordpress,

gaul ala friendster,

bahkan yang buku terakhir yang cukup membuat saya terkesima karena packagingnya yang cukup bagus adalah :
gaul dengan facebook.

Wow, mark zuckeberg berhasil menciptakan peluang penghasilan bagi orang lain dengan web app ciptaannya. :D

Disatu sisi, munculnya buku – buku tersebut mengindikasikan bahwa ada peluang lain dari internet yang bisa kita tangkap. Iya kan? dengan koneksi internet, ketekunan memahami setiap fasilitas yang terdapat di aplikasi web yang sedang hot dan kepandaian merangkai kata, saya rasa setiap dari kita bisa menerbitkan buku! Tidak perlu menunggu memiliki kepandaian mengolah kata seperti Andrea Hirata atau kecakapan mengolah kehidupan sehari hari menjadi tulisan amburadul yang mengocok perut seperti Raditya Dika untuk menjadi seorang author.

Hmm.. sebersit ide melintas. bagaimana dengan judul :

cara membuat blog yang di hosting sendiri

( cerita pengalaman saya membuat blog ini dan segala macamnya )

atau

cara membuat theme wordpress sendiri

( cerita pengalaman saya yang sedang belajar membuat theme wordpress ini )

hoho. that’s an opportunity. Lumayan untuk nambah penghasilan. ;)

Setujukah anda dengan demonstrasi sebagai cara membela rakyat?

Written by Fikri Rasyid on June 28, 2008 filed under Personal and tagged with ,

Setujukah anda dengan demonstrasi sebagai cara membela rakyat?

Saya tidak setuju.

Kebanyakan demonstrasi membuat kemacetan. Yang mana kemacetan tersebut akan berefek pemborosan Bahan Bakar yang  berakibat terbuangnya ribuan liter bahan bakar yang disubsidi oleh negara yang berasal dari pajak yang dipungut dari rakyat. Belum lagi terbuangnya waktu untuk melewati jalan yang di lalui oleh demonstran. Terlebih lagi, jika demonstrasi membuat jalan ditutup dan dialihkan. Terbayang kerugian yang diderita oleh para pelaku usaha yang berusaha untuk bertahan hidup, namun para konsumennya tidak bisa mengakses tempat si pengusaha yang tertutup karena adanya demonstrasi. Terlebih lagi, jika diisi dengan aksi anarkis dan pengrusakan.

Demonstrasi menguntungkan untuk rakyat?

Lebih banyak cara lain yang lebih baik. Berkarya untuk bangsa? Membuka lapangan kerja? Membuat usaha yang nantinya akan menjadi pemicu roda ekonomi bagi masyarakat sekitar? Masih banyak pilihan yang lain dalam mempergunakan waktu dan tenaga untuk membela rakyat selain demonstrasi.

Berdayalah.

Segala sesuatu dimulai dengan keyakinan.