Posts tagged with Marketing :

The Apple Effect

Written by Fikri Rasyid on January 31, 2011 filed under Bisnis, Entrepreneurship, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

If you are awesome enough, you don’t need to chase the money. Instead, the money will chase you. Stop focusing yourself on chasing money and focusing yourself on being awesome instead.

Me

Hari sabtu minggu kemarin saya mengikuti acara WordCampID (acara kumpul-kumpul penggemar dan pengembang WordPress Indonesia) yang diselenggarakan di hotel Bumi Sangkuriang. Selain WordPress yang menjadi topik bahasan di stage dan di acara networking, ada satu hal lain yang terasa sekali disana: MacBook bertebaran di meja-meja.

Ini di satu meja saja ada 4 macbook white. Kalikan 20-an meja.

Sore hari ketika acara selesai, Bei, seorang teman bertanya kepada saya:

Ki, memang enaknya pake Mac apa sih?

Saya agak bingung menjelaskannya. Ada banyak sekali hal yang membuat saya menyukai Mac. “Pokoknya enak banget deh“. Teman-teman semeja yang juga penggunakan Mac (@bepitulaz, Syarif Yunus & Fajar) mengiyakan kalimat saya. “Susah mau ceritanya, tapi pokoknya enak BANGET deh“.

Selama lima belas menit kemudian, saya dan tiga kawan tadi sibuk bercerita -menjurus ke arah meyakinkan bak sales, sih- bagaimana enaknya menggunakan Mac pada Bei.

Ditengah-tengah obrolan kita itu, saya jadi teringat seorang klien yang dulu juga dengan semangatnya bercerita kepada saya betapa enaknya dan apa saja keuntungan menggunakan Mac (saat waktu itu saya belum menggunakan Mac). Heck, saya jadi menyadari, apa semua pengguna Mac (yang mana kebanyakan terpuaskan) pada akhirnya berubah menjadi evangelist Mac seperti saya, tiga teman saya dan klien saya lakukan? Ketika seorang pelanggan sangat terpuaskan terhadap suatu produk, secara otomatis mereka menceritakan pengalaman menyenangkan -menjurus meyakinkan- temannya atas kekerenan suatu produk. Gila-nya, pelanggan tidak dibayar untuk menceritakan produk tersebut. Mereka melakukannya dengan suka rela, bahkan dengan suka hati, dengan semangat 45.

If you are awesome enough, you don’t need to chase the money. Instead, the money will chase you. Stop focusing yourself on chasing money and focusing yourself on being awesome instead.

Me

Ulasan MarkPlus PowerLunch dengan Hermawan Kartajaya: Youth, Women & Netizen

Written by Fikri Rasyid on March 25, 2010 filed under Bisnis, internet, Review and tagged with , , , , , , , , ,

New Wave Marketing Discussion with Hermawan Kartajaya

Kemarin saya berkesempatan menghadiri MarkPlus PowerLunch dan diskusi mengenai New Wave Marketing yang dimoderasi oleh Pak Hermawan Kartajaya dan dihadiri oleh undangan terbatas (by invitation only) dari kalangan pengusaha kota bandung, musisi, kalangan muda, kalangan wanita, dan blogger – blogger yang ternama / terpilih beruntung. Beberapa waktu lalu juga saya membaca ulasan Ilman Akbar mengenai acara MarkPlus PowerLunch di Jakarta dan bertanya-tanya kapan acara serupa diadakan di Bandung. Beberapa pekan setelah membaca tulisan tersebut, ternyata saya di invite untuk hadir di acara serupa yang diselenggarakan di Bandung. Well, sounds like dream comes true, isn’t it? ;)

Wah, hampir saja terlupa: terima kasih untuk Setyagus Sucipto yang sudah merekomendasikan saya sehingga saya dapat hadir di acara ini :D . Hoho, ingat tulisan saya mengenai rekomendasi?

Read More

Tribes – Andalah Pemimpin Yang Kami Cari

Written by Fikri Rasyid on February 21, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , , , , ,

Tribes - Andalah Pemimpin Yang Kami Cari

Another great book to review: Tribes oleh Seth Godin. Seth Godin adalah penulis banyak buku yang sangat eksentrik dengan karya-karya yang menjadi rujukan para marketer modern dan tribes sangat menunjukkan hal tersebut. Isinya provokatif, inspiring, dan mendobrak aturan yang ada (dengan susunan konten yang juga melawan aturan). Tribes membahas mengenai kepemimpinan, perubahan, dan perlawanan terhadap status quo. Setelah selesai membacanya beberapa saat yang lalu, ini dia poin-poin gagasan yang saya tangkap:

Read More

Crowd: Marketing di Era Horizontal

Written by Fikri Rasyid on January 23, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

crowd - marketing becomes horizontal

Di paruh kedua bulan Desember ini saya berkesempatan membaca buku berjudul Crowd: Marketing Becomes Horizontal karangan Yuswohady yang merupakan konsultan pemasaran di MarkPlus & Co-nya Hermawan Kartajaya. Berikut ini adalah poin-poin dan ide-ide di kepala saya yang tiba-tiba “meletup” saat membaca buku ini. Meskipun Crowd membahas mengenai marketing, saya rasa poin pentingnya dapat diterapkan kedalam berbagai aspek kehidupan:

Read More

Hidup Itu Jualan

Written by Fikri Rasyid on February 28, 2009 filed under Bisnis, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Selling is tough by sionfullana

"Selling is tough" by sionfullana

Saya terkadang suka geli juga kalau melihat beberapa teman saya yang terkadang suka memandang sebelah mata sales atau siapapun yang jualan. Mengapa? Karena pada dasarnya, hidup itu kan jualan. Terlebih lagi, dari salah satu buku karangan Robert Kiyosaki yang saya baca, salah satu kemampuan yang menentukan apakah anda bisa kaya atau tidak adalah jualan.

Coba anda pikirkan hal tersebut.

Katakanlah anda memiliki bisnis yang sudah jalan dan ingin melakukan inovasi untuk memperbesar bisnis anda. Masalahnya adalah, tidak ada modal. Apa yang dilakukan kemudian? Anda mencari investor dan menjual ide inovasi bisnis anda agar mereka mau menanamkan modalnya.

Got the idea? Mari kita lihat contoh-contoh lain:

Pedagang: Jelas harus bisa menjual untuk mendapatkan keuntungan

Guru / Dosen / Pengajar: Menjual kemampuan mendidiknya pada institusi dan dibayar oleh institusi pendidikan tempat dia bernaung. Tidak bisa menjual/menawarkan kemampuan mendidiknya? Tidak ada yang mau meng-hire.

Designer: Menjual kemampuan design-nya

Musisi: Menjual hasil karya dan kemampuan manggung

Blogger: Menjual perspektif diri, minat, kemampuan, passion, dan pengalaman kepada pembacanya sehingga pembacanya tahu apa yang pemilik blog mampu lakukan.

Karyawan: Menjual waktu dan kemampuan kepada perusahaan.

Melamar: Menjual kelebihan diri agar yang dilamar mau memilih anda.

Think back. Pada dasarnya semua jualan kan? Coba pikirkan kembali. Kalau masih agak mengganjal, asosiasikan dengan inti dari jualan. Jualan itu menawarkan. Ganti kata jualan yang saya garis bawahi diatas dengan menawarkan. Semoga mendapat pencerahan :)

Itu pendapat saya, pendapat anda?